Jumat, 6 Maret 2026

Brigadir J

Update Kasus Brigadir J: Sosok Misterius di 'Skuad Lama' Ferdy Sambo, Komnas HAM Incar Saksi Kunci

Perlahan tapi pasti, misteri kasus Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mulai terkuak. 

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Update Kasus Brigadir J: Sosok Misterius di 'Skuad Lama' Ferdy Sambo, Komnas HAM Incar Saksi Kunci
Kolase TribunGorontalo.com
Ilustrasi sosok misterius dan Bharada E. Perlahan tapi pasti, misteri kasus Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mulai terkuak. Ada cerita sosok misterius di 'skuad lama'. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Perlahan tapi pasti, misteri kasus Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mulai terkuak. Ada cerita sosok misterius di 'skuad lama'.

Terbaru, tim pengacara Keluarga Brigadir J, mendalami siap saja 'skuad lama' seperti pengakuan kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak. Sosok misterius itu bisa jadi saksi kunci.

Brigadir J sempat 'curhat' sambil menangis kepada kekasihnya, bahkan dia akan segera dihabisi atau dibunuhi. Dalam curahan hati Brigadir J dengan sang kekasih, sempat muncul kalimat 'skuad lama'.

Pengacara Brigadir J menyebut ada skuad yang 'kurang ajar' dalam formasi ajudan Irjen Sambo. Koordinator pengacara, Kamaruddin Simanjuntak, menyampaikan itu dalam unggahannya di Facebook.

Menurut Kamaruddin, istilah skuad 'kurang ajar' tersebut dikatakan ketika Brigadir J melakukan panggilan video call bersama kekasihnya, Vera Simanjuntak seminggu sebelum kematian Yosua pada Jumat 8 Juli 2022.

Dalam pembicaraan Brigadir J dan kekasihnya Vera, muncul istilah 'skuad lama'. Ketika Brigadir J cerita diancam, Vera menanyakan skuad lama atau skuad baru.

Tim Kuasa Hukum Brigadir J mengatakan pihaknya masih mencari tahu terkait sosok skuad lama yang diduga terlibat dalam kasus kematian Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Menurut informasi yang mereka terima, Brigadir J menyampaikan rencana pembunuhan terhadap dirinya terungkap sejak Juni 2022. Brigadir J menyampaikan hal ini kepada sang kekasih, Vera.

Enam ajudan Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo yang memenuhi panggilan Komnas HAM pada Selasa (26/7/2022), diperiksa secara terpisah di ruangan yang berbeda.

Komisioner bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam menyebutkan, pemeriksaan terpisah ini dilakukan demi menggali kekayaan informasi terkait kasus penembakan Brigadir J.

Ia mengatakan, para ajudan diberikan pertanyaan yang sama, namun dikembangkan berdasarkan kekhususan masing-masing ajudan.

"Memang ada kekhususan masing-masing orang dalam struktur peristiwa yang menurut catatan kami punya kontribusi sendiri-sendiri," ujar Anam kepada wartawan, Selasa malam selepas pemeriksaan.

"Misalnya, Bharada E kontribusinya apa, dalam struktur peristiwa, kami tanya soal itu. Berbeda dengan ajudan lain yang memiliki kontribusi lain," jelasnya.

Para ajudan bahkan diminta untuk menggambarkan posisi-posisi saat peristiwa penembakan terjadi dan menilai perilaku keseharian satu sama lain.

Komnas HAM juga mendalami kepada masing-masing ajudan situasi sebelum Brigadir J tewas. Keterangan masing-masing ajudan penting untuk dicocokkan dan membangun rangkaian peristiwa.

"Kami juga tarik spektrum waktu yang lebih luas. Misalnya di Magelang ngapain saja, pakai baju apa, dan lain sebagainya, dan termasuk juga spektrum waktu kapan berangkat dari Magelang sampai kapan di Jakarta. Di Jakarta ngapain saja, kami tanya detail dan lengkap," tutur Anam.

"Masing-masing orang memiliki jawaban sendiri-sendiri karena ditanya sendiri-sendiri. Apakah sama atau tidak, itu nanti diolah di tim," tambahnya.

Lima ajudan Ferdy Sambo diperiksa selama 7,5 jam hingga pukul 16.25 WIB.

Bharada E datang belakangan dan diperiksa selama 5 jam sebelum meninggalkan kantor Komnas HAM pukul 18.24.

Satu ajudan mangkir dari panggilan Komnas HAM.

Pekan depan, Komnas HAM akan memeriksa sejumlah saksi hingga DNA Brigadir J.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menambahkan, akan memanggil satu ajudan Irjen Ferdy Sambo yang belum diperiksa. Dia menyebut keterangan dari satu ajudan itu dinilai penting untuk melengkapi hasil penyelidikan.

Selain memanggil ajudan, pihaknya akan memanggil saksi lain termasukasisten rumah tangga, sopir, dan tenaga kesehatan.

Menguak Fakta Baru

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menguak sejumlah fakta baru mengenai penembakan yang terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Diketahui Brigadir J tewas dengan luka tembak di tubuhnya.

Taufan mengatakan, berdasarkan pengakuan dari Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, dia telah menembak Brigadir J. Dia juga menjelaskan kronologi penembakan.

Dari pengakuan Bharada E, dia yang baru tiba di rumah dinas Ferdy Sambo (Duren III) dari rumah pribadi Ferdy Sambo berjarak 500 meter, kemudian langsung ke lantai dua rumah itu.

Rombongan di antaranya Brigadir J, Bharada E dan Putri Ferdy Sambo menuju ke rumah dinas untuk isolasi mandiri ucap pemeriksaan Covid-19, polimerase chain reaction (PCR).

Bharada E naik ke lantai 2 masuk ke ruangan ADC ruang tidur dan bersih-bersih di situ.

Tiba-tiba dia mendengarkan suara teriakan dari Putri, istri Ferdy Sambo.

Kemudian setelah dia mendengarkan teriakan itu dan menyebut namanya, lalu dia turun dari tangga lantai 2 ke bawah.

Dia lihat Brigadir J. Kemudian dia bertanya. " Ada apa ini?" Bharada E menyaksikan Brigadir J mengarahkan senjata kepadanya dan menembak.

Bharada E lari menghindar ke belakang danmengokang senjata lalu dibalas tembakan Brigadir J.

Kena tembakannya. Terjadi baku tembak sampai Brigadir J tersungkur. Bharada E mendekati dan menembak dua kali lagi untuk pastikan Brigadir J dilumpuhkan. (*)

 

 

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved