Ambisi Manchester United Bakal Sia-sia, Ini 5 Alasan Real Madrid Sulit Lepas Casemiro
Dalam dua hari terakhir, gelandang bertahan Real Madrid, Casemiro dikabarkan berada dalam target Manchester United pada musim panas ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Casemiro-UEFA-Super-Cup.jpg)
Hasilnya? Los Blancos mengalahkan Sporting CP 2-1 di Liga Champions dan Atletico 3-0 dalam derby LaLiga Santander terakhir di Estadio Vicente Calderon dalam sistem itu.
Satu-satunya pengganti alami Casemiro hanya Marcos Llorente.
Dan Real Madrid ditundukkan Espanyol 1-0 kala Llorente bermain. Itu kekalahan pertama Los Blancos tanpa Casemiro.
Sejak saat itu, Zizou tidak lagi mempercayakan posisi itu pada Llorente. Pada akhirnya pemain hengkang ke Atletico pada 2019, musim pertama Zidane di periode keduanya.
Dikutip Marca, dalam 18 pertandingan tanpa Casemiro, El Real meraih 11 kemenangan, enam seri dan satu kekalahan selama waktu itu, mencetak 53 gol dan kebobolan 21 gol.
Makelele jilid II
Pada musim panas 2003, Real Madrid bisa dibilang melakukan salah satu kesalahan terbesar mereka.
Kala itu, Florentino Perez menjual Claude Makelele ke Chelsea.
Alasan Makelele dibiarkan pergi adalah klub tidak mampu memenuhi gaji pemain, sedangkan klub baru saja mendatangkan David Beckham dari Manchester United.
Peran Makelele sebagai anchor-man melindungi empat bek di belakangnya. Faktanya, tidak semua pemain bisa berperan baik di posisi ini.
Setelah pemain Prancis itu pergi, Real Madrid benar-benar dihukum. Florentino Perez tidak mampu merajai Eropa dengan Los Galacticos-nya.
Jika melihat skuad Real Madrid yang dipenuhi mega bintang dunia, sulit untuk percaya mereka tidak memenangkan satu pun tropi Liga Champions.
Padahal di era itu, skuad memiliki Ronaldo Nazario, Zinedine Zidane, Luis Figo, dan Michael Owen.
Zidane sempat mengomentari keputusan Perez melepas Makelele.
“Mengapa menempatkan lapisan cat emas lagi pada Bentley, ketika Anda kehilangan seluruh mesin?” ujar Zidane saat itu.