Gara-Gara Banjir, Warga di 5 Kecamatan Kota Gorontalo Kesulitan Air Bersih
Sebagai perusahaan daerah pengelola air minum masyarakat, Perumda Muara Tirta menjelaskan, jika setidaknya ada dua Instalasi Pengelolaan Air (IPA) yan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/06102022_pipa-air.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Meluapnya Sungai Bulango menyebabkan warga di 5 kecamatan di Kota Gorontalo kesulitan air bersih. Sebab, distribusi air dari Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo terhambat.
Sebagai perusahaan daerah pengelola air minum masyarakat, Perumda Muara Tirta menjelaskan, jika setidaknya ada dua Instalasi Pengelolaan Air (IPA) yang terdampak banjir.
Pertama IPA itu yakni IPA Bulotadaa di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. IPA ini kata otoritas perumda, Dedi Kyai Demak, mendistribusi air ke Kecamatan Sipatana, Kota Utara, Kota Tengah, serta sebagian Dungingi.
Kedua IPA Dungingi, melayani sebagian Kecamatan Dungingi dan Huangobotu. Wajar jika masyarakat mengeluh, sebab IPA Bulotadaa saja disebut mampu memompakan 70 liter air per detik.
Luapan Sungai Bulango menurut Dedi terjadi pada Minggu 2 Oktober 2022. Pihaknya tidak memperkirakan banjir tersebut, karena terjadi begitu cepat.
“Pertama berkurangnya pelayanan air ke pelanggan itu hari Minggu, tiba-tiba terjadi luapan Sungai Bulango,” ungkap Dedi, Kamis (6/10/2022).
Agar masyarakat siaga, pihaknya kata Dedi sudah menginformasikan hal itu melalui media sosial. Sebab, pada MInggu sore itu pihaknya terpaksa mematikan semua mesin pompa air.
Kondisi IPA sudah terendam air. Mesin pompa juga ikut terendam. Karena itu, pihaknya terpaksa mematikan mesin agar tak korslet.
Beruntung, dalam beberapa hari ini pihaknya terus melakukan perbaikan pendistribusian air bersih.
“Insya allah sore ini atau malam distribusi air kecamatan Dungingi dan sebagian Kota Barat sudah bisa kita layani. Saya menyampaikan ke pelanggan, bersabar sedikit.” ungkap Dedi.
Akun facebook Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo diserbu netizen yang kecewa air mati.
Warganet ramai-ramai melayangkan protes atas macetnya air bersih dari Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo.
Akun Facebook Ade Hidayani misalnya, ia mengaku tinggal di rumah dinas Imigrasi. Sejak Sabtu 1 Oktober katanya pasokan air ke rumahnya mati.
Padahal ia mengaku memiliki anak bayi, ada anak kecil yang sekolah, serta suami yang bekerja. Kebutuhan air sangat diperlukan untuk memasak dan mandi.
“Jangankan mandi BAB dan BAK gak BISA????????? TLG KIRIM AIR KESINI…. Rumah Dinas Pun kalian hambat” tulis akun tersebut, seperti dikutip Kamis (6/10/2022). (*)