Lagu Binthe Biluhuta, Diciptakan Anak Gorontalo, Dipopulerkan Artis Batak, Jadi Lagu Nusantara 1990

Rusu adalah ahli balistik dan bekerja hingga pensiun di Puslabfor Mabes Polri. Kala itu, Republik Indonesia baru berusia 30 tahun.

Editor: Thamzil Thahir
dok_facebook_Rusdin_palado
RUSDIN PALADO - Foto dokumen penampilan Rusdin Palado, pencipta lagu Binthe Biluhuta tahun 1980-an. Rusdin Palado (1947-2011) sebagai penerima Rise Award 2021 dari musisi dan seniman asal Gorontalo, pada Desember 2021 lalu. Fredy Palado, putra Rusdin menerima penghargaan ini mewakili keluarga di sebuah resto di Telaga Biru, Kota Limboto, Gorontalo. 

GORONTALO, TRIBUN-GORONTALO.COM - Binthe Biluhuta dieja Binde Biluhuta, lagu daerah asal Gorontalo, tetiba kembali viral setelah dilantunkan di Istana Negara pada Peringatan HUT 77 Republik Indonesia, Rabu (17/8/2022).

Lagu ini ternyata diciptakan Rusdin "Rusu" Palada (1947-2011), seniman khas Gorontalo ternama asal Suwawa, Bone Bolango, sekitar 15 km timur Kota Gorontalo.

Rusu melalui anaknya, Fredy Palada, sendiri oleh kelompok musisi Gorontalo, pada Desember 2021, di Telaga Biru, diberi penghargaan oleh Rise sebagai musisi dan seniman legendaris Gorontalo.

Rusdin Palado_Rise_Award_2021
RUSDIN PALADO - Surat udangan penetapan seniman asal Gorontalo Rusdin Palado (1947-2011) sebagai penerima Rise Award 2021 dari musisi dan seniman asal Gorontalo, pada Desember 2021 lalu. Fredy Palado, putra Rusdin menerima penghargaan ini mewakili keluarga di sebuah resto di Telaga Biru, Kota Limboto, Gorontalo.

Lagu ini diciptakan dan di-arransmen oleh Rusu, di ibukota negara, DKI Jakarta tahun 1975.

Rusu adalah ahli balistik dan bekerja hingga pensiun di Puslabfor Mabes Polri.

Kala itu, Republik Indonesia baru berusia 30 tahun.

Baca juga: Lagu Binte Biluhuta Dinyanyikan 131 Putra-Putri Se-Indonesia di Istana Jakarta

Baca juga: Ini Alat Musik 21 Personel Korps Musik Korem 133 NW-Gorontalo saat Meriahkan Upacara HUT 77 RI

Adalah penyanyi asal Batak, Pematang Siantar, Sumatera Utara, Eddy Silitonga (1949-2016) yang kemudian mempopulerkannya, tahun 1986,

Ini setelah lagu Binte Biluhuta ini masuk dalam buku resmi panduan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dari BP7 Pusat di Jakarta.

Bahkan Eddy yang lahir pada 17 Januari 1949 sampai dua kali melantunkan kalimat "timi idu bele dila tamotolawa" ( ‘tidak ada yang mau ketinggalan’.)

Penyanyi asal Pematang Siantar, Sumatra Utara, berciri khas suara tinggi melengking, terdengar begitu pas melantunkan lagu dengan panjang 32 birama pada tempo 4/4 ini.

Tahun 1990, lagu karya anak Suwawa ini pun akhirnya ditetapkan dan disahkan sebagai lagu nasional oleh P & K (kementerian pendidikan dan kebudayaan) serta badan pembinaan pendidikan pelaksanaan pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (BP7).

RUSDIN PALADO - Foto dokumen penampilan mendiang Rusdin Palado tahun 1980-an sat menampilkan karya seni khas Gorontalo. 
 Rusdin Palado (1947-2011) sebagai penerima Rise Award 2021 dari musisi dan seniman asal Gorontalo, pada Desember 2021 lalu. Fredy Palado, putra Rusdin menerima penghargaan ini mewakili keluarga di sebuah resto di Telaga Biru, Kota Limboto, Gorontalo.
RUSDIN PALADO - Foto dokumen penampilan mendiang Rusdin Palado tahun 1980-an sat menampilkan karya seni khas Gorontalo. Rusdin Palado (1947-2011) sebagai penerima Rise Award 2021 dari musisi dan seniman asal Gorontalo, pada Desember 2021 lalu. Fredy Palado, putra Rusdin menerima penghargaan ini mewakili keluarga di sebuah resto di Telaga Biru, Kota Limboto, Gorontalo. (dok_keluarga_rusdinPalado/fb)

Apa arti atau makna lagu daerah ini?

Dalam Bahasa Indonesia Binte berarti jagung. Orang Gorontalo sering menyebut dengan Milu.
Sedangkan Biluhuta artinya disiram.

Ini artinya jagung yang disiram air mendidih yang sudah diberi bumbu, bawang putih, merica, garam, dan campuran ikan kukus atau udang.

Itulah kenapa di Gorontalo, Milu Siram jadi kuliner khas.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved