25 Tahun Jualan Es Tongtong di Gorontalo, Tugiran Bisa Sekolahkan 4 Anak
Pria 62 tahun asal Solo, Jawa Tengah ini, memutuskan pindah ke Gorontalo sejak 1998 silam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/20082022_Jawa-Tengah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tak peduli panas matahari, Tugiran terus mengayuh sepeda tua miliknya mengintari Kota Gorontalo.
Saban hari, ia menjajakan es tongtong.
Pria 62 tahun asal Solo, Jawa Tengah ini, memutuskan pindah ke Gorontalo sejak 1998 silam.
Kini, dirinya tercatat sebagai warga Kelurahan Tenilo, Kota Barat, Kota Gorontalo.
Saat ditemui di sela aktivitasnya, Tugiran mengaku sangat mempertahankan rasa es krim milik.
Itulah alasan ia kerap putar otak agar harga dan biaya produksi tetap seimbang.
"Sekarang ini yang penting masih bisa dibuat makan, dan hasil harian rata-rata Rp100.000.” cerita Tugiran.
Ia bercerita, meski hanya bejualan es tongtong, namun dari 25 tahun kerja kerasnya itu, sudah mampu membangun rumah.
Dirinya senang, karena akhirnya bisa memberikan hidup yang layak untuk keluarga.
Dari hasil jualan es tongtong, ia sukses menyekolahkan empat anaknya.
Anak pertama akini sudah jadi guru di Bone Pantai, Bone Bolango. Lalu anak keduanya kini jadi asisten apoteker.
Anak ketiganya membantu dia di bekerja, sementara anak paling bungsu masih bersekolah. (*)