Setahun Terakhir, Pengidap HIV/AIDS di Gorontalo Bertambah 67 Orang

Catatan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Gorontalo dan Dinas Kesehatan Gorontalo, pengidap HIV/AIDS di Gorontalo di tahun 2022 ini mencapai 788 orang.

TribunGorontalo.com
Ilustrasi pengidap HIV/AIDS di Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Alih-alih berkurang, angka pengidap HIV/AIDS di Gorontalo malah bertambah nyaris 10 persen. 

Catatan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Gorontalo dan Dinas Kesehatan Gorontalo, pengidap HIV/AIDS di Gorontalo di tahun 2022 ini mencapai 788 orang. 

Kendati, jumlah pengidap HIV/AIDS di Gorontalo pada tahun lalu atau 2021, hanya berkisar di angka 721. Artinya ada pertambahan sekitar 67 orang hanya dalam satu tahun. 

Secara rinci, dari 788 pengidap HIV/AIDS di Gorontalo, ada 388 orang HIV, sementara 400 sisanya sudah kategori AIDS.  

Melansir dari halosehat.com, HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah adalah jenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. HIV secara spesifik menghancurkan sel CD4 (sel T). Sel CD4 adalah bagian dari sistem imun yang spesifik bertugas melawan infeksi.

Infeksi HIV menyebabkan jumlah sel CD4 turun sangat drastis sehingga sistem imun tubuh tidak kuat untuk melawan infeksi. Akibatnya, jumlah viral load HIV (jumlah virus HIV dalam darah) Anda tinggi. Itu artinya sistem kekebalan tubuh sudah gagal bekerja melawan HIV dengan baik.

Sementara AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah tahap akhir dari infeksi HIV jangka panjang. AIDS adalah sekumpulan gejala yang muncul ketika infeksi HIV sudah dalam stadium sangat parah. Pengidap HIV bisa dikatakan sudah terkena AIDS apabila jumlah sel CD4 dalam tubuhnya turun hingga kurang dari 200 sel per 1 ml atau 1 cc darah.

"Jadi benar adanya terjadi pertambahan pengidap HIV/AIDS yang tersebar di seluruh wilayah Gorontalo.” ungkap Muhamad Ramdan Ismail, Kepala Bidang Pengelola Program HIV/Aids Dinas Kesehatan Gorontalo.

Menurut Ramdan, berupaya melakukan pencegahan serta turut memaksimalkan pelayanan pengidap HIV/AIDS di Gorontalo.

"Jadi kami selalu berusaha untuk  mengobati bagi para pengidap penyakit HIV/AIDS, dinas kesehatan bekerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit di Gorontalo", katanya. 

Ia berharap upaya itu mengurangi jumlah pengidap HIV/AIDS di Gorontalo. Atau menekan adanya kasus baru. Karena itu menurutnya, semuanya harus menjaga kesehatan serta tidak melakukan hal-hal yang dapat menularkan HIV/AIDS.

Dalam kesempatan yang sama, Kurniawan, anggota tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo meminta masyarakat tidak menjauhi pengidap HIV/AIDS.

"Para pengidap penyakit HIV/AIDS jangan dijauhi seharusnya di bantu sampaikan sama pihak kesehatan supaya langsung diobati", kata Kurniawan. 

Kata dia, KPA berusaha agar tak ada diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS. 

“Tugas utama dari KPA adalah untuk mensosialisasikan bahaya  HIV/AIDS. Artinya  menjadi garda penanggulangan Aids. Supaya ini tidak menular lagi,” tukasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved