Pilpres 2024

'Jokowi Effect' Cenderung Turun, Presiden Tak Mau Relawan Usul Capres 2024

'Jokowi effect' pada Pilpres 2024 ramai dibahas! Beberapa jajak pendapat menemukan hasil 'Jokowi effect' cenderung menurun.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Jokowi saat kampanye Pilpres 2019. 'Jokowi effect' pada Pilpres 2024 ramai dibahas! Beberapa jajak pendapat menemukan hasil 'Jokowi effect' cenderung menurun. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - 'Jokowi effect' pada Pilpres 2024 ramai dibahas! Beberapa jajak pendapat menemukan hasil 'Jokowi effect' cenderung menurun.

'Jokowi effect' kepada Ganjar Pranowo hanya mengerek kenaikan 1,2 persen elektabilitas. Untuk Anies Baswedan sedikit lebih besar, yakni 1,6 persen. Temuan terbaru ini oleh Development Technology Strategy (DTS) Indonesia  pada akhir Juni hingga awal Juli 2022.

Pada Desember 2021, ada temuan 14,3 persen responden akan mengikuti pilihan Jokowi di Pilpres 2024, sebanyak 27,6 persen tidak akan mengikuti dan 46,9 persen akan mempertimbangkan.

Lembaga survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) mengukur 'Jokowi effect' di Pilpres 2024. Survei pada 12 November-4 Desember 2021.

Kabar terbaru, Presiden Joko Widodo tidak mau ada usulan nama capres-cawapres saat para relawan menggelar musyawarah rakyat (musra) dalam waktu dekat.

Baca juga: Projo Gorontalo Undang Jokowi-Ganjar-Sandi-Rachmat Hadiri Musra Capres-Cawapres

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Mustar Bona Ventura yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (29/7/2022).

Mustar mengungkapkan, dalam pertemuan itu, beberapa kelompok relawan mengundang Presiden Jokowi untuk hadir dalam musra yang rencananya untuk menentukan capres dan cawapres yang akan didukung pada Pemilu 2024.

"Terkait undangan tersebut, Presiden mengatakan, dia belum bisa pastikan kehadirannya dan dia juga berkeberatan nama capres dan cawapres tersebut disebutkan," ungkap Mustar dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Sabtu (30/7/2022).

Mustar lantas menjelaskan, pertemuan dengan Presiden Jokowi dimulai setelah sholat Jumat selama sekitar dua setengah jam. Ada sekitar 30-an perwakilan kelompok relawan hadir, di antaranya:

- Projo,

- Pospera,

- Sahabat Buruh Relawan Jokowi,

- Seknas Jokowi,

- PENA 98,

- KIB,

- Duta Jokowi,

- Kornas Jokowi,

- Bara JP,

- Solmed,

- RPJB,

- Pos Raya,

- GK Center,

- Almisbat, dan sebagainya.

Senada dengan Mustar, Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas mengatakan, Jokowi menekankan pentingnya sikap ojo kesusu atau tidak terburu-buru terkait penentuan dukungan untuk Pemilu 2024.

Baca juga: Relawan Jokowi Cari Capres 2024: Ganjar-Prabowo-Andika-Anies Masuk Hitungan

"Beliau berpesan untuk relawan, ojo kesusu. Beliau pertegas lagi untuk relawan tidak langsung terlibat politik praktis dulu soal capres. Pak Jokowi minta relawan lebih cenderung untuk bekerja membantu pemerintah," kata Umbas dalam keterangan tertulisnya pada Jumat.

Pemilih Jokowi Cenderung ke Anies Baswedan

Meski kecil, efek ekor jas atau coattail effect Jokowi lebih berpotensi untuk Anies Baswedan ketimbang Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Jajak pendapat terbaru menyebutkan dukungan Jokowi kepada Ganjar Pranowo hanya mengerek kenaikan 1,2 persen elektabilitas.

Sedangkan dukungan Jokowi kepada Anies Baswedan sedikit lebih besar, yakni 1,6 persen atau selisih 0,4 poin persentase elektabilitas.

Pada Pilpres 2019, jumlah perolehan suara Jokowi-Maruf Amin mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen suara, sedangkan perolehan suara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara.

Baca juga: Muhammadiyah Gorontalo Lebaran Idul Adha Hari ini: Jokowi-Maruf Sumbang Sapi 1 Ton

Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen suara. Adapun jumlah pemilih yang berada di dalam ataupun luar negeri mencapai 199.987.870 orang.

Sementara pemilih yang menggunakan hak pilih sebanyak 158.012.506 orang. Dari total suara yang masuk, 3.754.905 suara tidak sah sehingga jumlah suara sah sebanyak 154.257.601 suara.

Bila diasumsikan suara Jokowi-Maruf adalah pendukung Jokowi, artinya ada 1.027.288 pemilih Jokowi yang sumbang suara untuk Ganjar Pranowo.

Begitu juga untuk Anies Baswedan. Pemilih Jokowi menyumbangkan 1.369.717 suara untuk elektabilitas Anies Baswedan.

Efek ekor jas (coattail effect) Jokowi untuk Ganjar Prabowo dan Anies Baswedan 0,4 persen atau 342.429 pemilih.

Secara umum dukungan Jokowi terhadap kandidat capres di Pemilu 2024 tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan elektabilitas calon.

Demikian hasil survei Development Technology Strategy (DTS) Indonesia, yang digelar pada akhir Juni hingga awal Juli 2022.

Ganjar Pranowo

- Tanpa dukungan Jokowi berada pada angka 36 persen

- Ada dukungan Jokowi meningkat menjadi 37,2 persen

Anies Baswedan

- Tanpa dukungan Jokowi sebesar 32,1 persen

- Ada dukungan Jokowi menjadi 32,7 persen

Sementara, elektabilitas Prabowo Subianto tanpa dukungan Jokowi sebesar 19,6 persen, dan justru menurun menjadi 18,5 persen jika memperoleh dukungan Jokowi.

Dikutip dari kompas.tv, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan, Jokowi tidak akan secara terang-terangan menyatakan dukungan pada satu kandidat.

“Saya meyakini sampai 14 Februari 2024 Pak Jokowi tidak akan mention satu nama yang akan didukung,” ujarnya menjelaskan dalam konferensi pers DTS Indonesia, yang digelar secara daring melalui Zoom meeting, Minggu (24/7/2022).

Gun Gun berpendapat, akan sangat berisiko bagi Jokowi jika ia memention nama yang masuk bursa capres.

“Dengan potensi menang kalahnya akan berpengaruh pada kuasa politiknya di masa mendatang.”
Selain itu, tidak adanya pengaruh signifikan dukungan Jokowi pada kandidat, disebutnya karena publik hanya membaca gestur, sehingga tidak terpengaruh dengan kecenderungannya.

Survei itu juga menyebut bahwa elektabilitas Anies Baswedan naik 4 persen pada bulan ini, dari 20,3 persen pada Februari 2022 menjadi 24,6 persen pada Juli 2022.

Selain itu, tren elektabilitas Ganjar Pranowo juga disebut cenderung stagnan di angka 27 persen seperti dalam survei sebelumnya.

Hasil survei juga menyebutkan bahwa pembentukan koalisi dini/awal partai-partai belum berdampak merata kepada elektabilitas anggota koalisi.

Baca juga: Belajar dari Jokowi: Unggul Survei di Jateng-Jatim Belum Menjamin Ganjar Jadi Presiden

Survei ini dilakukan pada 28 Juni sampai dengan 8 Juli 2022, di 34 Provinsi dan mencakup 2.059 responden, margin of error ± 2,16 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Metodologi survei menggunakan sampling acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memilih kabupaten dan kota secara acak dengan metode PPS (Probability Proportion to Size), dan memilih desa di dalam kabupaten secara acak dan proporsional (terhadap jumlah penduduk). 

Hasil Pilpres 2019

Berdasarkan penetapan KPU, pasangan nomor urut 01 unggul dengan perolehan 85.607.362 atau 55,50 persen.

Sementara, perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen. Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen.

Berikut hasil lengkap perolehan suara kedua pasangan calon di 34 provinsi:

1.Provinsi Bali

Jokowi-Ma'ruf: 2.351.057

Prabowo-Sandiaga: 213.415

2.Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Jokowi-Ma'ruf: 495.729

Prabowo-Sandiaga: 288.235

3.Provinsi Kalimantan Utara

Jokowi-Ma'ruf: 248.239

Prabowo-Sandiaga: 106.162

4.Provinsi Kalimantan Tengah

Jokowi-Ma'ruf: 830.948 suara

Prabowo-Sandiaga: 537.138 suara

5.Provinsi Gorontalo

Jokowi-Ma'ruf: 369.803

Prabowo-Sandiaga: 345.129

6.Provinsi Bengkulu

Jokowi-Ma'ruf: 583.488

Prabowo-Sandiaga: 585.999

7.Provinsi Kalimantan Selatan

Jokowi-Ma'ruf: 823.939

Prabowo-Sandiaga: 1.470.163

8.Provinsi Kalimantan Barat

Jokowi-Ma'ruf: 1.709.896

Prabowo-Sandiaga: 1.263.757

9.Provinsi Sulawesi Barat

Jokowi-Ma'ruf: 475.312

Prabowo-Sandiaga: 263.620

10.Provinsi DIY

Jokowi-Ma'ruf: 1.655.174

Prabowo-Sandiaga: 742.481

11.Provinsi Kaltim

Jokowi-Ma'ruf: 1.094.845

Prabowo-Sandiaga: 870.443

12. Provinsi Lampung

Jokowi-Ma'ruf: 2.853.585

Prabowo-Sandiaga: 1.955.689

13. Provinsi Maluku Utara

Jokowi-Ma'ruf: 310.548

Prabowo-Sandiaga: 344.823

14. Provinsi Sulawesi Utara

Jokowi-Ma'ruf: 1.220.524

Prabowo-Sandiaga: 359.685

15. Provinsi Jambi

Jokowi-Ma'ruf: 859.833

Prabowo-Sandiaga: 1.203.025

16. Provinsi Sulawesi Tengah

Jokowi-Ma'ruf: 914.588

Prabowo-Sandiaga: 706.654

17. Provinsi Jawa Timur

Jokowi-Ma'ruf: 16.231.668

Prabowo-Sandiaga: 8.441.247

18. Provinsi NTT

Jokowi-Ma'ruf: 2.368.982

Prabowo-Sandiaga: 305.587

19. Provinsi Sumatera Selatan

Jokowi-Ma'ruf: 1.942.987

Prabowo-Sandiaga: 2.877.781

20. Provinsi Sulawesi Tenggara

Jokowi-Ma'ruf: 555.664

Prabowo-Sandiaga: 842.117

21.Provinsi Sumatera Barat

Jokowi-Ma'ruf: 407.761

Prabowo-Sandiaga: 2.488.733

22. Provinsi Jawa Tengah

Jokowi-Ma'ruf: 16.825.511

Prabowo-Sandiaga: 4.944.447

23. Provinsi Kepulauan Riau

Jokowi-Ma'ruf: 550.692

Prabowo-Sandiaga: 465.511

24. Provinsi Banten

Jokowi-Ma'ruf: 2.537.524

Prabowo-Sandiaga: 4.059.514

25. Provinsi Nusa Tenggara Barat

Jokowi-Ma'ruf: 951.242

Prabowo-Sandiaga: 2.011.319

26. Provinsi Aceh

Jokowi-Ma'ruf: 404.188

Prabowo-Sandiaga: 2.400.746

27. Provinsi Jawa Barat

Jokowi-Ma'ruf: 10.750.568

Prabowo-Sandiaga: 16.077.446

28. Provinsi DKI Jakarta

Jokowi-Ma'ruf: 3.279.547

Prabowo-Sandiaga: 3.066.137

29. Provinsi Papua Barat

Jokowi-Ma'ruf: 508.997

Prabowo-Sandiaga: 128.732

30. Provinsi Sulawesi Selatan

Jokowi-Ma'ruf: 2.117.591

Prabowo-Sandiaga: 2.809.393

31. Provinsi Riau

Jokowi-Ma'ruf: 1.248.713

Prabowo-Sandiaga: 1.975.287

32. Provinsi Sumatera Utara

Jokowi-Ma'ruf: 3.936.515

Prabowo-Sandiaga: 3.587.786

33. Provinsi Maluku

Jokowi-Ma'ruf: 599.457

Prabowo-Sandiaga: 392.940

34. Provinsi Papua

Jokowi-Ma'ruf: 3.021.713

Prabowo-Sandiaga: 311.352

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Relawan: Presiden Jokowi Berkeberatan Usulan Capres-Cawapres Disebut dalam Musyawarah Rakyat"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved