Brigadir J
Jumat Misteri Duren Tiga: Membisu 'Saksi Bisu' Penembakan Brigadir J dan Pelecehan Istri Ferdy Sambo
Drama kasus Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih menyisahkan teka-teki. Hingga hari ke-29 pasca kematian Brigadir J, tak ada saksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/060822-Ferdy-Sambo.jpg)
Temuan baru Komnas HAM yang menyatakan Irjen Ferdy Sambo tiba di Jakarta sehari sebelum penembakan Brigadir J. Mengoreksi pernyataan Sambo tiba pada hari yang sama dengan Brigadir J Jumat 8 Juli 2022.
Ketua Komnas HAM Taufan Damanik mengatakan temuan itu diketahui dari bukti tiket pesawat yang dipesan Sambo. Taufan juga mengungkapkan bahwa Sambo berangkat dari tempat yang berbeda dengan rombongan istrinya, Putri, Bharada E, dan Brigadir J.
"Sebelumnya kami katakan tanggal 8, tapi data yang berikutnya kami dapatkan valid sekali, dari tiket yang kami dapatkan itu tanggal 7 pagi," kata Taufan.
Komnasa HAM mengungkapkan Brigadir J dan ajudan lainnya sempat ikut merayakan hari ulang tahun pernikahan Ferdy Sambo dan PC di Magelang.
Taufan juga menyebut mereka sempat berfoto bersama, sehingga terlihat seakan tidak ada masalah di antara semua yang hadir.
Intinya menggambarkan di Magelang baik-baik saja tidak ada masalah.
Komnas HAM juga masih belum dapat memastikan adanya dugaan pelecehan seksual dalam kasus kematian Brigadir J. Damanik menjelaskan pihaknya belum mendapat temuan atau kesaksian yang dapat membuktikan hal tersebut.
Saksi yang menyaksikan penodongan itu tidak ada. Komnas HAM belum bisa meyakini apa terjadi pelecehan seksual atau tidak.
Komnas HAM menegaskan tetap mengacu pada standar internasional penanganan kasus kekerasan seksual dengan tetap memperlakukan pengadu sebagai korban.
Komnas HAM masih kesulitan memeriksa istri Sambo, PC selaku korban karena saat ini masih dalam perawatan psikolog.
Tidak Ada Saksi saat Penembakan
Taufan menegaskan bahwa tidak ada saksi yang menyaksikan penembakan Brigadir J secara langsung. Temuan tersebut diperkuat dengan keterangan ajudan lain bernama Ricky yang mengaku tidak melihat secara langsung peristiwa saling tembak tersebut.
"Sama dengan Bharada E, ini kan baru keterangan Bharada E sendirian yang kemudian diperkuat oleh keterangan Ricky yang juga berada di lantai bawah. tetapi Ricky sebenarnya tidak melihat langsung tembak menembak itu," kata Taufan.
"Dia (Ricky) katanya melihat Yosua mengacungkan senjata. Kemudian ketika ada suara tembakan dia sembunyi, jadi dia enggak tahu sebenarnya lawan tembaknya Yosua itu siapa menurut kesaksian dia," lanjut Taufan.
Berdasarkan penjelasan Taufan, Ricky baru keluar setelah suara tembakan berhenti. Ia lalu mendapati Brigadir J telah tertelungkup, diikuti Bharada E yang turun dari tangga.