Rabu, 4 Maret 2026

Calon Presiden 2024

Relawan Puan Maharani Ramai di Daerah, Rizal Ramli: PDIP Takkan Usung Ganjar

Relawan Puan Maharani muncul di Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Daerah ramai-ramai mendukung Puan Maharani.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Relawan Puan Maharani Ramai di Daerah, Rizal Ramli: PDIP Takkan Usung Ganjar
Kolase TribunGorontalo.com/IG puanmaharaniri
Puan Maharani mengambil makanan pada suatu acara belum lama ini. Relawan Puan Maharani muncul di Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Daerah ramai-ramai mendukung Ketua DPR RI Puan Maharani maju Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Sosok calon presiden (capres) yang akan ditentukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri masih tanda tanya. Puan Maharani dan Ganjar Pranowo paling sering disebut.

Belakangan figur Puan Maharani ramai di publik. Relawan dari sejumlah daerah mendeklarasikan Puan Maharani Presiden 2024.

Relawan Puan Maharani muncul di Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Daerah ramai-ramai mendukung Ketua DPR RI Puan Maharani maju Pilpres 2024.

Baca juga: Jajak Pendapat: Puan Maharani Menjadi Penentu Kemenangan Pilpres 2024

Ekonom senior Rizal Ramli ikut menanggapi peluang capres dari PDIP. Rizal menyebut Megawati tak akan mengusung Ganjar di Pilpres 2024.

Rizal sampaikan itu dalam diskusi Perspektif Politik bertajuk 'Dilema Jokowi, Antara Politik Relawan dan Politik Partai' secara virtual, Rabu (3/8/2022) malam.

Awalnya, Rizal menyinggung bahwa dukungan atau endorsement Presiden Jokowi (Jokowi) terhadap para capres tidak akan efektif.

"Poin saya, apapun kita kan mau tanya bisa efektif enggak nih Jokowi sebagai endorse? Menurut saya enggak. Apa sih yang bisa tidak efektif? Karena satu, tidak punya partai, Jokowi, PDIP bukan," ucap Rizal.

Lantas, Rizal menyebut nama Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP Ganjar Pranowo.

Dia menilai Ganjar tak akan didukung Megawati untuk maju di Pilpres 2024.

Baca juga: Tanpa Pencitraan: Ini Kekuatan Riil Puan Maharani sebagai Kandidat Capres 2024

"Bahkan calon yang digadang-gadang sebagian orang. Ganjar itu enggak bakal mungkin PDIP dukung karena Mbak Mega tahu, Ganjar kan bonekanya Luhut (Luhut Pandjaitan). Masak Mbak Mega dukung Luhut, yang benar aja," ujarnya.

Lebih lanjut, Rizal menilai endorsement Jokowi untuk banyak orang terutama para tokoh potensial yang ada di kabinetnya tak akan efektif.

"Yang kedua, yang namanya endorsement yang efektif hanya buat satu orang. Tapi kalau endorsement buat banyak orang, kepada Sandi, kepada Erick, kepada Ganjar, kepada apa... Itu tidak akan efektif karena dukungan seperti itu sangat cair, pasti tidak akan efektif hasilnya," tandasnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai bahwa pernyataan Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto agar partai lain tidak membajak Ganjar bukan mengartikan bentuk dukungan dari PDI-P terhadap Ganjar.

Sebaliknya, Dedi menilai dukungan penuh elite PDI-P akan tetap jatuh kepada Ketua DPP PDI-P sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani.

Baca juga: Prabowo-Ganjar-Anies Unggul Survei jika Berpasangan dengan Puan Maharani

"Bukan berarti bahwa pernyataan Hasto memungkinkan PDI-P mengusung Ganjar. Saya kira prioritas PDI-P tetap saja mengusung Puan Maharani, kalau dilihat dari sisi potensi, dari sisi peluang keterusungan, hingga dari sisi kapasitas Puan Maharani secara nasional hari ini," kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/6/2022).

Dedi mengatakan, meski begitu pernyataan Hasto menunjukkan bahwa PDI-P tetap mempertahankan Ganjar sebagai kader.

Namun, terkait Ganjar akan diusung pada Pilpres, Dedi belum melihat hal tersebut.

"PDI-P dalam konteks mempertahankan Ganjar mungkin iya, tetapi untuk konteks mengusung Ganjar belum tentu," ujar dia.

Di sisi lain, pernyataan tersebut juga dapat diartikan bahwa Hasto meminta semua kader PDI-P solid dan merapatkan barisan.

Terkait dengan Ganjar, Hasto menegaskan bahwa ia tetap kader PDI-P dan tidak ada partai politik yang bisa merebutnya.

"(Hasto) meminta supaya parpol lain untuk tidak melakukan manuver manuver atau menggoda dari kader PDI-P," ucap dia.

Sementara itu, menurut Dedi, PDI-P besar kemungkinan tetap mengusung Puan pada kontestasi Pilpres.

Alasannya, meski elektabilitas Puan cenderung rendah saat ini, tidak menutup kemungkinan meningkat pada tahun berikutnya.

"Catatan IPO, sendiri meskipun elektabilitas Puan Maharani masih di angka 2,4 persen dan itu saya kira cukup bagus untuk 2022," kata Dedi.

Baca juga: PDIP Cenderung Pilih Tokoh NU: Puan Maharani-Gus Yahya-KH Marsudi Berpeluang

"Karena kalau intensitas promosinya berlangsung sepanjang setahun ke depan, bisa saja justru Puan akan masuk ke jajaran 5-4 besar tokoh nasional di kandidasi 2024," ucap dia.

Pemilih Ganjar juga disebut lebih banyak di tiga daerah dengan mayoritas suku Jawa terbanyak, misalnya Jawa Tengah.

Kemudian, Lampung dan Kalimantan untuk luar Jawa.

"Sementara tokoh-tokoh seperti Puan Maharani, meskipun dalam posisi yang masih kecil, tapi sebaran elektabilitasnya lebih merata (daerahnya) dibandingkan dengan Ganjar," ucap Dedi.

Pakar Jagokan Puan Maharani

Direktur Eksekutif Institute of Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam memprediksi PDIP akan mengusung Puan Maharani.

Dia beralasan, PDIP punya modal 20 persen kursi parlemen, dapat mengusung capres di Pilpres 2024.

Kemudian keputusan menentukan capres terletak di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, ibu kandung Puan Maharani.

Jika Puan Maharani menang atau kalah, PDIP dinilai akan tetap eksis. Jika Puan Maharani maju dan menang, tentu itu yang diharapkan.

Baca juga: Lima Figur Capres 2024: Puan Maharani Termuda, Prabowo Subianto Paling Populer

Tapi kalau pun Puan Maharani kalah, ia bisa nge-deal dengan kekuatan yang ada agar PDIP tetap bisa ikut menjadi bagian dari pemerintahan.

PDIP bisa tetap eksis. Langkah itu sangat terbuka dilakukan, mengingat Puan Maharani adalah pribadi yang rasional dan ia tidak memiliki garis konflik dan permusuhan dengan siapa pun.

Dosen Ilmu Politik dan International Studies, Universitas Paramadina itu menilai, elektabilitas Ganjar tidak semoncer Jokowi.

Tidak ada elektabilitas tokoh yang bisa menyentuh angka 51 persen. Bahkan, 30 persen saja belum ada.

Daya tarik utama PDIP terletak pada ideologi, cara pandang, dan paradigma Soekarnoisme.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rizal Ramli Sebut Megawati Tak Akan Usung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved