Demo di IAIN Gorontalo

Serba-serbi Tuntutan Mahasiswa IAIN Gorontalo, Minta Kipas Angin Hingga Bangku Kuliah

Selain itu, saat ini sistem informasi akademik (SIAk) yang belum juga pulih. Kendati saat ini sudah era digital dan aplikasi. Namun IAIN masih terting

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Apris Nawu
Mahasiswa membawa spanduk putih. Tuntutan ditulis dengan warna merah. Selasa (1/11) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Bertahun-tahun kuliah serba kekurangan fasilitas, puluhan mahasiswa IAIN Gorontalo akhirnya berontak. 

Sejak pagi tadi, Selasa (1/11/22), puluhan mahasiswa IAIN Gorontalo ini berorasi di depan rektorat. Menuntut banyak hal kepada rektor. 

Sejumlah tuntutan mahasiswa IAIN Gorontalo ini beragam, mulai dari soal kebijakan maupun fasilitas perkuliahan di kelas. 

Mahasiswa misalnya mengeluh minimnya fasilitas di dalam kampus, kendati bayar iuran per semester. Dalam orasinya, Nandito mengaku banyak ruang kelas yang tak ada kipas angin. 

Isu kipas angin jadi sangat krusial, sebab kenyamanan pembelajaran disebut terganggu karena ruang kelas yang jadi sangat panas saat siang hari.

Lalu tuntutannya lainnya adalah kebutuhan fasilitas seperti alat kebersihan, tong sampah, sapu lantai, projector, bahkan bangku duduk mahasiswa. 

“(Fasilitas) ini tidak mencerminkan kampus Peradaban dan Nilai-nilai Keislaman.” kata Nandito.

Selain itu, saat ini sistem informasi akademik (SIAk) yang belum juga pulih. Kendati saat ini sudah era digital dan aplikasi. Namun IAIN masih tertinggal dalam hal teknologi. 

Belum lagi jas almamater mahasiswa  yang sejak beberapa bulan ini belum juga diserahkan. Serta pelayanan kampus terhadap mahasiswa yang dianggap buruk. 

“Meminta Rektor IAIN Gorontalo untuk memperbaiki Siak dan memperbaiki fasilitas untuk keberlangsungan proses akademik dan kenyamanan mahasiswa,” tegas Nandito. 

Paling penting meminta rektorat mengevaluasi kinerja Dewan Mahasiswa (Dema) IAIN Gorontalo. Organisasi mahasiswa tertinggi di kampus itu malah tak memiliki kinerja yang baik. 

Bahkan dianggap abai terhadap sejumlah persoalan mahasiswa. 

“Masalah ini sudah dikeluhkan oleh semua kalangan masyarakat kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo. Baik itu dari Dosen yang mengajar, serta Mahasiswa yang berada Di Fakultas Syariah,” katanya. 

Nandito meminta petinggi kampus memperhatikan dan menindaklanjuti hal yang disampaikan. Demi terselenggaranya sebuah kemaslahatan untuk seluruh Umat. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved