Kuliner Gorontalo
Tili Aya Jadi Kuliner Gorontalo Paling Eksklusif, Hanya Dibuat untuk Momen Tertentu
Kuliner Gorontalo berbahan santan, telur, dan gula merah ini meski populer, namun rupanya tidak mudah ditemui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/27092022_Tiliaya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Warga Gorontalo sudah pasti tidak asing dengan kuliner Gorontalo bernama Tili Aya.
Kuliner Gorontalo berbahan santan, telur, dan gula merah ini meski populer, namun rupanya tidak mudah ditemui.
Sebab, kuliner Gorontalo yang memiliki rasa manis ini hanya dibuat di momen-momen tertentu.
Tidak heran, Tili Aya bisa dibilang sebagai kuliner Gorontalo paling eksklusif dan kini masuk warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia.
Tili Aya hanya hadir di meja makan warga Gorontalo di dua momen, biasanya di waktu sahur Ramadhan dan di pelaksanaan tahlilan atau doa arwah. Tahlilan adalah prosesi memanjatkan doa untuk orang yang meninggal.
Seorang Maestro budaya Gorontalo, Abdul Wahab Lihu mengatakan bahwa tidak akan sempurna suatu peradatan di Gorontalo jika tidak ada Tili Aya.
Karena itu, dalam sejarah Gorontalo Tili Aya disebut sebagai makanan favorit para raja yang telah dikenal sejak abad ke-15.
Tili Aya juga menjadi nama salah seorang puteri Raja Ilato yang juga hidup pada abad ke-15.
Puteri Tili Aya bersamaan dengan saudaranya Ntoba menjadi symbol perjuangan melawan bangsa Portugis.
Dulu, warga Gorontalo merasa tidak lengkap santap sahur jika tanpa ada Tili Aya. Ini menyebabkan, meski kesulitan, namun warga Gorontalo tetap akan berusaha menghadirkan Tili Aya di saat sahur Ramadhan.
Kue Tili Aya sengaja dibuat oleh orang Gorontalo terdahulu berfungsi sebagai penahan dahaga ketika awal puasa. Rasanya yang manis disebut mampu membuat warga menahan rasa haus dan lapar yang amat sangat.
Pada acara adat biasanya Tili Aya disajikan sebagai lauk atau pelengkap nasi dan makanan berat lainnya.
Sangat mudah membuat Tili Aya. Bahannya mudah didapat. Cukup dua butir telur ayam kampung, segelas santan dan gula merah, sudah bisa menghasilkan penganan gurih dan manis ini. (*)