Pemerintah Uji Coba Migrasi dari Gas Elpiji ke Kompor

Hal itu seperti yang diungkapkan Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana belum lama ini. 

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Wawan Akuba
Seorang warga Gorontalo tengah menggunakan kompor listrik atau kompor induksi. Penggunaan kompor ini dinilai efisien. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah pusat kini tengah menggodok kebijakan migrasi dari gas elpiji 3 kg ke kompor listrik.  

Hal itu seperti yang diungkapkan Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana belum lama ini. 

Menurutnya, uji coba konversi akan dilakukan di tiga kota, yakni Denpasar, Solo, Sumater. Uji coba akan dilakukan dengan kompor listrik dua tungku dengan kapasitas 1.000 watt.

"Uji coba dilakukan oleh PLN jadi dibuatkan jaringan khusus di rumah untuk kompor," ujar Dadan.

Konversi ini menurut Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dapat menghemat pengeluaran negara hingga Rp 10,21 triliun per tahun.

Itu jika 15,3 juta pengguna LPG 3 kg beralih ke kompor listrik

Sisi penghematan didapatkan negara dari pengurangan impor LPG. Karena itu ia berharap program kompor listrik bisa segera diimplementasikan.

Meski begitu, migrasi LPG ke kompor listrik tidak bisa dilakukan sekaligus. Tahun ini direncanakan ada 300 ribu masyarakat.

Nanti tahun depan ditargetkan 5 juta, hingga akhirnya capai 10 juta per tahun. 

"Ini manfaat program konversi kompor induksi sesuai arahan rapat kabinet terbatas oleh Menko Airlangga. Jadi ini program pemerintah sebagai suatu energi strategi dan policy," jelas Darmawan.(*)

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved