OPINI

Pilkades Serentak Boalemo: Tantangan Inklusi dan Posisi Pemimpin

Hanya pada tahun 2010 terjadi penurunan angka kemiskiknan, itupun hanya berkisar 19, 82  persen atau sebanyak 25, 80 ribu.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Pramono Pido. 

Penulis: Pramono Pido, Masyarakat Boalemo; Anggota The Sanglah Institute

PEMILIHAN kepala desa (pilkades) serentak akan berlangsung di Kabupaten Boalemo. Termasuk di desa saya saat ini. Pencarian akan pemimpin yang dalam kurun waktu tertentu diharapkan segera membawa  “angin segar” akan dimulai di lingkungan saya.

Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi juga diiringi oleh calon yang lebih dari dua orang. Ini menambah meriah perhelatan di desa yang merupakan bagian dari kabupaten berpenduduk 145.868 ribu orang pada tahun 2020.

Selain visi yang implementasi keterwujudannya diukur melalui misi serta keterampilan retorika sebagai alat bantu untuk meyakinkan. 

Ada hal serius yang kelak akan dihadapi oleh siapapun yang nantinya dipercaya memberikan “arah telunjuk” berputarnya roda kepemimpinan. Yaitu tantangan inklusi sosial yang berimbas nyata pada keadaan masyarakat setempat. 

Keterlibatan semua orang mengakses utamanya informasi dan pergaulan pada puasaran patron kepemimpinan yang nanti terbentuk baik secara kasatmata maupun “di bawah meja” menjelma batu sandungan yang harus diperhatikan, dan menantang kepekaan pemimpin untuk mengubah kebiasaan yang lumrah terjadi, belajar dari pengalaman sehari-hari aspirasi seringkali mandek oleh sebab adanya social exclusion atau gap keterjangkauan terhadap hal itu.

Baca juga: Stafsus Menaker: Pekerja Tak Produktif Lagi Bisa Jatuh Miskin 

Kemiskinan yang merupakan indikator makro menyebabkan perubahannya tidak akan teramati secara menyeluruh hanya dalam satu atau dua tahun. 

Selama lebih dari lima tahun belum ada perubahan agregatif signifikan dalam persentase angka penduduk miskin Kabupaten Boalemo.

Data yang tercantum dalam hasil rilis yang tergambarkan pada situs resmi milik BPS Kabupaten Boalemo merentang selama 9 tahun, 2009 sebanyak 24,40 ribu orang, yang bila dibuatkan presentase menjadi sejumlah 20,74  persen.

Hanya pada tahun 2010 terjadi penurunan itupun hanya berkisar 19, 82  persen atau sebanyak 25, 80 ribu. Namun bisa jadi angka itu mungkin mengalami penurunan karena jumlah penduduk yang bertambah per-tahunnya.

Setelah tahun 2010 kisaran presentasi tak pernah turun dari 20  persen, tak dipengaruhi lagi oleh total jumlah penduduk.

Artinya apa? Selama 9 tahun (2009-2017) tidak ada fluktuasi pergerakan angka yang menggambarkan keadaan penduduk miskin. Angka berjalan di tempat memicu terbentuknya stratifikasi yang menyebabkan kelas-kelas sosial di mana posisi terbawah dalam hierarki dihuni oleh orang-orang yang dijerat kemiskinan. 

Melihat keadaan ini, skema analisis modal sosial sangat penting untuk dipakai dalam mengurai benang kusut upaya penanggulangan kemiskinan yang telah coba dilakukan selama ini. 

Para ahli menyepakati bahwa sumber utama pemupukan modal sosial dalam suatu masyarakat adalah faktor sosial dan budaya serta pengalaman masyarakat dalam berinteraksi dengan pihak lain di samping faktor fisik dan ekonomi di mana masyarakat itu berada (Gladys S.J, 2015).

Dalam skala yang lebih kecil seperti desa, keterbatasan organisasi yang tersedia menyebabkan keterlibatan masyarakat dalam memantau kebijakan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan mereka.

Kanalnya menjadi terkendala disebabkan hanya memiliki satu saluran, yaitu melalui pemerintahan yang ada di desa, tidak ada pelibatan langsung kecuali menerima barang jadi yang sangat rawan penyalahgunaan dan telah terbukti terjadi sebelum-sebelumnya. 

Di titik itulah posisi seorang pemimpin akan benar-benar diuji keberpihakannya saat masyarakat yang dipimpinya diperhadapkan dengan struktur atau kondisi di mana sesuatu yang harusnya nikmati tidak mereka rasakan. Apakah nanti akan bersikap “hands on” atau “hands of” semuanya berharap dan menunggu.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved