Ijazah Wisudawati Untuk Jenazah Ibu
Ketua Prodi Kesmas Universitas Negeri Gorontalo: Kurnia Haremba Mahasiswi Berprestasi IPK 3,65
Nia kurnia Heremba adalah mahasiswa baik, komunikatif dan berprestasi.Indek Prestasi Komulatifnya 3,65.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/28092022_Kurnia_Haremba_wisuda_di_depan_jenazah_ibu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Sylva Flora Ninta Tarigan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meniggalnya, Rahmah, ibu kandung wisudawati Kurnia Sari Imo Haremba SKM (23).
"Kami segenap Fakultas Olaraga kesehatan dan prodi kesehatan masyarakat turut berduka atas meninggalnya orangtua Kurnia" Ungkap syilva saat dihubungi TribunGorontalo.com melalui telpon.
Kurnia Sari Imo Sarembah biasa di sapa Nia, adalah mahasiswi jurusan Kesmas, Fakultas Olaraga dan Kesehatan angkatan 2017.
Nia kurnia Heremba adalah mahasiswa baik, komunikatif dan berprestasi.
Baca juga: Rektor UNG Menangis, Wisuda Kurnia Haremba Didahulukan untuk Antar Ijazah dan Jenazah Ibu ke Papua
"Kurnia mahasiswa penerima (ADik) Afirmasi Pendidikan Tinggi," Jelas Sylva.
Nia menurutnya, menghadapi cobaan duka di hari yang seharusnya dia gembira.
Tapi beberapa jam menjelang prosesi wisuda, ibunda tercinta meninggal dunia.
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr Ir Eduart Wolok, ST MT (46 tahun) berair, Rabu (28/9/2022), saat memindahkan kuncir toga wisudawati Kurnia Rahma Sari Imo Heremba SKM (23), di Auditorium UNG, Jl HB Jassin, Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Tangis rektor tak terbendung, dalam sidang pengukuhan dan penyumpahan gelar akademik doktor, magister, profesi, sarjana dan diploma UNG.
Suasana haru begitu terasa saat momen pemindahan kuncir toga Kurnia Haremba.
SKM adalah gelar sarjana kesehatan masyarakat dari Rektorat UNG.
Seremoni pengukuhan gelar sarjana untuk mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesmas UNG untuk Kurnia Haremba, sengaja dipercepat.
Oleh pihak rektorat, wanita berkamata kelahiran Fak-Fak, Papua Barat, didahulukan dibanding 1.397 wisudawan-wisudawati UNG lainnya.
Sejatinnya, Kurnia Haremba ikut proses normal.
Namun, karena rektor tahu, ibu Kurnia, Rahma, meninggal saat persiapan mengikuti seremoni wisuda sarjana putrinya, dia mengambil kebijaksanaan.
“Ini kebahagian yang kita percepat karena kedukaan,” ujarnya.
Kisah tragis menimpa Kurnia Haremba, satu dari 1.398 wisudawan UNG, Rabu pagi tadi.
Ibu kandungnya, Rahmah meninggal dunia, 8 jam sebelum proses wisuda di auditorium Kampus UNG di Kota Gorontalo.
Sang ibu khusus terbang dari Fakfak, Sorong, Makassar dan ke Gorontalo, pekan lalu.
Niatnya menghadiri seremoni wisuda putri bungsunya, Kurnia.
Namun ibunya sakit saat baru beberapa menginp di kost anaknya di Jl Kenangan, Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Dibantu rekan satu kost, Kurnia membawa ibunya ke RS Bunda, Gorontalo, sekitar 500 meter dari kostnya di Wumialo.
Di ruang UGD sang ibu meninggal dunia.
Jelang azan subuh, jenazah lalu dibawah ke kost untuk disemayamkan.
Dengan hati gundah, persaaan sedih, dan mata sembab, pun, Kurnia Haremba tetap hadir proses graduating, pagi harinya.
Saar balik ke kost, dengan seragam kebesaran wisudawan, Kurnia membawa selembar ijazah.
Dia bersimpuh di depan jenazah sang ibu, yang disemayamkan di ruang tengah rumah kost.
Kurnia adalah wisudwati pertama jurusan Kesehatan Masyarakat di Fakultas Olahraga dan Kesehatan, UNG di Gorontalo.
Informasi yang diperoleh TribunGorontalo.com, sore sekitar pukul 16.00 Wita, dipandu pihak kampus dan sahabat, Kurnia membawa ijazah dan jenazah ibunya ke Bandara Udara Djalaluddin Gorontalo, untuk diterbangan ke Makassar sebelum dini hari ini, terbang ke Sorong lalu ke Fakfak.
Jenazah ibu kandung Kurnia sudah terbangkan melalu pesawat, akan dibawa ke kampung halamananya.