OPINI

Kenaikan Harga BBM Subsidi, Alibi Keberpihakan Pemerintah Kepada Korporasi

Alasan utama pemerintah dari kenaikan harga BBM bersubsidi ini adalah untuk mengurangi anggaran APBN.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Deysi Safitri Mangkat, mahasiswa IAIN Gorontalo. 

Penulis: Deysi Safitri Mangkat, Mahasiswa IAIN Gorontalo

BAHAN Bakar Minyak (BBM) menjadi bagian dari kebutuhan pokok masyarakat. Selain sebagai kebutuhan untuk semua kendaraan, BBM juga menjadi sumber pemasukan ekonomi negara.

Sebab itulah negara dengan penghasil minyak bumi menjadi sasaran empuk negara-negara lain untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

Indonesia termasuk target sasaran yang tepat. Mungkin inilah alasan terkuat kenapa pemerintah tanpa pikir panjang lagi mau membuka pintu pasar bebas bagi para korporasi. Berharap keuntungan dari para pencari keuntungan.

Hal ini terlihat dari bagaimana kebijakan pemerintah yang sungguh menyayat hari masyarakat, jelas karena imbasnya adalah sengsara bagi rakyat.

Menteri Koordinator Bidang Investasi dan Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Presiden Joko Widodo akan mengumumkan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar pada waktu dekat. (nasional.kontan.co.id)

Alasan utama pemerintah dari kenaikan harga BBM bersubsidi ini adalah untuk mengurangi anggaran APBN.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, “APBN telah menanggung subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 502 triliun. Nilai tersebut setara dengan 18,21 persen target APBN tahun 2021 yang sebesar Rp 2.750 triliun.”

Sepintas pertimbangannya nampak memperhatikan perekonomian negara. Namun, dibalik kebijakan yang hendak diterapkan ini, sangat jelas pula alur sistem ekonomi yang akan menguntungkan pihak-pihak pemilik modal (kapitalis).

Pengusaha Kapitalis sadar betul bagaimana kondisi negara yang akan dijadikan sasaran bidikan panah pembukan jalan keuntungan besar bagi mereka. Perebutan bisnis Migas di Indonesia tidak bisa dielakan lagi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved