Rabu, 11 Maret 2026

HMI Gorontalo Bakar Ban di Kantor DPRD: Minta Percepatan Proyek Drainase Nani Wartabone dan Kota Tua

mahasiswa bakar ban bekas di depan kantor DPRD Kota Gorontalo. Ini adalah aksi protes terhadap penyelesaian proyek yang 'lelet'

Tayang:
zoom-inlihat foto HMI Gorontalo Bakar Ban di Kantor DPRD: Minta Percepatan Proyek Drainase Nani Wartabone dan Kota Tua
TribunGorontalo.com/Apris Nawu
Aksi mahasiswa HMI Gorontalo memprotes penyelesaian proyek Nani Wartabone dan Proyek revitalisasi kota tua. 

Sebelumnya tender proyek ini sempat gagal sebanyak dua kali. Tender pertama dibuka pada 29 Juni 2021 dan tender kedua dibuka 13 Juli 2021.

Tender pertama gagal karena setelah masa aanwijzing berakhir, terdapat hal-hal atau ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung.

Karena itu Kuasa Pengguna Anggaran melakukan Addendum terhadap Dokumen Rancangan Kontrak berkaitan dengan Kualifikasi Penyedia dan Peralatan utama yang disyaratkan.

Sementara tender kedua dibatalkan, karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran sebagaimana yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan.

Kepala otoritas proyek, Kadis PUPR Kota Gorontalo, Rifadli Bahsuan dan pihak konsultan dan kontraktor jalan utama, sejauh ini terus memantau progres pembangunan dua drainase di sisi jalan.

Pengerjaan mulai dari Bundaran Patung Saronde (HI) hingga pertigaan gerbang Kampus UNG (Jl Jend Sudirman) - Jl Cokroaminoto.

Desain Pemerintah Kota Gorontalo, melalui Dinas PUPR  jalan berbeda dibanding belasan ruas jalan protokol lain di Kota Gorontalo.

 "Ini akan jadi salah satu ikon baru kota, jadi tempat jogging dan santai warga," kata Rifaldi Bahsuan beberapa waktu lalu. 

Proyek revitalisasi Kota Tua Kota Gorontalo

Pengerjaan revitalisasi kota tua, dianggap berlarut-larut dan terlalu lama. Saat ini progress baru 65 persen, padahal sudah berjalan lebih dari 8 bulan 

Sebetulnya di awal pembangunannya, pemerintah merelokasi pedagang di kawasan itu. Namun, dipantau Rabu (12/10/2022) masih banyak pedagang yang bertahan ataupun kembali untuk berjualan. 

"Kami berharap kawasan pasar tua  harus cepat selesai, pada hal ini anggaran banyak,” ungkap Ucok saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Rabu (12/10/2022).

Proyek senilai Rp 29 miliar itu dimulai sejak 29 Januari 2022 lalu. Artinya, kini pengerjaan proyek tersebut sudah berlangsung delapan bulan atau rata-rata progres bulanannya 8,1 persen.

Padahal, pada saat groundbreaking di akhir Januari 2022 lalu, Rifadli mengaku proyek itu akan ditargetkan tuntas pada September 2022.

Meski begitu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Gorontalo Rifadli Bahsuan targetkan proyek tersebut selesai tahun 2022 ini. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved