Jumat, 6 Maret 2026

Liga 3 Gorontalo: Ternyata Beberapa Pemain Panipi Raya FC Pernah Bela Persidago

Kericuhan terjadi karena tensi tinggi dari permainan Persidago dan Panipi Raya FC sebagai mantan finalis Liga 3 Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi |
zoom-inlihat foto Liga 3 Gorontalo: Ternyata Beberapa Pemain Panipi Raya FC Pernah Bela Persidago
TribunGorontalo.com/HusnulPuhi
Liga 3 Gorontalo diwarnai kericuhan pemain Persidago dan Panipi Raya FC, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Laga grup B Liga 3 Gorontalo mempertemukan Persidago vs Panipi Raya FC berujung adu jotos di Stadion 23 Januari, Telaga, Selasa (13/9/2022) sore.

Kericuhan terjadi karena tensi tinggi dari permainan Persidago dan Panipi Raya FC sebagai mantan finalis Liga 3 Gorontalo.

Panipi pada akhirnya berhasil kudeta Persidago dan merebut puncak klasemen grup B  Liga 3 Gorontalo.

Beberapa pemain Panipi Raya FC mantan dari Persidago Gorontalo.

Kericuhan terjadi saat pertandingan Panipi Raya vs Persidago, Selasa (13/9/2022) di Stadion 23 Januari Telaga, Kabupaten Gorontalo.
Kericuhan terjadi saat pertandingan Panipi Raya vs Persidago, Selasa (13/9/2022) di Stadion 23 Januari Telaga, Kabupaten Gorontalo. (TribunGorontalo.com)

Diketahui ada 3 pemain yang pernah membela tim laskar menara pada beberapa tahun yang lalu.

Ketiga pemain itu adalah Ismunandar gelandang serang, Zulfikar Hida Kapten kesebelasan, dan Anwar Lasena fullback kiri Panipi Raya FC.

Zulfikar Hida kapten kesebelasan Panipi Raya Fc pernah membela tim laskar menara di musim lalu liga 3 zona gorontalo maupun Nasional.

Ketika itu Zulfikar dipercayakan menjadi gelandang serang milik tim asuhan Romy Malanua.

Sedangkan Ismunandar pemain andalan Romy Malanua dalam mengeksekusi tendangan bebas maupun jarak jauh.

Kemudian untuk Anwar Lasena pemain liga suratin usia 17 milik Persidago Gorontalo.

Ketiga pemain itu sangat berpengaruh untuk Panipi Raya Fc ketika bertanding di tiap pertandingan.

Namun sangat disayangkan, ketika Panipi Raya Fc bertandang ke Persidago sore hari kemarin, kedua tim itu sempat membuat kericuhan di ajang liga 3 putaran daerah.

Kedua tim saling adu jotos di menit-menit akhir pertandingan usai, tepatnya pada menit 81.

Ketika itu Persidago mulai mengejar ketertinggalan angka di papan skor. Anan Abdullah pemain belakang Panipi Raya Fc melakukan pelanggaran terhadap penyerang Persidago Febriyanto Bagoe.

Bagoe pun terjatuh dan wasit meniup pluitnya.

Anan sebagai pelanggar tak terima dengan jatuh-nya penyerang Persidago tersebut. Anan mendatangi Bagoe dengan mengata-ngatinya.

Bagoe pun tak terima dengan perlakuan pemain bertahan Panipi Raya Fc tersebut.

Bagoe sebagai pihak yang dilanggar langsung beradu komentar dengan Anan, sampai badan dari kedua pemain itu bersentuhan dan terjadi adu jotos.

Pertandingan pun dihentikan oleh wasit sebagai pemimpin pertandingan.

Sebagai teman setim, para pemain yang berlaga di atas rerumputan 23 Januari itu mendekati pertikaian tersebut, bertujuan untuk melerai.

Official dan staf pelatih dari kedua tim turut juga melerai pertikaian tersebut, namun pertikaian malah semakin ruwet.

Pertandingan pada sore hari itu diwarnai dengan kericuhan. Kedua tim saling dorong mendorong satu sama lain.

Sampai salah seorang penonton masuk ke lapangan dengan menendang gelandang serang Persidago Mohammad Arya.

Kericuhan pun tak bisa dilerai, official sampai pemain cadangan turut masuk ke lapangan untuk menenangkan keributan tersebut.

Pada akhirnya wasit menghadiahi kartu merah kepada Febriyanto Bagoe dan Anan Abdullah.

Pertandingan pun dinyatakan usai, paska keributan terjadi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved