Liga 3 Gorontalo: Ternyata Beberapa Pemain Panipi Raya FC Pernah Bela Persidago
Kericuhan terjadi karena tensi tinggi dari permainan Persidago dan Panipi Raya FC sebagai mantan finalis Liga 3 Gorontalo.
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Liga-3-Gorontalo-diwarnai-kericuhan.jpg)
Anan sebagai pelanggar tak terima dengan jatuh-nya penyerang Persidago tersebut. Anan mendatangi Bagoe dengan mengata-ngatinya.
Bagoe pun tak terima dengan perlakuan pemain bertahan Panipi Raya Fc tersebut.
Bagoe sebagai pihak yang dilanggar langsung beradu komentar dengan Anan, sampai badan dari kedua pemain itu bersentuhan dan terjadi adu jotos.
Pertandingan pun dihentikan oleh wasit sebagai pemimpin pertandingan.
Sebagai teman setim, para pemain yang berlaga di atas rerumputan 23 Januari itu mendekati pertikaian tersebut, bertujuan untuk melerai.
Official dan staf pelatih dari kedua tim turut juga melerai pertikaian tersebut, namun pertikaian malah semakin ruwet.
Pertandingan pada sore hari itu diwarnai dengan kericuhan. Kedua tim saling dorong mendorong satu sama lain.
Sampai salah seorang penonton masuk ke lapangan dengan menendang gelandang serang Persidago Mohammad Arya.
Kericuhan pun tak bisa dilerai, official sampai pemain cadangan turut masuk ke lapangan untuk menenangkan keributan tersebut.
Pada akhirnya wasit menghadiahi kartu merah kepada Febriyanto Bagoe dan Anan Abdullah.
Pertandingan pun dinyatakan usai, paska keributan terjadi. (*)