Menteri Sandiaga Uno Buka Resmi Makassar F8, Ridwan Kamil dan Ketua Apeksi Berbalas Pantun
Tahun 2022, Makassar F8 kelima kali digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Festival Delapan Indonesia.
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Pariwisata-dan-Ekonomi-Kreatif-Sandiaga-Uno-membuka-resmi-Makassar-F8.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Pasca Pandemi Covid-19, Makassar International Eight Festival and Forum (F8) kembali resmi digelar dan dibuka langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (RI), Sandiaga Salahuddin Uno.
Makassar F8 tahun ini merupakan kali pertama dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno.
Tahun 2022, Makassar F8 kelima kali digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Festival Delapan Indonesia.
Pembukaan dihadiri tokoh nasional, seperti Wakil Menteri Desa Budi Arie, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Wali Kota Bogor Bima Arya.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh negara tetangga, seperti Australia, Jepang, Malaysia, Jerman, Perancis, Cheko, Portugal, Singapura, Thailand, dan Kroasia.
“Jadi negara yang hadir delegasi embassy Australia, Jepang, Malaysia, Jerman dan Perancis. Mereka diwakili oleh Konjen atau Konsul Honorary. Kalau Kroasia partisipasinya dalam hal mendukung dan minta untuk dikibarkan benderanya,”ucap Wawan, Direktur F8, Rabu (7/9/2022).
Sebelumnya, empat tokoh nasional menerima badik pusaka dari Tobarania Makassar.
Pusaka itu diberikan langsung Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto dan disaksikan Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani.
Sebagai informasi, Badik merupakan pusaka daerah budaya Makassar, disimbolkan sebagai keberanian, keperkasaan, dan harga diri petarung sejati.
Hal itu sesuai konsep F8 tahun ini yakni Makassar F8 Energy of Recover.
“Energy Of Recovery yaitu kita menampilkan simbol keberanian. Salah satunya badik yang merupakan simbol harga diri dan keberanian," kata Danny.
Para hadirin juga disambut dua tarian dari 500 siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Mereka serentak mengenakan busana merah dipadukan bando kuning keemasan dan siswa mengenakan topi runcing merah tobaraniyya. Sebagian siswi memainkan kain biru, dan tampi atau biasa disebut pattapi.
Di bawah bimbingan Yayasan Anging Mammiri, para penari menampilkan dua jenis tarian yakni Tarian Kreasi (Gabungan Bugis, Makassar, Mandar, Toraja) dan Tarian Kalompoanna Parasanganta.
Tak ketinggalan Kisah Daeng Mangalle juga dituangkan dalam sebuah pertunjukan angngaru untuk para tamu.