Ambisi Manchester United Bakal Sia-sia, Ini 5 Alasan Real Madrid Sulit Lepas Casemiro
Dalam dua hari terakhir, gelandang bertahan Real Madrid, Casemiro dikabarkan berada dalam target Manchester United pada musim panas ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Casemiro-UEFA-Super-Cup.jpg)
Citra Perez semakin memburuk, saat Ia merekrut Thomas Gravessen yang digadang-gadang bisa menebus kesalahannya.
Baca juga: Real Madrid: Dua Catatan Penting Debut Tchouameni dan Rudiger
Alih-alih tampil memukau, Gravessen justru bermain sangat agresif dan tidak terkontrol.
Bahkan, Ia sempat bersitegang dengan Robinho, karena tekel horor Gravessen di sesi latihan tim.
Pemain Swedia itu akhirnya dijual pada tahun 2006. Dan Florentino Perez mengundurkan diri pada tahun yang sama. Setahun setelah itu, Makelele memenangkan Liga Champions bersama Chelsea pada musim 2007/2008.
Sang Presiden bisa saja melakukan kesalahan yang sama, jika berani melepas Casemiro.
Pasalnya, belum ada pemain dalam tim saat ini yang bisa menggantikan perannya.
Tchouameni diharapkan sebagai suksesor Casemiro, masih perlu banyak belajar beradaptasi.
Terakhir kali Ia menggantikan maestro-nya, Real Madrid kewalahan menghadapi tim promosi Almeria di laga pembuka LaLiga.
Baca juga: Real Madrid Temukan Dua Karakter Sergio Ramos dalam Diri David Alaba
Jenderal Lapangan
Pada tahun 2016, Los Blancos akhirnya mendapatkan kembali sosok Makelele dalam diri Casemiro.
Zidane melabeli gelandang bertahan Brasil sebagai the next Makelele di era pertamanya membesut Los Blancos.
Dan terbentuklah trio yang disebut Ancelotti sebagai Segitiga Bermuda.
Ketiga gelandang Madrid itu telah memenangkan 15 gelar untuk Real Madrid.
Kini, masalah Madrid adalah usia ketiga pemain.
Florentino sepertinya menyadari hal itu. Ia sudah mendatangkan pemain muda, seperti Camavinga dan Tchouameni.