Doa Tahlilan Kepolisian Gorontalo untuk Korban di Stadion Kanjuruhan

Informasi yang dirangkum TribunGorontalo.com, doa tahlilan digelar di Masjid Ad-Dzikra Polda Gorontalo, Jum’at (07/10).

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Potret doa tahlilan untuk korban di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kepolisian Gorontalo menggelar doa tahlilan untuk para korban di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

Doa tahlil adalah dzikir yang dibacakan untuk orang yang telah meninggal. Kali ini memang dikhususkan untuk 7 hari meninggalkan korban di Stadion Kanjuruhan. 

Informasi yang dirangkum TribunGorontalo.com, doa tahlilan digelar di Masjid Ad-Dzikra Polda Gorontalo, Jum’at (07/10).

Pelaksanaan doa tahlilan hari ke-7 turut dihadiri oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol Helmy Santika, serta sejumlah penjabat utama Polda Gorontalo.

Hadir pula Ketua Asprov PSSI Gorontalo Lahmudin Hambali, Pelatih Persita Talumolo Weni Podungge, Pemerhati Olahraga H Ramli, para perwakilan suporter sepak bola Gorontalo, serta diikuti juga oleh gabungan personel di Satuan Kerja Polda Gorontalo.

Kapolda Gorontalo menyebut tragedi Kanjuruhan adalah duka besar untuk Indonesia, terutama untuk dunia sepak bola.

“Tentunya ini sangat memilukan dan menjadi pukulan yang berat bagi kita semua, karena di saat kita tengah berupaya bangkit dari keterpurukan dan berbagai cobaan,  kini kita dihadapkan oleh tragedi yang terjadi di stadion kanjuruhan,” ungkap Helmy. 

Karena itu katanya, sebagai wujud rasa duka cita dan empati kepada korban tragedi stadion kanjuruhan, Polda Gorontalo dan jajaran dengan melibatkan berbagai stakeholder hari ini kembali mengadakan doa bersama.

“Harapannya semoga para korban yang mengalami luka segera dipulihkan, kemudian bagi korban yang telah meninggal dunia semoga Allah SWT memberikan tempat yang layak di sisi-NYA dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan serta ketabahan,” harap Kapolda.

Menurutnya, tragedi ini memberikan kesadaran bersama bahwa pengelolaan pertandingan yang tertib, aman, terkendali dan saling menguntungkan berbagai pihak sangat diperlukan demi tercapainya tujuan kompetisi olahraga, khususnya sepak bola. 

“Kesadaran bersama untuk menjadi suporter yang fanatik diperlukan, namun tidak fanatik yang membabi-buta.” katanya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved