Pilpres 2024
Anies Baswedan-AHY Makin Mesra, Begini Tanggapan Demokrat
Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semakin mesra. AHY menghadiri pernikahan anak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat 29 Juli.
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semakin mesra. AHY menghadiri pernikahan anak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat 29 Juli 2022.
Momen itu, AHY berjumpa dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.
Mereka sempat membahas koalisi Partai Demokrat, Nasdem dan PKS. Koalisi ini bakal mengusung duet Anies Baswedan-AHY. Cukup beralasan, berbagai survei menyebutkan duet Anies Baswedan-AHY unggul.
Misalnya survei Indopol menemukan elektabilitas Anies Bawedan-AHY paling tinggi, 34,72 persen dari jawara capres-cawapres yang menguat dari empat poros.
Indopol 24 Juni-1 Juli 2022:
Simulasi I
Puan-Erick Thohir: 4,88 persen
Prabowo-Cak Imin: 20,08 persen
Anies-AHY: 34,72 persen
Airlangga-Khofifah: 3,82 persen
Tidak tahu 36,50 persen
Simulasi II
Puan-Erick: 2,93 persen
Prabowo-Cak Imin: 17,40 persen
Anies-AHY: 30,08 persen
Ganjar-Airlangga: 22,03 persen
Tidak tahu 27,56 persen
Simulasi III
Puan-Erick Thohir: 2,52 persen
Prabowo-Cak Imin: 16,50 persen
Anies-AHY: 30,00 persen
Ganjar-Khofifah: 24,55 persen
Tidak tahu: 26,42 persen
Dalam berbagai simulasi, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menjadikan Airlangga Hartarto sebagai capres.
Kemudian Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa yang bakal mengusung Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar.
Dan PDIP yang dapat mengusung sendiri capres-cawapres. PDIP menjagokan Puan Maharani-Ganjar Pranowo.
Kerja sama politik yang sering disebut Koalisi Semut Merah ini juga punya modal elektoral 28,43 persen, sesuai perohan kursi DPR RI pada Pemilu 2019.
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menuturkan Ketua Umum Partai Demokrat AHY turut menghadiri pernikahan anak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (29/7/2022).
Ia menyampaikan, dalam momen itu AHY berjumpa dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.
“Dalam diskusi bertiga ini, pembicaraan di antaranya lebih banyak mengenai situasi bangsa terkini dan kesulitan yang sedang dihadapi rakyat,” sebut Herzaky dalam keterangannya, Sabtu (30/7/2022).
Ia mengungkapkan, selain itu ketiganya juga membahas soal politik Tanah Air, termasuk tentang kerja sama antar partai kedepan.
“Kalau terkait koalisi, sempat dibahas tipis-tipis saja. Termasuk rencana pertemuan ke depannya,” papar dia. Herzaky mengatakan, ketiganya duduk bersama pada satu meja dan terlibat perbincangan yang serius.
Hingga saat ini, Partai Demokrat belum menentukan sikap politik terkait pembentukan kerja sama antar partai politik (parpol) untuk menghadapi Pemilu 2024.
Namun, partai berlambang mercy itu nampak mesra dengan Partai Nasdem dan PKS beberapa waktu belakangan. Tercatat AHY telah menemui Surya Paloh sebanyak tiga kali selama 7 bulan terakhir.
Menambah Daya Ungkit Nasdem
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah berpandangan, wacana duet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan menguntungkan Partai Nasdem.
Apalagi, Nasdem belakangan juga mewacanakan untuk mendukung Anies sebagai salah satu bakal calon presiden (capres).
"Nasdem akan lebih diuntungkan dengan usung Anies. Bagaimanapun, Anies membawa gerbong elektabilitas personal yang bisa menambah daya ungkit elektabilitas Nasdem," kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/7/2022).
Dedi menyampaikan, elektabilitas Nasdem akan meningkat jika mendukung Anies. Ia menilai, Nasdem tak lantas kehilangan suara jika mendukung Anies.
"Propaganda yang menyebut Nasdem akan kehilangan suara jika usung Anies ini murni perang opini, karena kelompok yang anti Anies dalam catatan survei IPO tidak berada di Nasdem, sehingga Nasdem semestinya tidak risau," ujar dia.
Pengamat politik dari Universitas Telkom ini menilai, Nasdem akan untung jika mengusung Anies karena Gubernur DKI itu memiliki pemikiran yang sejalan dengan prinsip restorasi Nasdem.
"Anies selama ini dikenal sebagai tokoh politik muslim terbuka, bahkan pemikiran Anies sejalan dengan semangat restorasi Nasdem," kata dia.
Selain itu, kata dia, elektabilitas AHY tak bisa disepelekan. Setidaknya, elektabilitas AHY mampu bersaing jika disandingkan dengan ketua umum partai lain.
"AHY tidak dapat disebut berelektabilitas rendah, dalam survei IPO dan beberapa lembaga bereputasi, AHY miliki elektabilitas ketua umum tertinggi setelah Prabowo Subianto. Meninggalkan 7 ketua umum lainnya," ujar dia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AHY, Paloh, Sohibul Bertemu di Acara Pernikahan Anak Anies Baswedan, Demokrat: Sempat Bahas Koalisi Tipis-tipis"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/310722-Anies-AHY.jpg)