Imigrasi Gorontalo
Wakil Rektor UNG Puji Layanan Imigrasi: Semakin Mudah dan Approachable
Berbicara dalam program Immigration Goes to Campus itu, Karmila mengaku setidaknya sudah 13 kali ke luar negeri.
Penulis: Redaksi |
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Prof Karmila Machmud, Wakil Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memuji layanan keimigrasian saat ini.
“Saya mau memberikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi, karena migrasi sekarang ini, di zaman sekarang, beberapa tahun terakhir ini semakin approachable,” tegas Karmila saat jadi keynote speech pada Seminar Keimigrasian di Kampus UNG, Kamis (22/9/2022).
Berbicara dalam program Immigration Goes to Campus itu, Karmila mengaku setidaknya sudah 13 kali ke luar negeri.
Pengalaman belasan kali itu tentu memberikannya pengalaman yang cukup banyak. Terutama soal layanan keimigrasian.
Kehadiran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo juga menurut Karmila sudah sangat membantu. Memotong jalur panjang mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan keimigrasian.
“Saya waktu masih mahasiswa, kebetulan mendapat undangan pemuda di Jepang. Tetapi harus mengurusi paspor di Manado (Sulut). Waktu itu belum ada kantor Imigrasi di Gorontalo.” cerita Karmila.
Jarak Gorontalo ke Manado bisa ditempuh dengan perjalanan 16 jam pergi pulang menggunakan mobil. Bisa menggunakan pesawat tapi harus bayar tiket jauh lebih mahal.
Karena itu, hadirnya Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, tentu sangat membantu. Tidak perlu jauh-jauh hanya sekadar mengurus paspor.
Apalagi saat ini, layanan Eazy Paspor yang tambah memanjakan pelaku perjalanan ke luar negeri.
Sebab, pemohon hanya perlu menunggu di rumah, tim imigrasi akan datang dan merekam data diri di tempat pemohon.
“Dengan program Eazy Passport yang kita laksanakan hari ini, gak perlu ngantri di sana (kantor imigrasi). Gak perlu jauh-jauh ke sana, mereka udah datang ke sini, menjemput bola.” tegas dia.
Paling penting saat ini, UNG menurut Karmila tengah concern terhadap program internasionalisasi.
Saat ini UNG tengah mengembangkan banyak program agar semakin dikenal di level internasional. Misalnya baru-baru ini, melaksanakan akreditasi internasional untuk lima program studi.
“Dan ini sangat-sangat membutuhkan dukungan dari imigrasi.” tukas Karmila.
Juga saat ini kata Karmila, UNG tengah menyiapkan para dosen untuk belajar di luar negeri (studi overseas). Ada 70 dosen yang disiapkan dan 11 orang akan diberangkatkan tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/22092022_Prof-Karmila-Machmud.jpg)