Rusuh Arema vs Persebaya
Puan Maharani Minta Investigasi Rusuh Stadion Kanjuruhan usai Amera vs Persebaya
Ketua DPR RI Puan Maharani minta dibentuk tim investigasi tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/021022-rusuh-puan.jpg)
Akibat kerusuhan tersebut ratusan orang meninggal dunia.
"Masih simpang siur (jumlah yang meninggal) ada yang bilang 114 tapi tadi ada yang bilang 120," kata Bupati Malang HM Sanusi dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Minggu (2/10/2022).
Sementara itu Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menyebut ada 127 orang meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut.
"Jadi sampai dengan pukul 03.00 ada di beberapa rumah sakit, ada 127 penonton yang meninggal dunia," kata Kapolres.
Dari 127 orang yang tewas ada dua orang anggota kepolisian juga meninggal.
"Dua di antaranya yang meninggal anggota kepolisian," ujarnya.
Korban tewas dibawa ke rumah sakit Wafa, RS Teja Husada dan RSUD Kanjuruhan.
Mobil Dinas Polisi Ikut Dirusak dan Dibakar
Kerusuhan suporter usai pertandingan Arema FC vs Persebaya ternyata tidak hanya terjadi di dalam stadion. Kerusuhan juga merembet ke area luar stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Akibatnya beberapa mobil dinas polisi ada yang dirusak dan dibakar.
"Jadi ada pengadangan saat keluar stadion, ada sekelompok perusakan mobil dinas polisi saat mengawal pemain Persebaya Surabaya," kata Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Minggu (2/10/2022).
Menurut Kapolres ada dua titik konsentrasi ribuan orang yang kemudian berbuntut kepada kerusuhan dan perusakan.
Yang pertama kata Kapolres yakni terkait pengadangan kendaraan kawalan pemain Persebaya Surabaya dan penonton yang mencoba merangsek masuk ke dalam stadion.
"Jadi ada dua titik konsentrasi di luar stadion yakni pengadangan pemain Persebaya dan penonton yang mau masuk ke stadion," ujar Kapolres.
(*)