Ketos SMEA Gorontalo Beri Saran Pembangunan IKN ke Suharso Monoarfa

Felaria Pilomonu bercerita, Suharso Monoarfa saat itu memang sempat bertemu ratusan ketua osis (ketos) yang ikut program ISLC tersebut.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Felaria Pilomonu bercerita, Suharso Monoarfa saat itu memang sempat bertemu ratusan ketua osis (ketos) yang ikut program ISLC tersebut. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Betapa senangnya Felaria Pilomonu, ketua osis SMKN 1 Kota Gorontalo (SMEA). 

Sebab, ia bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan/Bappenas, Suharso Monoarfa dalam program Indonesia Student Leadership Camp (ISLC) di Indonesia (UI), 

Felaria Pilomonu bercerita, Suharso Monoarfa saat itu memang sempat bertemu ratusan ketua osis (ketos) yang ikut program ISLC tersebut.

Namun yang ditanya duluan oleh Suharso Monoarfa adalah ketos dari Gorontalo. 

Saat Felaria Pilomonu mengacungkan tangan, Suharso berkata, “Keren ada anak Gorontalo ikut kegiatan ini,” ungkap Felaria Pilomonu menirukan ucapan Suharso Monoarfa saat itu.

Kata Felaria, kehadiran Suharso Monoarfa sebagai pemateri. Menteri berdarah Gorontalo itu membahas pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan.

Kepada Suharso Monoarfa, Felaria Pilomonu mengaku setuju IKN dipindahkan ke Kalimantan. 

Meski masih jadi pro dan kontra, namun pindahnya IKN ke Kalimantan jadi semacam instrument penyetaraan kepulauan.

Melihat jawa yang terlalu padat, maka alternatif Ibu Kota Baru itu bagusnya di Kalimantan.

“Saya sangat pro dengan perpindahan ibu kota ini, di sisi lain para rekan saya kontra dan mencari kesalahan sedangkan saya satu-satunya yang pro,” ungkap Felaria Pilomonu, Selasa (30/8/22). 

Sebelumnya untuk bisa lolos program ISLC, Felaria Pilomonu menulis esai terkait IKN. Judul esainya “Masa depan Yang Kubayangkan”. 

“Esai saya menjelaskan soal IKN, dengan melihat peran generasi di masa depan, terlebih judul esai itu soal IKN yang akan membawa dampak baik bagi ekonomi baru,” tuturnya.

Tidak mudah sebetulnya untuk Ela bisa mengikuti program pelatihan kepemimpinan itu. Sebab, ia harus berjuang keras mencari dana sendiri. 

Siswa kelahiran Bone Bolango tersebut harus berjuang keras. Dirinya baru tiba sehari setelah pembukaan kegiatan ISLC tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved