Selasa, 3 Maret 2026

Sejak Abad 16, Gorontalo Punya Ideologi Serupa Pancasila Bernama Payu Limo Totalu

Payu Limo Totalu menurut Ali Mobiliu jika diartikan adalah Lima Prinsip dasar yang harus dihayati. Seperti Pancasila, Payu Limo Totalu juga memiliki l

zoom-inlihat foto Sejak Abad 16, Gorontalo Punya Ideologi Serupa Pancasila Bernama Payu Limo Totalu
TribunGorontalo.com
Ilustrasi Pancasila. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Jauh sebelum Indonesia merumuskan pilar ideologi bernama Pancasila, Gorontalo sebagai daerah Utara di lengan Sulawesi, sudah lebih dulu punya. 

Pilar ideologi Gorontalo itu bernama Payu Limo Totalu. Menurut Ali Mobiliu, seorang pemerhati budaya sejarah Gorontalo, ideologi itu dirumuskan sejak abad 16. Sementara Pancasila Indonesia baru dirumuskan pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 melalui sidang pertama BPUPKI. 

Payu Limo Totalu menurut Ali Mobiliu jika diartikan adalah Lima Prinsip dasar yang harus dihayati. Seperti Pancasila, Payu Limo Totalu juga memiliki lima sila. 

Sila pertama, bangusa talalo (bangsa ini harus dijaga). Sila kedua Lipu Podudualo (Negeri ini dibela), Sila ketiga Nyawa Podungalo (Nyawa harus dipertaruhkan untuk Gorontalo). Sila keempat, Batanga pomaya (jiwa dan raga harus diabdikan di Gorontalo), dan sila kelima, Upango potombulu (Harta harus diwakafkan untuk kemanusiaan).

“Itulah lima sila dalam Pancasila di Gorontalo. Jadi masyarakat Gorontalo harus bangga, dan tidak perlu malu sebagai warga yang lahir dari daerah ini,” tegasnya Ali Mobiliu belum lama ini. 

Warga Gorontalo kata Ali harus lebih percaya diri. Tidak minder terhadap keberhasilan daerah lain. Sebab, saat ini pun banyak tokoh-tokoh Gorontalo yang kini sukses di ibu kota.

Paling penting kata dia, sebagai anak daerah, tentu harus melestarikan bahasa daerah. Bahasa lokal Gorontalo mesti digunakan setiap hari tanpa malu. 

“Sekiranya di mana pun berada tetaplah melestarikan Bahasa Gorontalo. Hanya saja kita tidak diberikan ruang sebagai daerah adat,” harap Ali.

Apalagi, Gorontalo jika dibandingkan daerah lain, tidak akan kalah. Misalnya Kerajaan Majapahit sudah punya Sumpah Palapa, Gorontalo juga punya Sumpah Pogambango. Sumpah itu dicetuskan sejak zaman Raja Mooduto di abad 13. 

“Hal ini tentu menjadi spirit kita untuk tetap bangga menjadi masyarakat Gorontalo,” tandas Ali. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved