Sabtu, 14 Maret 2026

Covid 19 Gorontalo

Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sultra Catat Nol Kasus Baru: Sebaran 5.926 Kasus Covid-19 Indonesia

Ke-4 provinsi yang nol kasus Covid-19 itu, yakni Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sultra Catat Nol Kasus Baru: Sebaran 5.926 Kasus Covid-19 Indonesia
Kolase TribunGorontalo.com
Tes Covid-19. Ke-4 provinsi yang nol kasus Covid-19 itu, yakni Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Sebanyak 4 provinsi termasuk Gorontalo di Indonesia mencatat nol kasus Covid-19 pada Rabu 10 Agustus 2022 hari ini.

Ke-4 provinsi yang nol kasus Covid-19 itu, yakni Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Selain 4 provinsi nol kasus di antaranya Gorontalo, Indonesia mencatat tambahan kasus positif sebanyak 5.926 kasus pada Rabu hari ini.

Dibandingkan dengan data pada Selasa kemarin 6.276 kasus, jumlah kasus hari ini mengalami penurunan.

Dengan penambahan kasus positif sebanyak 5.926 hari ini, maka total kasus positif Covid-19 menjadi 6.261.605 kasus.

Sementara itu DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi, yakni 2.224 kasus.

Baca juga: Gorontalo Nol Kasus Baru Covid-19 pada Kamis 4 Agustus 2022: Sulut-Sulteng 21 Kasus

Di posisi kedua ada Jawa Barat dengan kasus positif sebanyak 1.469 kasus, kemudian disusul Banten dengan 767 kasus.

Jawa Timur menempati posisi keempat dengan 468 kasus dan di posisi kelima ada Jawa Tengah dengan 181 kasus.

Alasan Booster Belum Jadi Prioritas

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) Mohammad Syahril mengungkapkan, alasan pihaknya belum memprioritaskan pemberian booster Covid-19 untuk anak dan remaja.

"Jadi sekarang ini prioritas kita adalah vaksin booster pertama untuk seluruh masyarakat. Vaksin ini baru tercapai 28 persen per hari ini, kita minimal 50 persen. Jadi tolong disampaikan risiko ini ke masyarakat," kata dia saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2022).

Lebih lanjut, vaksin booster anak sampai saat ini masih dalam tahap kajian.

"Untuk anak-anak masih dalam kajian," tuturnya lagi.

Begitu pula dengam vaksin booster untuk remaja.

Meski BPOM telah menerbitkan vaksin booster homolog Pfizer untuk usia 16-17 tahun namun perlu dipertimbangkan dengan matang pemberian booster tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved