5 Fakta Baru Scientific Crime Investigation dari Dokter Forensik Jenazah Brigadir J
Hingga Senin (22/8/2022) siang, setidaknya ada lima fakta baru hasil Scientific Crime investigation
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/220822-tim-forensik.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Lima hari setelah pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat, Selasa (12/7/2022) bulan lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta penyidik memerintahkan penggunaan metode Scientific Crime investigation (SCI) dalam penyidikan dan pengungkapan kasus itu.
Hingga Senin (22/8/2022) siang, setidaknya ada lima fakta baru hasil Scientific Crime investigation. Lima fakta itu sekaligus mengungkap pertanyaan Kamaruddin Simanjuntak, pengacara almarhum Brigadir J, dalam sebulan terakhir, sejak kasus ini mencuat ke publik, Selasa (12/7/2022) lalu.
Dari lima fakta baru itu, dua diungkap dr Ade Firmansyah (42), Ketua Tim Forensik Gabungan, sebelum menyerahkan hasil uji forensik jenazah Brigadir J ke tim penyidik Badan Reserse Kriminal (Barekrim) Polri, Jakarta Selatan.
Sementara tiga fakta dan temuan baru lainnya, diungkap terpisah anggota Komnas HAM Choirul Anam serta Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi hukum DPR-RI dengan Menko Hukum dan HAM ex officio Ketua Komisi pengawas Polisi Nasional (Kompolnas) Mahfud MD, sepanjang Senin (22/8).
Apa saja lima fakta baru itu?
PUSLABFOR (dr Ade Firmansyah): dari hasil autopsi kedua, dengan dengan pencahayaan, dan mikroskopik; tidak ada luka-luka di tubuhnya selain luka akibat kekerasan senjata api. Uji forensik kedua digelar dua pekan.
1. Jari Patah Luka Tembakan
Jari manis dan kelingking kiri Yosua yang patah disebabkan adanya lintasan anak peluru. Peluru keluar mengenai jari Joshua. Seolah-olah mirip tersambar.
Dr Ade tak merinci apakah alur tembakan peluru di dua jari itu, sebagai upaya Joshua melindungi diri saat tiga peluru menembus di kepala; Bibir bawah, alis kanan, dan hidung kanan. Tiga anak peluru tembus dari belakang ke depan.
(Tanggal 15 Juli 2022, kepada wartawan Kamaruddin Simanjutak, menyebut setidaknya ada beberapa luka mirip bekas penyiksaan, di jari kelingking dan tengah bahkan seperti patah, kaki, dan dua pergelangan kaki).
Baca juga: Kasus Brigadir J, Tim Forensik: Yosua Meninggal Akibat Luka Tembak di Dada dan Kepala
2. Organ otak pindah ke dada
Tak ada ada organ tubuh jenazah Brigadir J yang hilang. Semua organ tubuh juga sudah dikembalikan ke tubuh.
(Keterangan ini menjawab dugaan pengacara Brigadir J, bahwa organ cairan otak di kepala Joshua dipindahkan ke dada dan perut saat autopsi “mendadak’ Jumat (8/7/2022) malam di RS Polri Kramat Jati, sekitar 5-6 jam usai penambakan.
3. Jejak Digital Perintah Sambo Hilangkan Barang Bukti
Komisioner HAM menyebut temuan l pemeriksaan siber dan digital dari tim Komnas HAM menemukan jejak digital (hasil enkripsi percakapan text dan rekaman suara) tentang perintah Sambo menghilangkan barang bukti.
Komnas mendapatkan foto Joshua di TKP saat baru ditembak.
Dan perintah untuk terkait barang bukti. Nah itu supaya dihilangkan, dan dihilangkan jejaknya itu juga ada," ujar Anam.
"Itulah yang kami meyakini, walaupun ini kami belum simpulkan, meyakini adanya obstruction of justice. Ya menghalangi, merekayasa, membuat cerita, dan sebagainya, yang itu membuat kenapa proses ini juga mengalami hambatan untuk dibuat terang benderang," ujarnya.
(Sebelumnya, Mabes Polri menyebut ada upaya penghilangan barang bukti, menghalang-halangi proses hukum (obstruction of justice) oleh Sambo, termasuk 5 tersangka lain termasuk Putri Chandrawati, Brigadir RR, Bharada E, supir Kuat Ma’ruf, dan 31 personel polisi yang kini ditahan dalam dugaan pelanggaran etik)
Baca juga: Pengacara Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak Mau Adopsi Anak Ferdy Sambo Usia 1,5 Tahun
4. Bharada E Pertama Kali Tembak Manusia
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi mengungkap Bharada Richard Eliezer atau Bharada E tidak pernah menembak manusia sekalipun. Penembakan ke Joshua adalah kali pertama dia menembak manusia.
Diketahui, Bharada E pernah ditugaskan di Poso, Sulteng terkait patroli teroris dan di Manokwari, Papua Barat.
5. Skuad Lama
Skuad Lama yang dimaksud Vera Simanjuntak, pacar almarhum Brigadir J adalah Kuat Ma’ruf.
Akhir Juni 2022 dan Kamis 7 Juli 2022 malam, Joshua mengabari pacaranya, bahwa dia diancam akan dibunuh dan ditembak dari Skuad Lama. Brigadir Yosua tewas dibunuh Jumat 8 Juli 2022.
Sosok 'skuad lama' adalah sopir dan ART istri Irjen Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf, kini tersangka.
"Kami komunikasi dengan Vera dan kami mendapatkan keterangan cukup detail. Memang betul tanggal 7 Juli malam, ada ancaman pembunuhan," ucap Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, dalam rapat dengan Komisi III DPR di gedung DPR, Jakarta, Senin (22/8/2022). (*)