Muhaimin Lontarkan Isu Menjegal Koalisi Gerindra-PKB, Begini Tanggapan Elite PKB
Upaya menjegal kerja sama (koalisi) Partai Gerindra dan PKB dicurigai berasal dari internal partai maupun eksternal partai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/160822-Muhaimin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Koalisi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diwarnai isu penjegalan.
Upaya menjegal kerja sama Partai Gerindra dan PKB dicurigai berasal dari internal partai maupun eksternal partai.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pertama kali melontarkan isu penjegalan koalisi Gerindra-PKB pascadeklarasi kerja sama politik kedua parpol.
Menurut Ketua DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal, pihak-pihak yang berusaha menjegal PKB untuk berkoalisi dengan Gerindra bisa berasal dari partai politik maupun luar parpol.
Sebelumnya, Muhaimin mengungkapkan ada pihak yang berusaha menjegal PKB berkoalisi dengan Gerindra.
"Bisa dari parpol, luar parpol juga. Kita tidak menuduh seseorang. Dinamika biasa lah," kata Cucun ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022) sebelum Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD.
Cucun menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa dalam dinamika berpolitik.
Menurut Cucun, wajar jika ada pihak yang suka atau tidak dengan keputusan politik PKB yang berkoalisi dengan Gerindra.
"Dinamika ini hal yang wajar. Kalau misalkan kami sudah lebih dulu berkoalisi dengan Gerindra dan Pak Prabowo dan Pak Muhaimin akan menyatu, pasti ada pihak-pihak yang menginginkan ini tidak terjadi," jelasnya.
Ia mengatakan, pihak itu berusaha melakukan manuver dengan berbagai cara agar koalisi PKB-Gerindra tidak berjalan mulus.
Akan tetapi, Cucun menegaskan, upaya penjegalan itu gagal. Sebab, PKB-Gerindra disebut sudah berkomitmen untuk koalisi.
"(Koalisi PKB-Gerindra) betul-betul punya landasan dari sikap yang sama bagaimana buat kesinambungan dari pemerintah ini. Biar, apa yang sudah dilakukan, prestasi-prestasi pak Jokowi ini bisa ada berkelanjutan," pungkasnya.
Sebelumnya, dikutip Tribunnews.com, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku ada banyak pihak yang berusaha menjegal PKB untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra.
Hal itu diungkapkan Cak Imin usai meneken Memoratorium of Understanding (MoU) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022).
"Pak Prabowo dan seluruh jajaran yang saya cintai dan saya banggakan. PKB sebelum jalan ke sini banyak yang mengganggu dan mengharapkan kita tidak jadi berangkat ke sini," kata Cak Imin.
Kendati demikian, Cak Imin tidak menyebutkan siapa pihak-pihak yang berupaya menjegal PKB untuk berkoalisi dengan Gerindra tersebut.
Muhaimin Minta Relawan Rapatkan Barisan
Muhaimin Iskandar langsung tancap gas merapatkan barisan relawan untuk Pemilu 2024.
Hal itu dilakukannya satu hari setelah deklarasi koalisi Gerindra-PKB, Minggu (14/8/2022) dalam acara Gus Muhaimin Fest The Next 2024 di Arcamanik Sport Center, Bandung.
"Kita hadir di sini untuk menguatkan kembali niat baik kita bersama untuk melihat Indonesia lebih baik. Kerja dan pengabdian kita semua untuk memperbaiki nasib kita semua di masa depan,” kata Muhaimin dalam keterangannya, Minggu.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menyerukan agar para pendukung dan relawan menata niat untuk bekerja demi Indonesia lebih baik.
Niat ini dinilai penting agar semua kerja-kerja politik untuk meyakinkan rakyat tidak salah arah.
Dia mengungkapkan, tiga tahapan kerja politik yang harus dipahami oleh para pendukung dan relawannya.
Pertama, niat tulus untuk Indonesia lebih baik. Kedua, memenangkan kontestasi Pemilu 2024 baik pada Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres).
Ketiga, jika terpilih menjadi presiden atau wakil presiden, Muhaimin akan membentuk kabinet yang berorientasi pada kepentingan Indonesia.
”Kabinet yang bekerja bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi untuk Indonesia,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPR itu juga meluncurkan mini album berisikan karya-karya para seniman dan artis dari Jawa Barat.
Menurutnya, industri kreatif ke depan harus selalu mendapatkan dukungan sehingga mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
“Di banyak negara, industri kreatif bisa menjadi penghasil devisa sekaligus sebagai sarana diplomasi seperti K-Pop dari Korea. Ke depan industri kreatif yang saat ini mulai tumbuh harus kian diberikan pendampingan sehingga bisa sejajar dengan bidang-bidang profesional lainnya,” tutur Cak Imin.
Diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Muhaimin menandatangani piagam deklarasi koalisi.
Penandatanganan itu menandakan kedua partai politik (parpol) tersebut secara resmi telah menjadi koalisi untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Penandatanganan berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022).
Setelah proses penandatanganan selesai, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid bergantian membacakan beberapa poin piagam deklarasi koalisi salah satunya soal penentuan calon presiden dan calon wakil presiden (cawapres).
Adapun piagam deklarasi koalisi itu berisi lima poin kerja sama yang disepakati kedua partai politik (parpol) tersebut yaitu:
1. Dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkesinambungan Partai Gerindra dan PKB bekerja sama dalam pemilu serentak tahun 2024.
2. Kerja sama Partai Gerindra dan PKB didasarkan pada visi bersama agar terjadi percepatan pembangunan untuk Indonesia secara berdaulat, adil, makmur, sejahtera, dan aktif mendorong terciptanya perdamaian dunia.
3. Kerja sama Partai Gerindra dan PKB dilatarbelakangi keinginan menyatukan dua kekuatan besar di Indonesia yakni nasionalis dan religius untuk menghindari polarisasi masyarakat pada Pemilu tahun 2024 dan dapat membuka koalisi dengan partai politik lain atas persetujuan kedua belah pihak.
4. Calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung oleh kerja sama politik Partai Gerindra dan PKB akan ditentukan secara bersama-sama oleh Ketua Dewan Pembina/ Ketua Umum Partai Gerindra H Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB H. Abdul Muhaimin Iskandar.
5. Kesepakatan kerja sama Partai Gerindra dan PKB ditindaklanjuti dengan kerja politik bersama untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang disepakati.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua DPP PKB soal Ada Upaya Jegal Koalisi dengan Gerindra: Bisa di Luar Parpol, Bisa Bukan"