Hacker Jual Data 1,3 Miliar Pengguna Ponsel Indonesia Termasuk Gorontalo Senilai 50 Ribu Dolar
Data 1,3 miliar pengguna ponsel di Indonesia termasuk Gorontalo bocor ke tangan asing. Oleh hacker data dijual seharga 50 ribu dolar.
Ia lantas mencari sampel NIK yang berasal dari daerah tersebut, untuk bisa dilakukan pengecekan melalui situs web tersebut.
"Setahu saya Tangerang menggunakan kode NIK 3671, dan ketika saya cek salah satu sampel, terdapat NIK berikut 3671***** dengan nomor telpon 62812****," jelas Afif ketika dihubungi KompasTekno, Kamis siang.
"Ketika saya periksa, ternyata pada NIK bernama TJ** J**, dan pada GetContact juga terdapat nama tersebut. Sehingga, saya dapat menyimpulkan data yang di berikan masih valid," imbuh Afif.
Meski yakin bahwa NIK dan nomor HP sesuai dengan orangnya, Afif belum bisa memastikan dari mana data tersebut berasal. Jika melihat postingan Bjorka di atas, sang hacker menyisipkan logo Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sehingga kemungkinan data nomor HP ini berasal dari sana.
Data Ribuan Perusahaan di Indonesia Bocor
Kasus dugaan kebocoran data sebelumnya terjadi di Indonesia. Data yang berasal dari ribuan perusahaan di Indonesia, perusahaan asing yang memiliki cabang di Indonesia, yang jumlahnya mencapai ratusan giga.
Data tersebut diperjualbelikan di suatu forum jual beli data di darkweb oleh akun bernama "toshikana" pada 15 Agustus 2022 lalu, dengan judul "347GB Confidential documents of 21.7K Indonesia Companies + Foreign Companies(branch)".
Dalam postingan itu, toshikana mengeklaim bahwa ia memiliki data dari sekitar 177 perusahaan besar (yang pendapatannya di atas 50 juta dolar AS), serta sekitar 21.540 data dari perusahaan yang pendapatannya di bawah 50 juta dolar AS.
Adapun puluhan ribu data perusahaan yang berlokasi di Indonesia tersebut, diklaim termasuk Huawei, Microsoft, AT&T, dan sebagainya, terkumpul dalam dua buah folder yang memiliki ukuran sekitar 347 GB.
Afif Hidayatullah mengatakan bahwa data-data yang dijual toshikana tadiberasal dari situs Administrasi Hukum Umum.
"Kalau itu dari administrasi hukum online yang bocor, https://ahu.go.id/," kata Afif kepada KompasTekno, Jumat (19/8/2022) Menurutnya, berdasarkan sampel dari penjual, ada 21.726 perusahaan dari PT dan CV yang ada di Indonesia. "Bahkan, yayasan juga termasuk," kata Afif.
Dari KTP hingga izin usaha Afif melanjutkan, detail perusahaan yang termasuk dalam kebocoran tersebut mencakup beberapa identitas pribadi karyawan, macam KTP hingga NPWP jajaran direksi dan komisaris, hingga beberapa paspor pengurus perusahaan.
"(Ada juga) NPWP perusahaan, KK pemegang saham, akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan, surat pengukuhan pengusaha kena pajak, pendaftaran perusahaan, izin usaha, laporan keuangan, laba rugi pernyataan, catatan transfer, rekening koran, SPT Tahunan, surat keterangan domisili, rekonsiliasi bank, dan masih banyak lagi," imbuh Afif.
Namun, ia menduga data-data tersebut bocor dari satu server, lantaran memiliki struktur data yang sama. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Data 1,3 Miliar Nomor HP Indonesia Diduga Bocor, Ada NIK dan Nama Operator "