Jumat, 6 Maret 2026

Simulasi: Pesawat dari Makassar Tergelincir di Bandara Djalaludin Gorontalo

Pilot kesulitan menstabilkan pesawat, dan tergelincir ke arah kiri Runway 27 di sektor 15 K pada grid map, sehingga menyebabkan kerusakan

Tayang:
zoom-inlihat foto Simulasi: Pesawat dari Makassar Tergelincir di Bandara Djalaludin Gorontalo
TribunGorontalo.com/AgungPanto
Pesawat milik Maleo Air dari Makassar menuju Gorontalo, mengalami crash landing di runway 27 Bandara Djalaluddin, Kamis (27/10). Ini merupakan simulasi dalam kegiatan Partial Exercise. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kondisi cuaca di Bandar Udara (Bandara) Djalaluddin Gorontalo normal dengan jarak pandang 15 km, Kamis (27/10).

Namun tiba-tiba, pesawat milik Maleo Air dari Makassar menuju Gorontalo, mengalami crash landing di runway 27. Pesawat dengan model B 737-900 ini mengalami patah as roda. 

Pilot kesulitan menstabilkan pesawat, dan tergelincir ke arah kiri Runway 27 di sektor 15 K pada grid map, sehingga menyebabkan kerusakan yang cukup parah dengan terbakarnya sebagian badan pesawat.

Petugas ATC (Tower) pun segera menginformasikan kejadian tersebut kepada Unit PKP-PK, dan diteruskan oleh Kasi Kampen kepada Kepala Bandara selaku Ketua Komite Penanggulangan Keadaan Darurat.

Kepala Bandara Djalaludin menginformasikan hal itu kepada seluruh Anggota Komite sesuai alur komunikasi. Tim penanggulangan keadaan darurat segera berkumpul di Rendezvous Point dan melaksanakan tugas serta fungsi masing–masing sesuai prosedur yang berlaku.

Menurut informasi, pada saat touch down, pesawat mengalami kerusakan patah as roda belakang sebelah kiri, dan pilot pun tidak dapat mengendalikan pesawat, yang mengakibatkan pesawat keluar landasan di sisi sebelah kiri runway sector 15 K pada grid map.

Kecelakaan itu menyebabkan 40 penumpang luka berat, 30 luka sedang, 50 luka ringan, sementara 10 orang meninggal. Beruntung, ada 80 orang yang selamat.

2710_kecelakaan pesawat
Personel tengah melakukan simulasi penyelamatan korban kecelakaan pesawat.

“Begitulah skenario  Partial Exercise,” ungkap Kepala Otoritas Bandara Djalaluddin, Joko Harjani

Sebelumnya, personel Bandar Udara (Bandara) Djalaluddin menggelar Partial Exercise pada Kamis (27/10) di Gedung Fire Station dan Landasan Pacu bandara, Isimu, Kabupaten Gorontalo. 

Joko Harjani mengatakan, pelatihan digelar merujuk pada peraturan menteri perhubungan Nomor PM 95 Tahun 2021 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil bagian 139.

Kata Joko Harjani, secara teknis Partial Exercise bertujuan untuk melatih kemampuan personel dalam menangani masalah darurat. Hal ini mengacu pada dokumen yang dikeluarkan Kementerian perhubungan.

Menurut dia, setiap personel bandara dan komite penanggulangan bandara, harus mengadakan latihan setahun sekali.

Metode latihannya diawali dengan latihan di atas meja (table top) menggunakan miniatur yang ada, setelah itu dipraktekkan langsung di lapangan.

"Jadi simulasi dulu di atas meja apa saja peran dari tiap pasukan sebelum dilangsungkan ke lapangan," jelasnya.

Joko Harjani juga mengatakan, Partial Exercise sebagai latihan keterampilan khusus untuk sebagian anggota komite keselamatan.

Sebelum Kegiatan dilangsungkan, dimulai dari rapat persiapan dan apel gelar pasukan. Pelatihan ini banyak melibatkan para pihak terkait, seperti perusahaan penerbangan hingga otoritas kesehatan dan kebencanaan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved