Pilpres 2024
Daerah Ramai Usung Capres Puan Maharani: Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar Kompak
Kini konstelasi berubah. Puan Maharani diaspirasikan maju calon presiden (papres). Prabowo dan Muhaimin Iskandar pun semakin mesra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/080822-puan-prabowo-muhaimin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dinamika politik nasional lari kencang saat pendaftaran partai politik peserta pemilu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Puan Maharani sempat disebut kans kuat dampingi Prabowo Subianto.
Kini konstelasi berubah. Puan Maharani diaspirasikan maju calon presiden (papres). Prabowo dan Muhaimin Iskandar pun semakin mesra.
Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar dijadwalkan mendafkatkan Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke KPU. Sementara deklarasi relawan Puan Maharani semakin ramai di berbagai daerah.
Baca juga: Jadi Vote Getter Puan Maharani, Hensat: Ganjar Pranowo Akan Dikenang PDIP
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto disebut akan berangkat bareng menuju kantor KPU untuk daftar menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
PDIP, partai politik Ketua DPR RI Puan Maharani sudah lebih dulu mendaftar. Partai yang membawa Puan Maharani ke Senayan itu mendaftar pertama saat pembukaan pendaftaran peserta Pemilu 2024.
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Syaiful Huda mengungkapkan, Cak Imin sapaan Muhaimin, dan Prabowo akan berangkat bersama ke Kantor KPU dari Masjid Sunda Kelapa.
“Pemilihan masjid sebagai titik tolak keberangkatan ini sama semangatnya dengan pemilihan waktu pendaftaran di 10 Muharam yang juga merupakan hari baik dan mempunyai makna besar terhadap titik tolak kemenangan para tokoh besar dunia,” kata Huda kepada Kompas.com, Minggu (7/8/2022).
Baca juga: Jajak Pendapat: Puan Maharani Menjadi Penentu Kemenangan Pilpres 2024
Huda menuturkan, masjid dipilih menjadi titik mula ini merupakan penanda bahwa tengah ada kerja sama politik yang dilakukan kedua partai dengan tujuan sepenuhnya untuk kemaslahatan rakyat Indonesia.
Ketua Komisi X DPR RI ini berharap, pendaftaran bareng ini juga jadi awal kerja sama politik antara keduanya yang lebih konstruktif di masa depan.
Selain itu, pemilihan Masjid Sunda Kelapa sebagai titik keberangkatan dua partai ini mempunyai banyak makna. Antara lain, Partai Gerindra dan PKB terinsipirasi dari filosofi masjid legendaris tersebut.
Adapun Masjid Sunda Kelapa berbentuk perahu yang menyimbolkan bahwa pelabuhan Sunda Kelapa dahulunya merupakan tempat terkenal untuk berdagang sekaligus tempat penyebaran Islam yang paling pesat pada masanya.
“Titik tolak dari Masjid juga untuk mengingatkan kader Gerindra dan PKB bahwa perjuangan politik merupakan implementasi nilai-nilai luhur agama agar kita manusia selalu berupaya menciptakan peluang-peluang lebih besar bagi kemaslahatan rakyat Indonesia,” kata Huda.
Baca juga: Tanpa Pencitraan: Ini Kekuatan Riil Puan Maharani sebagai Kandidat Capres 2024
Huda mengungkapkan bahwa akan ada sekitar 1.000 kader kedua partai yang akan ikut prosesi pawai dari Masjid Sunda Kelapa menuju Kantor KPU yang jaraknya kurang dari 1 kilometer. Pawai ini akan diiringi marching band yang akan membawakan lagu-lagu perjuangan.
Nantinya, Cak Imin dan Prabowo akan ikut bergabung dalam pawai tersebut. “Pendaftaran Gerindra dan PKB sebagai peserta Pemilu ini akan dipimpin langsung oleh Pak Bowo dan Gus Muhaimin. Ini juga sebagai penanda kian seriusnya kerja sama politik dari kedua belah pihak,” kata Huda.
Sementara itu Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan, Prabowo dan Muhaimin dijadwalkan hadir bersama di Kantor KPU.
Dasco menegaskan, kehadiran Prabowo dan Muhaimin Iskandar secara langsung untuk mendaftar sebagai peserta pemilu merupakan bentuk keseriusan dua partai politik itu dalam menjalin koalisi.
Kehadiran dua pimpinan partai secara bersama-sama itu juga sebagai bentuk keseriusan bekerja sama menghadapi pemilu yang akan datang.
Baca juga: Prabowo-Ganjar-Anies Unggul Survei jika Berpasangan dengan Puan Maharani
Adapun hingga kemarin, sebanyak 14 partai politik mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024. Sepuluh dari 14 partai politik itu berkas pendaftarannya dinyatakan lengkap.
Partai-partai yang berkasnya lengkap yakni:
PDI-P,
Partai Keadilan Persatuan (PKP),
Partai Keadilan Sejahtera (PKS),
Partai Bulan Bindang (PBB),
Partai Persatuan Indonesia (Perindo),
Partai Nasional Demokrat (Nasdem),
Partai Kebangkitan Nusantara (PKN),
Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda),
Partai Demokrat,
Baca juga: PDIP Cenderung Pilih Tokoh NU: Puan Maharani-Gus Yahya-KH Marsudi Berpeluang
Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora).
Empat belum lengkapi dokumen yakni
Partai Reformasi,
Partai Rakyat Adil Makmur (Prima),
Partai Negeri Daulat Indonesia (Pandai)
Partai Demokrasi Rakyat Indonesia (PDRI)
Jagokan Puan Maharani
Sosok capres yang akan ditentukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri masih tanda tanya. Puan Maharani dan Ganjar Pranowo paling sering disebut.
Belakangan figur Puan Maharani ramai di publik. Relawan dari sejumlah daerah mendeklarasikan Puan Maharani Presiden 2024.
Relawan Puan Maharani muncul di Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Daerah ramai-ramai mendukung Ketua DPR RI Puan Maharani maju Pilpres 2024.
Baca juga: Daerah Makin Masif Suarakan Puan Maharani Presiden 2024
Ekonom senior Rizal Ramli ikut menanggapi peluang capres dari PDIP. Rizal menyebut Megawati tak akan mengusung Ganjar di Pilpres 2024.
Rizal sampaikan itu dalam diskusi Perspektif Politik bertajuk 'Dilema Jokowi, Antara Politik Relawan dan Politik Partai' secara virtual, Rabu (3/8/2022) malam.
Awalnya, Rizal menyinggung bahwa dukungan atau endorsement Presiden Jokowi (Jokowi) terhadap para capres tidak akan efektif.
"Poin saya, apapun kita kan mau tanya bisa efektif enggak nih Jokowi sebagai endorse? Menurut saya enggak. Apa sih yang bisa tidak efektif? Karena satu, tidak punya partai, Jokowi, PDIP bukan," ucap Rizal.
Lantas, Rizal menyebut nama Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP Ganjar Pranowo.
Dia menilai Ganjar tak akan didukung Megawati untuk maju di Pilpres 2024.
"Bahkan calon yang digadang-gadang sebagian orang. Ganjar itu enggak bakal mungkin PDIP dukung karena Mbak Mega tahu, Ganjar kan bonekanya Luhut (Luhut Pandjaitan). Masak Mbak Mega dukung Luhut, yang benar aja," ujarnya.
Lebih lanjut, Rizal menilai endorsement Jokowi untuk banyak orang terutama para tokoh potensial yang ada di kabinetnya tak akan efektif.
"Yang kedua, yang namanya endorsement yang efektif hanya buat satu orang. Tapi kalau endorsement buat banyak orang, kepada Sandi, kepada Erick, kepada Ganjar, kepada apa... Itu tidak akan efektif karena dukungan seperti itu sangat cair, pasti tidak akan efektif hasilnya," tandasnya.
Baca juga: Lima Figur Capres 2024: Puan Maharani Termuda, Prabowo Subianto Paling Populer
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai bahwa pernyataan Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto agar partai lain tidak membajak Ganjar bukan mengartikan bentuk dukungan dari PDI-P terhadap Ganjar.
Sebaliknya, Dedi menilai dukungan penuh elite PDI-P akan tetap jatuh kepada Ketua DPP PDI-P sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani.
"Bukan berarti bahwa pernyataan Hasto memungkinkan PDI-P mengusung Ganjar. Saya kira prioritas PDI-P tetap saja mengusung Puan Maharani, kalau dilihat dari sisi potensi, dari sisi peluang keterusungan, hingga dari sisi kapasitas Puan Maharani secara nasional hari ini," kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/6/2022).
Dedi mengatakan, meski begitu pernyataan Hasto menunjukkan bahwa PDI-P tetap mempertahankan Ganjar sebagai kader.
Namun, terkait Ganjar akan diusung pada Pilpres, Dedi belum melihat hal tersebut.
"PDI-P dalam konteks mempertahankan Ganjar mungkin iya, tetapi untuk konteks mengusung Ganjar belum tentu," ujar dia.
Di sisi lain, pernyataan tersebut juga dapat diartikan bahwa Hasto meminta semua kader PDI-P solid dan merapatkan barisan.
Terkait dengan Ganjar, Hasto menegaskan bahwa ia tetap kader PDI-P dan tidak ada partai politik yang bisa merebutnya.
"(Hasto) meminta supaya parpol lain untuk tidak melakukan manuver manuver atau menggoda dari kader PDI-P," ucap dia.
Sementara itu, menurut Dedi, PDI-P besar kemungkinan tetap mengusung Puan pada kontestasi Pilpres.
Alasannya, meski elektabilitas Puan cenderung rendah saat ini, tidak menutup kemungkinan meningkat pada tahun berikutnya.
"Catatan IPO, sendiri meskipun elektabilitas Puan Maharani masih di angka 2,4 persen dan itu saya kira cukup bagus untuk 2022," kata Dedi.
"Karena kalau intensitas promosinya berlangsung sepanjang setahun ke depan, bisa saja justru Puan akan masuk ke jajaran 5-4 besar tokoh nasional di kandidasi 2024," ucap dia.
Pemilih Ganjar juga disebut lebih banyak di tiga daerah dengan mayoritas suku Jawa terbanyak, misalnya Jawa Tengah.
Kemudian, Lampung dan Kalimantan untuk luar Jawa.
"Sementara tokoh-tokoh seperti Puan Maharani, meskipun dalam posisi yang masih kecil, tapi sebaran elektabilitasnya lebih merata (daerahnya) dibandingkan dengan Ganjar," ucap Dedi.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Alasan Prabowo-Cak Imin Dijadwalkan ke KPU Bareng dari Masjid Sunda Kelapa..."