Kamis, 5 Maret 2026

Polisi Gorontalo Ditembak

Breaking News: Polisi di Gorontalo Tertembak Senjata Gas Air Mata

Saat dihubungi via telepon, Kepala SPN Polda Gorontalo, Kombes Pol Agus Widodo, kejadian berpotensi pelanggaran SOP itu terjadi di asrama polisi (aspo

Tayang:
zoom-inlihat foto Breaking News: Polisi di Gorontalo Tertembak Senjata Gas Air Mata
TribunGorontalo.com/Wawan Akuba
Seorang personel Polda Gorontalo dengan senjata pelontar gas air mata saat mengawal unjuk rasa di kantor DPRD Provinsi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Seorang personel polisi di Gorontalo dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Aloei Saboe setelah tertembak senjata gas air mata oleh rekannya, Bripda MRW, Jumat (16/9/2022). 

Personel polisi bernama Bripda Arif Gani itu seketika pingsan setelah gas air mata yang terlontar dari senjata, mengenai kepalanya. 

Saat dihubungi via telepon, Kepala SPN Polda Gorontalo, Kombes Pol Agus Widodo mengaku insiden itu terjadi di asrama polisi (aspol) SPN. 

“Dia (Bripda Arif Gani) mengalami luka robek di kepala. Sehingga itu yang menyebabkan darah mengucur banyak,” ungkap Kombes Pol Agus Widodo, Sabtu (17/9/2022).

Menurut Kombes Pol Agus Widodo, kejadian itu terjadi pada Jumat malam. Kebetulan, Jumat sore itu ada simulasi penggunaan senjata pelontar gas air mata. 

Kejadian bermula saat korban ingin meminjam motor pelaku. Komunikasi berawal dari obrolan Whatsapp. Korban lantas mendatangi pelaku yang saat itu berada di rumah dinas jabatan KA SPN Polda Gorontalo.

Setelah bertemu, keduanya lantas bertolak dari rumah dinas tersebut dan menuju Aspol Blok B No. 3 SPN Polda Gorontalo.

Tiba di aspol, korban bergegas ke dapur untuk memasak mie instan. Sementara di belakang korban ada pelaku yang asik bermain hp. 

Tak tahu, di meja di ruang tamu terletak senjata pelontar gas air mata. Pelaku pun karena iseng, mengangkat senjata tersebut. 

Kejadian nahas bermula dari situ. Rupanya, senjata itu tidak terkunci. Ia tak sadar, moncong senjata hitam itu mengarah ke dapur korban. 

Saat itu, korban yang berada di dapur, tengah berdiri selaras dengan moncong senjata. Korban diketahui membelakangi pelaku yang tak tahu senjata yang dipegangnya tak terkunci. 

Ketika pelatuk ditarik, senjata itu memuntahkan gas air mata hingga mengenai kepala korban. 

Terkena benda tumpul dengan pelontar yang kencang, seketika korban pingsan. Korban dilarikan ke RS Aloe Saboe malam itu juga.

“Korban kemudian langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit Aloei Saboe,” tegas Wahyu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved