Rabu, 11 Maret 2026

Tragedi Kanjuruhan, Media Asing: Polisi Indonesia 'Tak Sekejam' Ini Sebelum Reformasi

Media asing, New York Times menyebut polisi Indonesia kurang terlatih dan militeristik dalam pengendalian massa.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Tragedi Kanjuruhan, Media Asing: Polisi Indonesia 'Tak Sekejam' Ini Sebelum Reformasi
Kolase TribunGorontalo.com
Warga tabur bunga di monumen Tragedi Kanjuruhan dan Ketua PSSI M Iriawan (Iwan Bule) menyampaikan keterangan pers. Media asing, New York Times menyebut polisi Indonesia kurang terlatih dan militeristik dalam pengendalian massa. 

Dia mengatakan bahwa gas air mata telah dikerahkan "karena ada anarki," dan bahwa penggemar "akan menyerang petugas dan merusak mobil."

Sebagai tanda bahwa Polres Malang telah berupaya mengantisipasi aksi kekerasan tersebut, pihaknya meminta pihak penyelenggara untuk memundurkan pertandingan menjadi pukul 15.30 WIB.

"Demi pertimbangan keamanan," demikian surat yang beredar di dunia maya dan isinya dikonfirmasi oleh Polda Jatim kepada The New York Times.

Slot pertandingan di waktu yang lebih awal, menurut pemikiran itu, akan membuat acara lebih ramah keluarga.

Rekomendasi Aktivis kepada Polisi Banyak aktivis HAM mengatakan bahwa untuk meningkatkan upaya penegakan hukum, mereka secara konsisten membuat rekomendasi ini kepada polisi: Jangan langsung ambil gas air mata; jangan langsung mengayunkan tongkat pada orang; memahami bagaimana mengendalikan orang banyak dan meredakan konflik.

"Prosedur operasi standarnya jangan sampai polisi loncat dari nol ke 100," kata Wirya, dari Amnesty International Indonesia.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "New York Times: Polisi Indonesia Kurang Terlatih Kendalikan Massa di Kanjuruhan"

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved