Capres 2024

Puan Maharani, Prabowo Subianto dan Megawati Swafoto di Istana, Kode Keras 08

Prabowo Subianto diapit Puan Maharani dan Megawati berswafoto di sela perayaan HUT ke-77 Proklamasi RI di Istana Merdeka, Rabu (17/8/2022).

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com/IG puanmaharaniri
Prabowo Subianto diapit Puan Maharani dan Megawati berswafoto di sela perayaan HUT ke-77 Proklamasi RI di Istana Merdeka, Rabu (17/8/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mengunggah foto bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Prabowo Subianto diapit Puan Maharani dan Megawati berswafoto di sela perayaan HUT ke-77 Proklamasi RI di Istana Merdeka, Rabu (17/8/2022).

Puan Maharani menuliskan keterangan foto (caption).

Bersama Menteri Pertahanan RI @prabowo dan Ibu Megawati di Istana Merdeka merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia.

Suasana 17 Agustus dimanapun identik dengan kegembiraan dan kemeriahan, apalagi Pak Menhan baru saja mendapatkan 4 bintang kehormatan pada Senin lalu.

Selamat untuk Pak Prabowo dan Dirgahayu Indonesiaku!

Status Puan Maharani di Instagram puanmaharaniri telah mendapatkan 17.691 like dengan 64 komentar setelah 2 jam per Rabu pukul 17.00 Wita.

Unggahan Puan Maharani itu ditanggapi positif netizen. Berikut beberapa komentar warganet.

iinindraastuti; Ibu Puan dan Bapak Prabowo serta Ibu Mega (love 2 kali) Indonesia Tercinta (bendera Merah Putih)

hadi_m_syahid; Kode keras 08

yonomc99; Prabowo-Puan

rufiabraham; Ka Wakil dulu, abis itu President

almubdyy; Capres-Wapres BRAVO

_iputuwibawa; Aku Suka Pak Prabowo, Karena orang yang Setia.

popbalipop; Bagaimana kalo Bu Puan capres dan Pak Prabowo cawapres.. pasti menangt diatas kertas nih. (tanda love)

masketir.08; prabowo-puan, wah kalo jadi ini sih keren bangett kali ini pilpres yang bisa menyatuhkan bangsa.. bukan pilpres memecah belah

Dari beberapa komentar netizen, ada aspirasi menduetkan Puan Maharani-Prabowo Subianto atau pun sebaliknya Prabowo Subianto-Puan Maharani.

Tak kalah ramai soal kode 08. Kode angka 08 sudah menempel dan identik dengan sosok Prabowo Subianto. Dia sering disebut akan menjadi presiden ke-8 RI.

Wacana menduetkan Puan Maharani dengan Menhan untuk Pilpres 2024 sudah lama.

Namun belakangan meredup setelah terjadi koalisi Partai Gerindra dan PKB.

Peluang kembali terbuka ketika koalisi Gerindra-PKB belum juga mendeklarasikan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Gerindra baru sampai tahap mendeklarasikan Prabowo sebagai capres.

Sinyal 'Queen Maker' PDIP

Kian tipis peluang duet Puan Maharani-Prabowo Subianto atau sebaliknya menuju Pilpres 2024. Penyebabnya, Partai Gerindra telah deklarasikan Prabowo Capres.

Sementara nama Puan Maharani telah digadang-gadang sebagai capres dari PDIP. Meski peluangnya kecil, namun tak ada yang tak mungkin dalam politik.

Isu politik nasional lainnya, Megawati Soekarnoputri disebut hendak menjadi 'queen maker' dengan menggembleng capres PDIP. Meski tak disebutkan siapa capres, namun sinyal kuat untuk Ketua DPR Puan Maharani.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, kecil kemungkinan Gerindra bakal berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

Apalagi, baru-baru ini, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, telah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden di pilpres mendatang.

"Menurut saya tetap sulit kalau PDI-P dengan Gerindra karena logika dari pembagian kekuasaannya agak sulit," kata Yunarto kepada Kompas.com, Minggu (14/8/2022).

Yunarto mengatakan, elektabilitas PDI-P jauh mengungguli Gerindra. Pada Pemilu 2019 lalu, PDI-P menempati posisi puncak dengan perolehan 27.503.961 suara atau 19,33 persen.

Sementara, Gerindra mengekor di urutan kedua dengan mengantongi 17.594.839 suara atau 12,57 persen. Jika melihat elektabilitas tersebut, logikanya, kursi calon presiden menjadi jatah PDI-P.

Sebagai partai penguasa, menurut Yunarto, PDI-P enggan jika hanya mendapat kursi calon wakil presiden.

Sementara, Gerindra telah mendeklarasikan ketua umummya, Prabowo Subianto, maju sebagai capres.

"PDI-P tentu saja tidak mau hanya menjadi cawapres karena partainya lebih kuat. Di sisi lain Pak Prabowo juga tidak mau menjadi cawapres karena memang kapasitasnya adalah capres," ujar Yunarto.

Oleh karenanya, melihat peta politik kini, Yunarto menilai, sulit bagi Gerindra berkoalisi dengan partai berlambang banteng itu.

"Itu yang menyebabkan menurut saya dari awal ketika muncul isu Prabowo-Puan bukan sebuah hal yang mudah untuk dipertemukan," katanya.

Alih-alih dengan PDI-P, lebih mudah bagi Gerindra berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagaimana yang telah diresmikan belum lama ini. Namun demikian, lanjut Yunarto, koalisi-koalisi yang terbentuk saat ini masih sangat mungkin berubah sampai menjelang hari H Pemilu 2024 nanti.

"Apa yang diresmikan sekarang itu kan kalau kita analogikan dalam perkawinan baru lamaran ya, tapi janur kuningnya itu kan akad nikahnya oni kan baru akan dilakukan pada saat resmi pendaftaran KPU (Komisi Pemilihan Umum)," kata Yunarto.

"Dan kita tahu dengan sikap pragmatisme politik dari partai dan elite kita, biasanya sampai masa injury time masih bisa berubah," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto menyatakan bakal mencalonkan diri di Pemilu Presiden 2024. Rencana pencalonan itu telah dideklarasikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerindra yang digelar 12 Agustus kemarin.

“Dengan ini saya menyatakan bahwa dengan penuh rasa tanggung jawab saya menerima permohonan saudara untuk bersedia dicalonkan sebagai calon presiden Republik Indonesia,” kata Prabowo dalam Rapimnas Gerindra yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/8/2022).

Selain deklarasi Prabowo sebagai capres, dalam Rapimnas kemarin juga dilakukan peresmian koalisi Gerindra-PKB.

Megawati Disebut Hendak Jadi "Queen Maker"

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor menilai, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hendak menunjukkan diri sebagai "queen maker" pada Pemilu Presiden 2024.

Ini terlihat dari pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto yang menyebut bahwa Megawati tengah menggembleng calon presiden (capres) dari partai banteng.

"PDI-P ingin menunjukkan bahwa Bu Mega adalah queen maker. Jadi ingin memberikan sinyal bahwa (capres PDI-P) ini hasil keputusan dan hasil didikan seorang Ibu Megawati," kata Firman kepada Kompas.com, Senin (15/8/2022).

Sementara itu, nama Puan Maharani terus menguat sebagai capres. Sejumlah daerah ramai mengusulkan Ketua DPR itu sebagai capres dari PDIP.

Menurut Firman, PDI-P saat ini sebenarnya telah mengantongi sejumlah nama kadernya yang masuk dalam radar capres.

Hanya saja, nama-nama tersebut belum diumumkan ke publik kendati beberapa partai telah mengumumkan koalisi, bahkan ada yang telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden.

Penggemblengan beberapa kandidat capres PDI-P, menurut Firman, untuk memastikan bahwa sosok tersebut betul-betul sesuai dengan figur pemimpin yang diinginkan Megawati.

"Kalau di PDI-P itu kan istilahnya harus tegak lurus, sistem komando. Ini untuk mencegah ada satu figur yang keluar dari selera Bu Mega, apakah itu selera pemikiran, selera attitude, maupun selera kecenderungan koalisi nantinya," ucap Firman.

Firman berpendapat, penggemblengan capres PDI-P juga menunjukkan bahwa partai pimpinan Megawati itu masih butuh waktu untuk menentukan nama capresnya.

Sebagai satu-satunya partai yang memenuhi presidential threshold, Firman menilai wajar jika PDI-P tak terburu-buru soal nama capres.

Sebab, sebagai partai penguasa, bukan tidak mungkin keputusan PDI-P soal capres kelak akan menarik partai-partai lain bergabung, kendati diumumkan pada detik-detik terakhir pendaftaran capres.

"Penggembelengannya ini saya kira muatannya adalah agar nanti seluruh kader PDI-P solid di bawah orang ini karena dia sudah direstui Bu Mega," kata Firman.

Sejauh ini, menurut Firman, capres PDI-P masih berkutat pada dua nama, antara Ketua DPP PDI-P Puan Maharani atau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sejak beberapa bulan terakhir, tampak upaya PDI-P mendongkrak elektabilitas Puan. Namun, elektabilitas putri Megawati itu belum juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Oleh karenanya, lanjut Firman, waktu setahun ke depan masih akan dimanfaatkan oleh PDI-P mendorong elektabilitas Puan, sembari mempertimbangkan nama lain yang elektabilitasnya lebih menjanjikan.

"Kalau (capres) diumumkan last minute sekali, pasti akan memunculkan sosok yang elektabilitasnya tinggi," kata Firman.

"Tapi kalau dia munculkan tidak last minute, mungkin akan diupayakan untuk mencari sosok yang tidak terlalu tinggi elektabilitasnya, tapi masih bisa diupayakan dengan deal-deal politik," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto membeberkan bahwa partainya tak tinggal diam menjelang Pilpres 2024.

Salah satu yang diakuinya, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri turut memberikan bimbingan bagi kader-kader capres.

“Untuk Pilpres, semua baru digembleng oleh Ibu Megawati. Kan (pendaftaran capres) masih Agustus tahun depan,” kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (14/8/2022).

Hasto menyebutkan, partainya punya banyak calon pemimpin. Mereka dihasilkan lewat sekolah partai dan pendampingan oleh para kepala daerah yang telah berhasil.

“Kader PDI Perjuangan banyak. Ada Mas Bobby (Bobby Nasution, Wali Kota Medan) di Kota Medan, Pak Rapidin (Ketua DPD PDI-P Sumut) juga kader hebat membawa kemajuan daerah,” ucap dia.

(*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved