Kamis, 12 Maret 2026

Rusuh Arema vs Persebaya

Jumlah Korban Bertambah Jadi 129 Orang, Bupati Malang Sebut Akan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit

Jumlah Korban kerusuhan di pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya kini meningkat jadi 129 orang.

Tayang:
zoom-inlihat foto Jumlah Korban Bertambah Jadi 129 Orang, Bupati Malang Sebut Akan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit
Kolase TribunGorontalo.com
Kerusuhan di Stadion Kajuruhan, Malang, Sabtu malam. Kejadian berlanjut dengan aksi lempar-lemparan. Ada juga gas air mata yang ditembakan ke tribun penonton. Suporter lari kepanikan, jatuh pingsan dan terinjak-injak. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Jumlah Korban kerusuhan di pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya kini meningkat jadi 129 orang.

Melansir dari TribunJatim.com, korban peristiwa di Stadion Kanjuhuran, Malang itu bertambah dua orang.

"Semula 127 kini bertambah 2 menjadi 129 korban. Iya (dari polisi juga)," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Minggu (2/9/2022).

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menerangkan, kejadian bermula saat laga derbi Jatim itu berakhir dengan kekalahan Arema skor 2-3 oleh Persebaya.

Tak terima kekalahan, fans Arema Malang menerobos masuk ke lapangan untuk menyerang para pemain official Arema Malang.

Akibatnya, dua petugas berjaga pun harus meregang nyawa, demi mengamankan kericuhan.

Pihak kepolisian saat ini belum mengetahui identitas pelaku dan motif mereka berlaku anarkis.

Petugas pun harus menembakkan gas air mata ke kerumunan massa.

Dampaknya, korban berjatuhan bukan hanya terkena pukulan, tetapi sesak napas, bahkan sampai terinjak-injak.

"Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu pintu 10 atau pintu 12."

"Kemudian terjadi penumpukan, di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim pergabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion," ungkap Nico.

Dari sanalah akhirnya para korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat mulai RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Kanjuruhan, hingga ada yang dilarikan ke rumah sakit di Kota Malang.

Beredar di Twitter, Bus official Arema dihujani batu dan botol oleh fans Arema, saat para pemain meninggalkan stadion.

Bupati Malang H. Sanusi didampingi Sekda dan Pejabat Pemkab Malang menjelaskan, para korban di rawat di rumah sakit sepenuhnya akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Malang.

Sanusi meminta pihal Rumah Sakit agar langsung menangani pasien secara intensif tanpa menghiraukan segala biaya korban. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved