Kuliner Gorontalo
Menikmati Kuliner Gorontalo di Festival Apangi Besok
Sesuai namanya, pada Festival Apangi besok nanti, kuliner Apangi Gorontalo, akan menghiasi setiap ruang tamu warga Dembe I.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/06082022_Apangi_Kuliner-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Masyarakat yang ingin menikmati kuliner Gorontalo Apangi, bisa mendatangi Festival Apangi di Kelurahan Dembe I, Kota Gorontalo besok, Minggu 7 Juni 2022.
Sesuai namanya, pada Festival Apangi besok nanti, kuliner Apangi Gorontalo, akan menghiasi setiap ruang tamu warga Dembe I.
Kuliner Gorontalo berbentuk nyaris bulat pipih ini, akan menjadi santapan wajib pada Festival Apangi tersebut.
Apangi sebetulnya adalah satu dari banyak kuliner Gorontalo yang bisa dimakan kapan saja.
Warnanya putih dan biasanya dipadukan dengan saus gula merah. Teksturnya yang empuk dan harum serta lembut, membuatnya jadi kuliner favorit.
Sekilas, Apangi ini mirip dengan Surabi, jajanan pasar Khas Jawa Barat. Atau juga disebut Serabi di Jawa Tengah.
Apangi sebagai kuliner Gorontalo juga kerap disebut sebagai Apang colo. Kata ‘colo’ merujuk pada kata cocol. Lantaran orang yang menyantap apangi biasanya mencocolnya ke saus gula merah.
Lalu, kapan Festival Apangi pertama kali digelar?
Festival Apangi pertama kali digelar pada 2016 silam. Informasi yang dikumpulkan TribunGorontalo.com, Festival Apangi diinisiasi oleh Pemerintah Kelurahan bersama Karang Taruna Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, PKK setempat.
Festival Apangi ini juga saat pertama kali digelar, mendapat dukungan seluruh masyarakat Dembe I. Karena memang tujuannya untuk mempromosikan serta mendukung dan sekaligus menarik minat wisatawan berkunjung ke Dembe I.
Diketahui, Dembe I yang berada di pesisir Danau Limboto ini, sejak 2005 ditetapkan sebagai destinasi wisata Budaya di Kota Gorontalo.
Agar ada momentum yang jelas, Festival Apangi pun digelar sekaligus untuk menyambut 10 Muharam atau tahun baru Islam. Sebab, biasanya, kue apangi ini dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa pada hari Asyura. (*)