Adat & Sejarah Gorontalo
Prosesi Adat Molonthalo di Gorontalo, Begini persiapannya
Namun, tidak semua masyarakat, tahu bagaimana dan apa saja yang perlu disiapkan dalam adat Molonthalo di Gorontalo ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/882022_Molonthalo_.jpg)
"Pada acara itu, seorang Ibu meneruskan pertanyaan Hulango atau bidan kampung kepada imam yang membaca doa salawat sembari menanyakan sudah berapa bulan usia perutnya (Ma Ngolo Hula),"tuturnya.
Adat Molonthalo dari Gorontalo sebetulnya dalam dunia modern dikenal USG atau ultrasonografi.
Bedanya dengan USG, adat Molonthalo hanya dilakukan pada usia kandungan tujuh bulan. Juga, biasanya hanya khusus untuk anak pertama dari pasangan suami istri (pasutri) di Gorontalo.
Dalam logat Gorontalo-Manado, adat Molonthalo ini juga kerap disebut “raba-raba puru”. Secara etimologi, raba-raba adalah menyentuh atau mengusap-usap, dan puru adalah perut.
Dan memang, adat Molonthalo di Gorontalo ini dilakukan oleh seorang Hulango atau bidan tradisional. Dalam prosesinya, ia akan mengusap-usap perut wanita hamil dengan air yang sudah dibacakan doa sebelumnya.
Secara filosofi, alasan adat Molonthalo di Gorontalo hanya dilakukan pada anak pertama, karena anak pertama biasanya adalah keturunan pertama dan menjadi harapan kedua orang tuanya. (*)