Pilpres 2024
'Jokowi Effect' Cenderung Turun, Presiden Tak Mau Relawan Usul Capres 2024
'Jokowi effect' pada Pilpres 2024 ramai dibahas! Beberapa jajak pendapat menemukan hasil 'Jokowi effect' cenderung menurun.
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - 'Jokowi effect' pada Pilpres 2024 ramai dibahas! Beberapa jajak pendapat menemukan hasil 'Jokowi effect' cenderung menurun.
'Jokowi effect' kepada Ganjar Pranowo hanya mengerek kenaikan 1,2 persen elektabilitas. Untuk Anies Baswedan sedikit lebih besar, yakni 1,6 persen. Temuan terbaru ini oleh Development Technology Strategy (DTS) Indonesia pada akhir Juni hingga awal Juli 2022.
Pada Desember 2021, ada temuan 14,3 persen responden akan mengikuti pilihan Jokowi di Pilpres 2024, sebanyak 27,6 persen tidak akan mengikuti dan 46,9 persen akan mempertimbangkan.
Lembaga survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) mengukur 'Jokowi effect' di Pilpres 2024. Survei pada 12 November-4 Desember 2021.
Kabar terbaru, Presiden Joko Widodo tidak mau ada usulan nama capres-cawapres saat para relawan menggelar musyawarah rakyat (musra) dalam waktu dekat.
Baca juga: Projo Gorontalo Undang Jokowi-Ganjar-Sandi-Rachmat Hadiri Musra Capres-Cawapres
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Mustar Bona Ventura yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (29/7/2022).
Mustar mengungkapkan, dalam pertemuan itu, beberapa kelompok relawan mengundang Presiden Jokowi untuk hadir dalam musra yang rencananya untuk menentukan capres dan cawapres yang akan didukung pada Pemilu 2024.
"Terkait undangan tersebut, Presiden mengatakan, dia belum bisa pastikan kehadirannya dan dia juga berkeberatan nama capres dan cawapres tersebut disebutkan," ungkap Mustar dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Sabtu (30/7/2022).
Mustar lantas menjelaskan, pertemuan dengan Presiden Jokowi dimulai setelah sholat Jumat selama sekitar dua setengah jam. Ada sekitar 30-an perwakilan kelompok relawan hadir, di antaranya:
- Projo,
- Pospera,
- Sahabat Buruh Relawan Jokowi,
- Seknas Jokowi,
- PENA 98,
- KIB,
- Duta Jokowi,
- Kornas Jokowi,
- Bara JP,
- Solmed,
- RPJB,
- Pos Raya,
- GK Center,
- Almisbat, dan sebagainya.
Senada dengan Mustar, Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas mengatakan, Jokowi menekankan pentingnya sikap ojo kesusu atau tidak terburu-buru terkait penentuan dukungan untuk Pemilu 2024.
Baca juga: Relawan Jokowi Cari Capres 2024: Ganjar-Prabowo-Andika-Anies Masuk Hitungan
"Beliau berpesan untuk relawan, ojo kesusu. Beliau pertegas lagi untuk relawan tidak langsung terlibat politik praktis dulu soal capres. Pak Jokowi minta relawan lebih cenderung untuk bekerja membantu pemerintah," kata Umbas dalam keterangan tertulisnya pada Jumat.
Pemilih Jokowi Cenderung ke Anies Baswedan
Meski kecil, efek ekor jas atau coattail effect Jokowi lebih berpotensi untuk Anies Baswedan ketimbang Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.
Jajak pendapat terbaru menyebutkan dukungan Jokowi kepada Ganjar Pranowo hanya mengerek kenaikan 1,2 persen elektabilitas.
Sedangkan dukungan Jokowi kepada Anies Baswedan sedikit lebih besar, yakni 1,6 persen atau selisih 0,4 poin persentase elektabilitas.
Pada Pilpres 2019, jumlah perolehan suara Jokowi-Maruf Amin mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen suara, sedangkan perolehan suara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara.
Baca juga: Muhammadiyah Gorontalo Lebaran Idul Adha Hari ini: Jokowi-Maruf Sumbang Sapi 1 Ton
Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen suara. Adapun jumlah pemilih yang berada di dalam ataupun luar negeri mencapai 199.987.870 orang.
Sementara pemilih yang menggunakan hak pilih sebanyak 158.012.506 orang. Dari total suara yang masuk, 3.754.905 suara tidak sah sehingga jumlah suara sah sebanyak 154.257.601 suara.
Bila diasumsikan suara Jokowi-Maruf adalah pendukung Jokowi, artinya ada 1.027.288 pemilih Jokowi yang sumbang suara untuk Ganjar Pranowo.
Begitu juga untuk Anies Baswedan. Pemilih Jokowi menyumbangkan 1.369.717 suara untuk elektabilitas Anies Baswedan.
Efek ekor jas (coattail effect) Jokowi untuk Ganjar Prabowo dan Anies Baswedan 0,4 persen atau 342.429 pemilih.
Secara umum dukungan Jokowi terhadap kandidat capres di Pemilu 2024 tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan elektabilitas calon.
Demikian hasil survei Development Technology Strategy (DTS) Indonesia, yang digelar pada akhir Juni hingga awal Juli 2022.
Ganjar Pranowo
- Tanpa dukungan Jokowi berada pada angka 36 persen
- Ada dukungan Jokowi meningkat menjadi 37,2 persen
Anies Baswedan
- Tanpa dukungan Jokowi sebesar 32,1 persen
- Ada dukungan Jokowi menjadi 32,7 persen
Sementara, elektabilitas Prabowo Subianto tanpa dukungan Jokowi sebesar 19,6 persen, dan justru menurun menjadi 18,5 persen jika memperoleh dukungan Jokowi.
Dikutip dari kompas.tv, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan, Jokowi tidak akan secara terang-terangan menyatakan dukungan pada satu kandidat.
“Saya meyakini sampai 14 Februari 2024 Pak Jokowi tidak akan mention satu nama yang akan didukung,” ujarnya menjelaskan dalam konferensi pers DTS Indonesia, yang digelar secara daring melalui Zoom meeting, Minggu (24/7/2022).
Gun Gun berpendapat, akan sangat berisiko bagi Jokowi jika ia memention nama yang masuk bursa capres.
“Dengan potensi menang kalahnya akan berpengaruh pada kuasa politiknya di masa mendatang.”
Selain itu, tidak adanya pengaruh signifikan dukungan Jokowi pada kandidat, disebutnya karena publik hanya membaca gestur, sehingga tidak terpengaruh dengan kecenderungannya.
Survei itu juga menyebut bahwa elektabilitas Anies Baswedan naik 4 persen pada bulan ini, dari 20,3 persen pada Februari 2022 menjadi 24,6 persen pada Juli 2022.
Selain itu, tren elektabilitas Ganjar Pranowo juga disebut cenderung stagnan di angka 27 persen seperti dalam survei sebelumnya.
Hasil survei juga menyebutkan bahwa pembentukan koalisi dini/awal partai-partai belum berdampak merata kepada elektabilitas anggota koalisi.
Baca juga: Belajar dari Jokowi: Unggul Survei di Jateng-Jatim Belum Menjamin Ganjar Jadi Presiden
Survei ini dilakukan pada 28 Juni sampai dengan 8 Juli 2022, di 34 Provinsi dan mencakup 2.059 responden, margin of error ± 2,16 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Metodologi survei menggunakan sampling acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memilih kabupaten dan kota secara acak dengan metode PPS (Probability Proportion to Size), dan memilih desa di dalam kabupaten secara acak dan proporsional (terhadap jumlah penduduk).
Hasil Pilpres 2019
Berdasarkan penetapan KPU, pasangan nomor urut 01 unggul dengan perolehan 85.607.362 atau 55,50 persen.
Sementara, perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen. Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen.
Berikut hasil lengkap perolehan suara kedua pasangan calon di 34 provinsi:
1.Provinsi Bali
Jokowi-Ma'ruf: 2.351.057
Prabowo-Sandiaga: 213.415
2.Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Jokowi-Ma'ruf: 495.729
Prabowo-Sandiaga: 288.235
3.Provinsi Kalimantan Utara
Jokowi-Ma'ruf: 248.239
Prabowo-Sandiaga: 106.162
4.Provinsi Kalimantan Tengah
Jokowi-Ma'ruf: 830.948 suara
Prabowo-Sandiaga: 537.138 suara
5.Provinsi Gorontalo
Jokowi-Ma'ruf: 369.803
Prabowo-Sandiaga: 345.129
6.Provinsi Bengkulu
Jokowi-Ma'ruf: 583.488
Prabowo-Sandiaga: 585.999
7.Provinsi Kalimantan Selatan
Jokowi-Ma'ruf: 823.939
Prabowo-Sandiaga: 1.470.163
8.Provinsi Kalimantan Barat
Jokowi-Ma'ruf: 1.709.896
Prabowo-Sandiaga: 1.263.757
9.Provinsi Sulawesi Barat
Jokowi-Ma'ruf: 475.312
Prabowo-Sandiaga: 263.620
10.Provinsi DIY
Jokowi-Ma'ruf: 1.655.174
Prabowo-Sandiaga: 742.481
11.Provinsi Kaltim
Jokowi-Ma'ruf: 1.094.845
Prabowo-Sandiaga: 870.443
12. Provinsi Lampung
Jokowi-Ma'ruf: 2.853.585
Prabowo-Sandiaga: 1.955.689
13. Provinsi Maluku Utara
Jokowi-Ma'ruf: 310.548
Prabowo-Sandiaga: 344.823
14. Provinsi Sulawesi Utara
Jokowi-Ma'ruf: 1.220.524
Prabowo-Sandiaga: 359.685
15. Provinsi Jambi
Jokowi-Ma'ruf: 859.833
Prabowo-Sandiaga: 1.203.025
16. Provinsi Sulawesi Tengah
Jokowi-Ma'ruf: 914.588
Prabowo-Sandiaga: 706.654
17. Provinsi Jawa Timur
Jokowi-Ma'ruf: 16.231.668
Prabowo-Sandiaga: 8.441.247
18. Provinsi NTT
Jokowi-Ma'ruf: 2.368.982
Prabowo-Sandiaga: 305.587
19. Provinsi Sumatera Selatan
Jokowi-Ma'ruf: 1.942.987
Prabowo-Sandiaga: 2.877.781
20. Provinsi Sulawesi Tenggara
Jokowi-Ma'ruf: 555.664
Prabowo-Sandiaga: 842.117
21.Provinsi Sumatera Barat
Jokowi-Ma'ruf: 407.761
Prabowo-Sandiaga: 2.488.733
22. Provinsi Jawa Tengah
Jokowi-Ma'ruf: 16.825.511
Prabowo-Sandiaga: 4.944.447
23. Provinsi Kepulauan Riau
Jokowi-Ma'ruf: 550.692
Prabowo-Sandiaga: 465.511
24. Provinsi Banten
Jokowi-Ma'ruf: 2.537.524
Prabowo-Sandiaga: 4.059.514
25. Provinsi Nusa Tenggara Barat
Jokowi-Ma'ruf: 951.242
Prabowo-Sandiaga: 2.011.319
26. Provinsi Aceh
Jokowi-Ma'ruf: 404.188
Prabowo-Sandiaga: 2.400.746
27. Provinsi Jawa Barat
Jokowi-Ma'ruf: 10.750.568
Prabowo-Sandiaga: 16.077.446
28. Provinsi DKI Jakarta
Jokowi-Ma'ruf: 3.279.547
Prabowo-Sandiaga: 3.066.137
29. Provinsi Papua Barat
Jokowi-Ma'ruf: 508.997
Prabowo-Sandiaga: 128.732
30. Provinsi Sulawesi Selatan
Jokowi-Ma'ruf: 2.117.591
Prabowo-Sandiaga: 2.809.393
31. Provinsi Riau
Jokowi-Ma'ruf: 1.248.713
Prabowo-Sandiaga: 1.975.287
32. Provinsi Sumatera Utara
Jokowi-Ma'ruf: 3.936.515
Prabowo-Sandiaga: 3.587.786
33. Provinsi Maluku
Jokowi-Ma'ruf: 599.457
Prabowo-Sandiaga: 392.940
34. Provinsi Papua
Jokowi-Ma'ruf: 3.021.713
Prabowo-Sandiaga: 311.352
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Relawan: Presiden Jokowi Berkeberatan Usulan Capres-Cawapres Disebut dalam Musyawarah Rakyat"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/300722-Jokowi-30.jpg)