Selasa, 10 Maret 2026

Rusuh Arema vs Persebaya

Sudah Dilarang FIFA: Ada Asap Gas Air Mata saat Rusuh Arema vs Persebaya

FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) melarang penggunaan gas air mata, membawa tameng dan peralatan lainnya dalam pengamanan sepak bola.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Sudah Dilarang FIFA: Ada Asap Gas Air Mata saat Rusuh Arema vs Persebaya
Kolase TribunGorontalo.com
Asap gas air mata saat rusuh di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. FIFA (Asosiasi Sepak Bola Internasional) melarang penggunaan gas air mata, membawa tameng dan peralatan lainnya dalam pengamanan sepak bola. 

Ketentuan tersebut dapat dilakukan kecuali ketika diperlukan melalui aturan atau sikap yang telah disepakati sebelumnya.

Hal itu sehubungan dengan perilaku orang banyak dengan potensi ancaman yang terjadi.

4. Jumlah petugas lapangan dan/atau petugas polisi harus dijaga seminimal mungkin
Serta berdasarkan penilaian risiko pertandingan.

Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku penonton yang diharapkan dan kemungkinan melakukan pelanggaran di lapangan.

5. Jika ada risiko tinggi invasi ke lapangan atau gangguan kerumunan,
Pemberi pertimbangan harus mengizinkan petugas polisi dan/atau petugas keamanan untuk menempati barisan depan kursi di stadion.

Hal itu dilakukan jika dianggap perlu untuk meningkatkan kehadiran dan memaksimalkan kemampuan secara keseluruhan.

Jika pendekatan ini akan diadopsi dan potensi kericuhan ada, pastikan penyelenggara pertandingan harus menyediakan kursi yang akan diduduki oleh petugas polisi dan/atau petugas keamanan yang tidak dijual kepada penonton.

Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Penggunaan gas air mata insiden di Stadion Kanjuruhan

Imbas suporter memasuki lapangan saat laga usai menjadikan awal kericuhan terjadi.

Diberitakan Suryamalang.com, upaya kejadian kericuhan menjadi semakin runym, petugas keamanan melakukan upaya pencegahan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menembakan gas air mata.
Hal itu dilakukan pihak keamanan karena sudah mulai angresif hingga menyerang petugas dan melakukan perusakan mobil.

Penumpukan supoter kemudian memicu berdesakan hingga sebabkan sesak nafas karena kekurangan oksigen.

Insiden berdesakannya para penonton dan gas air mata dari petugas sebabkan jatuhnya banyak korban.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta saat menjelaskan tindakan polisi saat kericuhan terjadi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved