Pemkab Pohuwato
Operasi Bibir Sumbing Ke-2 di Pohuwato, 32 Peserta Ikut
Kata Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, rata-rata yang ikut adalah pasien yang sebelumnya mengikuti operasi tahap I.
TRIBUNGORONTALO.COM, Marisa - Sebanyak 32 pasien bibir sumbing mengikuti operasi di RSUD Bumi Panua, Jumat (19/8/2022).
Operasi bibir sumbing ini adalah yang kedua digelar di bumi panua tersebut.
Sebelumnya, digelar pada awal 2022 lalu.
Pemkab Pohuwato dalam kesempatan ini, kembali menggandeng Universitas Hasanuddin.
Kata Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, rata-rata yang ikut adalah pasien yang sebelumnya mengikuti operasi tahap I.
“Ada ketentuan untuk proses lanjutan bagi yang telah di operasi bibir sumbing atau harus melewati 6 bulan.” katanya.
Saipul berharap, orang tua anak mendukung kegiatan ini.
Maksudnya baik, agar tidak ada warga yang bibir sumbing di Gorontalo.
“Harapan kami menjadikan Pohuwato bebas dari penyakit bibir sumbing ini,” tukas Saipul. (*)
Bibir sumbing atau cleft palate adalah kelainan bawaan. Biasanya penderitanya mengalami celah di bibirnya.
Rata-rata, celah di bibir bisa muncul di kiri, kanan, atau tengah bibir.
Biasanya pula, penderita bibir sumbing disertai munculnya celah di langit-langit mulut.
Ini disebut langit-langit sumbing.
Alodokter menulis, bibir sumbing terjadi sejak bayi dalam janin.
Penyebabnya belum diketahui, namun sejumlah dokter sepakat, bahwa bibir sumbing bisa terjadi akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
Karena itu, ibu yang memiliki keluarga biri sumbing, lebih berisiko melahirkan bayi dengan bibir sumbing pula. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/20082022_Operasi-Bibir-Sumbing.jpg)