Rusuh Arema vs Persebaya

Sudah Dilarang FIFA: Ada Asap Gas Air Mata saat Rusuh Arema vs Persebaya

FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) melarang penggunaan gas air mata, membawa tameng dan peralatan lainnya dalam pengamanan sepak bola.

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Asap gas air mata saat rusuh di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. FIFA (Asosiasi Sepak Bola Internasional) melarang penggunaan gas air mata, membawa tameng dan peralatan lainnya dalam pengamanan sepak bola. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - FIFA (Asosiasi Sepak Bola Internasional) melarang penggunaan gas air mata, membawa tameng dan peralatan lainnya dalam pengamanan sepak bola.

Diketahui aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk mengendalikan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan dalam laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022).

Peraturan larangan penggunaan gas air mata itu termaktub pada pasal 19 dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations.

Presiden Joko Widodo pun minta Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo mengevaluasi prosedur pengamanan sepak bola.

Kutip dari laman digital.fifa.com, untuk melindungi para pemain dan offical tim serta menjaga ketertiban umum diperlukan petugas keamanan dan atau polisi disekeliling lapangan.

Pada aturan pasal 19 FIFA tersebut terdapat 5 pedoman yang perlu ditaati oleh pihak keamanan.
Di antaranya adalah pada pasal 19 b, tentang larangan membawa atau menggunakan senjata api atau gas air mata (gas pengendali massa).

Simak lebih lengkap tentang 5 pedoman yang harus ditaati oleh pihak keamanan menurut FIFA berikut ini.

5 pedoman petugas keamanan dalam pasal 19 FIFA Stadium Safety and Security Regulations.

1. Petugas keamanan dan atau polisi ditempatkan di sekitar lapangan permainan yang kemungkinan besar akan direkam di televisi.

Oleh karena itu perilaku dan penampilan mereka harus memiliki standar tertinggi setiap saat.

2. Dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau “gas pengendali massa (gas air mata)”

3. Selama pertandingan, semua petugas keamanan dan/atau petugas polisi harus menjaga profil serendah mungkin, yaitu dengan ketentuan sebagai berikut:

- Diposisikan di antara papan iklan dan tribun.

- Duduk di kursi agar tidak menonjol di televisi atau menghalangi pandangan penonton.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved