Disomasi Perkumpulan Debus Banten, Pesulap Merah Diminta Sungkem ke Sesepuh Kesultanan Banten

Berikut 4 somasi yang dilayangkan Perkumpulan Debus Banten Indonesia (PDBI) kepada Marcel Radhival atau Pesulap Merah: disuruh sungkem sesepuh Banten.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Kolase YouTube Cumicumi | Kompas.com/Wawan H Prabowo
Kolase Foto Kiri: Marcel Radhival alias Pesulap Merah saat memberikan pernyataan soal debus | Foto Kanan: Para pemain debus tampil dalam Festival Debus Banten 2014 di kawasan Mercusuar, Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (23/8/2014). Terbaru Pesulap Merah disomasi oleh Perkumpulan Debus Banten Indonesia (PDBI), simak 4 poin somasinya. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Marcel Radhival alias Pesulap Merah akhirnya disomasi oleh Perkumpulan Debus Banten Indonesia (PDBI).

Somasi ini dilayangkan PDBI karena menilai Pesulap Merah telah menghina dan mencemarkan nama baik debus, seni budaya khas Banten.

Selain itu, PDBI menyebut pernyataan Pesulap Merah tentang debus di konten-kontennya adalah informasi salah yang menyesatkan atau hoaks.

"Kami sampaikan somasi terbuka kepada Marcel, Pesulap Merah," ujar Nuri Lawyer PDBI seperti dilansir TribunGorontalo.com dari video di kanal YouTube Rasis Infotainment yang tayang pada Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Dituding Settingan, Begini Kata Pesulap Merah soal Arena Pembuktian Gus Samsudin di Polda Jatim

Pesulap Merah dituntut untuk meminta maaf, memulihkan nama baik debus, hingga sungkem kepada para sesepuh di Kenadziran Kesultanan Banten.

Adapun Nuri menjelaskan 4 poin permintaan dalam somasi yang dilayangkan PDBI terhadap Pesulap Merah antara lain:

"Somasinya yang kami sampaikan adalah sebagai berikut:

Satu, menutut Saudara Marcel Pesulap Merah untuk meminta maaf akibat ulah perbuatan yang menimbulkan kegaduhan dan terbangunnya persepsi salah tentang debus di masyarakat.

Dua, menutut Saudara Marcel Pesulap Merah memulihkan nama baik seni budaya debus dengan menyatakan tegas bahwa atraksi debus bukan trik dan sulap serta menyatakan debus merupakan warisan budaya Kesultanan Banten yang memiliki filosofi dan nilai-nilai kebaikan yang harus dipertahankan atau dilestarikan.

Tiga, permintaan maaf dan pemulihan nama baik tersebut secara terbuka ditayangkan melalui media sosial, media elektronik, serta media nasional dan lokal yaitu sebanyak minimal 3 media nasional dan 3 media lokal Banten.

Keempat, meminta Saudara Marcel mengakhiri persoalan atau perkara ini dengan menghentikan penggunaan kata debus dalam konten-konten yang dibuat dan didistribusikannya serta datang bersilaturahmi ke Banten, sungkem kepada sesepuh Kenadziran Kesultanan Banten yang tempatnya di Banten lama situs sejarah Kesultanan Banten,"

Baca juga: Begini Perkataan yang Bikin Sandy Tumiwa Laporkan Pesulap Merah dan Dokter Richard Lee ke Polisi

PDBI memberikan waktu 3x24 jam kepada Pesulap Merah untuk memenuhi permintaan-permintaan dalam somasi tersebut.

"Demikian somasi ini ditujukan kepada Saudara Marcel Pesulap Merah untuk dapat ditanggapi kami beri waktu 3x24 jam." ungkap Nuri.

Adapun Ketua Perhimpunan Seni Budaya Indonesia (PSBI) Yangto yang mendampingi PDBI menyatakan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum apabila somasi tersebut tak diindahkan Pesulap Merah.

"Setelah ini kalau memang tidak ada tanggapan baik untuk Debus Banten tentu kami akan melalukan jalur hukum dan akan menindaklanjutinya sesuai dengan prosedur yang ada," tutur Yangto.

"Kalau dia merasa bahwa ini sesuatu yang dianggap sudah benar dia menyampaikan seperti itu ya baru kita akan melakukan upaya hukum," lanjutnya.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved