Megawati dan Jokowi Bahas Pengganti Tjahjo, Olly Dondokambey-I Wayan Koster Masuk Bursa Menteri
Bendahara PDIP Olly Dondokambey dan kader PDIP I Wayan Koster masu bursa reshuffle kabinet menggantikan almarhum Tjahjo Kumolo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/280722-I-Wayan-Puan-Olly.jpg)
"Itu (jabatan menteri, red) nanti penugasan Ibu Megawati. Tapi skala prioritas itu bagi saya bisa menjadi Sekjen saja sudah satu kehormatan. Dan PR (pekerjaan rumah, red) kita masih banyak," tuntas Hasto.
Olly Dondokambey Berpeluang Gantikan Tito
Peluang besar Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menggantikan Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Bendahara Umum PDIP ini sudah kesekian kali masuk bursa calon menteri. Kali ini Olly diproyeksikan mengisi kursi Mendagri.
Setelah Olly menempati kursi Mendagri, Tito akan digeser sebagai Menter Pedayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) menggantikan almarhum Tjahjo Kumolo.
Saat ini Mendagri Tito dipercayakan Jokowi menjabat MenPAN-RB (ad interim). Selain Olly, Gubernur Bali I Wayan Koster juga dijagokan mengisi kursi kosong setelah meninggalnya kader senior PDIP Tjahjo Kumolo.
Beberapa opsi perombakan kabinet Presiden Jokowi-Maruf Amin disampaikan pengamat politik dari lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio.
Hensat, sapaan akrabnya, menyebut Tito Karnavian bakal menjadi Menpan/RB.
Hendri mengatakan, untuk kursi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pun kemungkinan bakal diisi kader PDIP.
"Pak Tito yang akan digeser ke Menpan RB, nanti Kader PDIP yang baru masuk itu mengisi kursi Mendagri," kata Hendri saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (5/7/2022).
Hendri menuturkan, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu memiliki stok kader yang cukup banyak.
Adapun beberapa nama itu, misalnya Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, kemudian Gubernur Bali Wayan Koster yang dinilai berpengalaman.
"Ada Olly misalnya, ada Wayan Koster yang berpengalaman jadi kepala daerah juga gitu," ujarnya.
"Mungkin beberapa nama lain yah dari internal PDIP yang digunakan, tapi kan opsinya itu selalu ada dua. Ambil dari luar gitu yah, atau menteri yang sudah ada digeser," sambungnya.
Kendati demikian, Hendri menilai terlalu dini untuk membicarakan posisi Menpan RB seusai Thajo Kumolo meninggal beberapa waktu lalu.
"Menurut saya, masih terlalu pagi, terlalu cepat berbicara terkait pengganti yah. Menurut saya (masih) dalam suasana duka," ungkap Hendri.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menunjuk Tito sebagai Menpan RB ad interim.
Penunjukkan tersebut sebagaimana disampaikan dalam siaran pers KemenPAN-RB Nomor 258/HUMAS-PANRB/2022 tertanggal 5 Juli 2022.