Nelayan Leato-Gorontalo Menjerit, Tak Melaut Gara-Gara BBM Mahal
Ibrahim Enteseo, nelayan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo mengaku tambah kesulitan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Nelayan di pesisir Kota Gorontalo menjerit. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bikin biaya operasional ikutan naik.
Ibrahim Enteseo, nelayan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo mengaku tambah kesulitan.
Dalam satu kali melaut, dia biasanya menghabiskan 10 liter pertalite. Kenaikan harga bikin dia harus mengeluarkan biaya Rp100 ribu per satu kali melaut.
Kendati, awalnya di bawah dari angka itu. Apalagi saat ini, hasil tangkapan berkurang. Ikan-ikan harus dikejar hingga ke laut dalam.
Otomatis membebani biaya produksi. Perjalanan perahunya akan lebih jauh. Konsumsi BBM bertambah.
Ibrahim mengaku, ada sedikitnya 200 perahu yang biasanya melaut setiap hari.
Sejak kenaikan harga BBM, hanya separuh yang kini turun melaut. Sisanya mengaku kesulitan di ongkos operasional.
“Ada sekitar 200 perahu ini di sini. 20 perahu di setiap armada. Nah ini tidak separuh yang turun melaut,” ungkap Ibrahim, Rabu (7/9/2022) di pesisir Leato Selatan.
Belum lagi jika harga ikan tidak kompetitif kata dia. Biasanya, sudah melaut dengan operasional yang tinggi, harga ikan malah anjlok.
Hal ini juga menurut dia perlu diatur pemerintah. Tidak ada harga tetap ikan di pasaran.
Ketika jumlah ikan yang masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Gorontalo terlalu banyak (surplus), maka otomatis harga ikan jatuh.
“(Surplus) ikan tidak cuma dari tangkapan nelayan. Ada juga ikan dari daerah lain masuk ke sini (Gorontalo). Bikin hasil tangkapan kita dibeli harga murah,” tegas Ibrahim.
Perlu diketahui, para nelayan tidak melulu membeli BBM di SPBU. Sebab terlalu jauh dan menambah beban operasional.
Namun masalahnya, jika membeli pada pengecer, BBM jenis pertalite kini harganya mencapai Rp12 ribu per liter. Rp2 ribu lebih mahal dari harga SPBU.
Jadi inilah yang lantas membikin nelayan seperti makan buah simalakama.
Harapan Ibrahim satu, pemerintah ikut memikirkan nasib nelayan. Walaupun menaikan harga BBM, mesti meninggalkan solusi yang solutif. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/07092022_harga-BBM.jpg)