Kopda Muslimin
Drama Maut Kopda Muslimin: Lari dengan Selingkuhan, Cinta Ditolak hingga Ditemukan Meninggal
"Memories in Bali". Drama Korea yang mengisahkan cinta yang rumit mirip drama maut Kopda Muslimin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/290722-Cinta-rumit.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta – "Memories in Bali". Drama Korea yang mengisahkan cinta yang rumit mirip drama maut Kopda Muslimin.
Kopda Muslimin mencoba bunuh istrinya, Rini Wulandari. Dia memilih hidup dengan selingkuhannya, R. Selingkuhannya sempat diajak lari ke Wonosobo, Jawa Tengah.
R akhirnya menolak cinta Kopda Muslimin. Sang prajurit pun balik ke rumah orangtua dan ditemukan meninggal dunia.
Drakor bertitel "Memories in Bali" mengisahkan cerita cinta segitiga, antara Jo In-sung, Ha Ji-won, dan So Ji-sub. Ketiganya meninggal karena rasa cemburu.
Bak drakor, Kopda Muslimin, dalang penembakan terhadap istrinya sendiri, Rini di Jalan Cemara III Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, ternyata sempat emosi saat kekasihnya R, menolak untuk hidup bersama.
Kopda Muslimin kecewa dengan sikap selingkuhannya R. Dia akhirnya mengakhiri hidup di rumah orangtuanya di Kendal, Jawa Tengah, pada Kamis, 28 Juli 2022.
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan, dari hasil pemeriksaan R, saat Kopda Muslimin sedang menunggu istrinya di rumah sakit tiba-tiba melarikan diri.
Muslimin meninggalkan istri dan anaknya untuk menemui kekasihnya di Semarang. Selanjutnya, pasangan tersebut pergi ke dataran tinggi, Wonosobo.
Kopda Muslimin kabur dari Rumah Sakit, menghubungi R pacarnya minta dijemput di daerah Papandayan. R pun datang bawa motor, terus keduanya pergi ke Wonosobo.
Anggota Batalyon Artileri Pertahanan Udara ini lalu menceritakan pelarian dia karena baru saja meminta orang untuk menembak istrinya di depan rumah.
Kopda Muslimin meminta R untuk hidup bersama di Wonosobo. Keinginan tersebut langsung ditolak oleh R. Muslimin marah dan meninggalkan R di Wonosobo sendirian.
Kopda Muslimin berang dan pergi bawa motor R.
R mengaku awalnya tak tahu jika anggota TNI tersebut telah beristri.
Ia kerap dijemput oleh Kopda Muslimin di suatu tempat dan bertemu di kos.
Untuk diketahui, Kopda Muslimin sebelumnya menyewa eksekutor guna membunuh sang istri.
Kopda Muslimin ternyata memiliki hubungan asmara dengan seorang wanita berinisial R.
R kini menjadi saksi atas perkara tersebut.
Mengutip dari Tribun Jateng, R saat ini tengah berada di Semarang bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Selama menjalin hubungan dengan Kopda Muslimin, R bekerja menjual kartu perdana.
Hal inilah yang membuat Kopda Muslimin kerap berganti nomor ponsel agar tidak ketahuan.
Kopda Muslimin bahkan memiliki empat ponsel.
Tak Tega Racuni Istri
Kopda Muslimin diketahui merencanakan berbagai cara membunuh istrinya Rani.
Salah satunya dengan menggunakan racun pada buah kecubung.
Dua minggu sebelum penembakan, Kopda Muslimin mendapatkan saran dari salah satu eksekutor, yakni AS alias Gondrong, untuk membunuh istrinya dengan air kecubung.
"Tersangka AS alias Gondrong memberi saran agar di racun dengan menggunakan air kecubung," ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, Senin (25/7/2022).
AS pun memberikan air kecubung kepada Kopda Muslimin. Namun, tak lama kemudian Kopda Muslimin menelpon AS dan mengaku tak tega meracuni istrinya.
Akhirnya satu minggu kemudian, Kopda Muslimin memutuskan untuk membunuh istrinya dengan melakukan penembakan.
Setelah melakukan penembakan, Kopda Muslimin menghilang hingga akhirnya ditemukan tewas. Dari hasil otopsi, diduga Kopda Muslimin meninggal karena keracunan.
Pasalnya, tidak ditemukan luka akibat kekerasan fisik, baik benda tajam maupun tumpul. "Hasil otopsi tidak menemukan luka akibat kekerasan, diduga karena keracunan," kata Komandan Pomdam IV Diponegoro Kolonel CPM Rinoso Budi di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022).
Namun begitu, penyebab kematian Kopda Muslimin masih akan dipastikan dengan pemeriksaan penunjang patologi anatomi. Pemeriksaan itu diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. "Butuh waktu dua hingga empat minggu. Kita juga membutuhkan pemeriksaan laboratorium," kata dia.
Dia menjelaskan, Kopda Muslimin diperkirakan sudah meninggal enam hingga 12 jam sebelum pemeriksaan. Waktu tersebut sesuai dengan hasil laporan. "Laporan meninggal pukul 07.00 WIB hingga 07.30 WIB," pungkasnya.
Antar Istri ke RS
Penembakan tersebut terjadi pada Senin (18/7/2022) di depan rumah Kopda Muslimin di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Menurut keterangan polisi, Kopda Muslimin sempat mengantar istrinya ke rumah sakit usai penembakan itu. Namun, setelahnya, ia tak lagi terlihat.
Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto mengatakan, Kopda Muslimin tidak mengikuti apel pagi pada Selasa (19/7/2022).
"Yang jelas besok paginya ada apel pagi, bersangkutan tidak ada. Kalau tidak ada pun harusnya ada keterangan, tetapi saat apel tidak ada keterangan. Makannya tidak hadir tanpa izin hingga saat ini," ujarnya, Jumat (22/7/2022), dikutip dari Tribun Jateng.
Karena tak terlihat di kesatuannya, Kopda Muslimin saat itu dinyatakan mangkir atau Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI).
"Dia dinyatakan THTI karena tak terlihat di kesatuannya dan tidak ada izin kepada komandan batalion," ucapnya. Keberadaan Kopda Muslimin lantas dicari oleh personel kepolisian dan TNI.
Gunakan Uang Mertua hingga Kelola Judi Togel
Diduga, Kopda Muslimin gunakan uang mertua untuk membayar empat eksekutor untuk membunuh istrinya dengan imbalan uang Rp 120 juta.
Uang tersebut seharusnya digunakan untuk biaya perobatan korban.
Selain itu ia kembali meminta uang Rp 90 juta dengan alasan biaya rumah sakit masih kurang.
Ternyata uang Rp 90 juta tersebut digunakan untuk melarikan diri.
Kopda Muslimin juga disebut kelola tempat judi togel. Sugiono alias Babi, salah satu eksekutor menyebut Kopda Muslimin mengelola tempat judi togel.
Di lokasi perjudian itu lah Sugiono mengenal Muslimin. Babi mengaku telah lama mengenal Kopda Muslimin karena istrinya bekerja di konter ponsel dan judi togel yang dikelola Kopda Muslimin.
Bahkan dia mengaku cukup dekat dengan Kopda Muslimin karena biasa mabuk dan nongkrong bersama.
Ia juga menyebut mengenal baik korban yang ia tembak. Hal tersebut yang membuat Sugiono tak tega menembak kepala Rina seperti perintah Muslimin.
Kopda Muslimin juga dengan R menjalin hubungan selama 7 bulan.
Polisi menyebut R tak mengetahui rencama Kopda M yang akan membunuh istrinya.
Menurut pengakuan R, dia baru tahu rencana Kopda Muslimin setelah penembakan terhadap Rina terjadi. R sempat diajak kabur oleh Kopda Muslimin, namun ia menolaknya. R pun sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Selingkuhan Awalnya Tak Tahu jika Kopda Muslimin Telah Beristri, Kerap Dijemput dan Bertemu di Kos