Selasa, 3 Maret 2026

Kopda Muslimin

Cerita Lengkap Kopda Muslimin: Terjerat Cinta Segitiga, Otak Pembunuhan Istri hingga Dijemput Maut

Cerita Kopda Muslimin mulai rencana pembunuhan istri, eksekusi pembunuhan hingga berakhir dengan maut diduga menegak racun lantaran 'terjerat' asmara.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Cerita Lengkap Kopda Muslimin: Terjerat Cinta Segitiga, Otak Pembunuhan Istri hingga Dijemput Maut
Kolase tangkapan layaran Kompas.tv
Petugas TNI di rumah orangtua Kopda Muslimin. Cinta segitiga berakhir dengan malapetaka. Begitulah cerita kasus Kopda Muslimin mulai dari rencana pembunuhan istrinya, eksekusi pembunuhan hingga berakhir dengan maut diduga menegak racun lantaran 'terjerat' asmara. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Cinta segitiga berakhir dengan malapetaka. Begitulah cerita kasus Kopda Muslimin mulai dari rencana pembunuhan istrinya, eksekusi pembunuhan hingga berakhir dengan maut diduga menegak racun lantaran 'terjerat' asmara.

Kasus Kopda Muslimin yang dibumbuhi cerita asmara ini pun mendapat perhatian Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kasad Jenderal Dudung Abdurachman.

Berikut rangkuman perjalanan kasus Kopda Muslimin hingga berakhir dengan kematian.

Ceritanya dibagi dalam beberapa bagian.

Mulai rencana pembunuhan istri, eksekusi penembakan hingga pelarian dan dugaan oknum prajurit TNI mengakhiri hidup.

Penyebab Kopda Muslimin melakukan serentetan aksi diduga lantaran 'terjerat' cinta yang baru seumur jagung dengan selingkuhannya berinisial R.

Rencanakan dan Eksekusi Tembak Istri Sendiri

Berdasarkan penjelasan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi teka-teki penembakan istri prajurit TNI di Kota Semarang, Rina Wulandari (34), melibatkan empat pelaku penembakan dan satu orang penyedia senjata.

Suami Rina sendiri, yakni Kopda M menjadi otak atau dalang rencana pembunuhan.

- Jumat, 15 Juli 2022 20.00 (Wita)

Tersangka S bertemu D, tersangka lain, terkait transaksi senjata di kos Sugiono.

- Senin 18 Juli 2022 

Pukul 09.00 

Para pelaku menyusun rencana penembakan bersama Kopda Muslimin.

Pukul 12.38

Para pelaku membuntuti korban saat menjemput anak dari sekolah

Pukul 12.47

Pelaku menembak korban dengan jarak 1 meter ke arah perut korban sebelah kiri dan tembus ke arah kanan

Pukul 12.48

Setelah mendapatkan informasi dari Kopda Muslimin bahwa korban masih hidup, pelaku kemudian putar balik untuk menembak korban kedua kalinya.

Tembakan dari jarak 2-3 meter itu mengenai perut korban dan proyektil bersarang di perut.

Pukul 12.48 WIB

Setelah melakukan penembakan, para pelaku berpencar dan menuju rumah di daerah Sayung, Kabupaten Demak

Usai Penembakan

Kopda Muslimin membawa korban ke RS Hermina Semarang

Pukul 14.00

Tersangka P dan S menemui Muslimin di Indomaret samping RS Hermina untuk meminta upah sebesar Rp 120 juta.

Kopda Muslimin meminta tim eksekutor untuk menembak istrinya kembali, lantaran pada tembakan kedua korban tidak juga tewas.

Kopda Muslimin Diduga Meninggal karena Minum Racun

Kopda Muslimin disebut meninggal dunia di kediaman orangtuanya di Kendal, Jawa Tengah.

Kopda Muslimin diduga mendatangi rumah orangtuanya itu pada Kamis (28/7/2022) pagi lalu disebut mengalami muntah-muntah.

Dikutip dari Tribun Jateng, Kopda Muslimin tewas setelah diduga meminum racun.

Berdasarkan pantauan di YouTube Kompas TV, nampak beberapa personel TNI dan aparat kepolisian berada di sekitar kediaman orang tua Kopda Muslimin di Kendal.

Selain itu, rumah dari orang tua Kopda Muslimin juga telah dipasangi garis polisi.

Penyebabnya Cinta Seumur 'Jagung'

Seperti kalimat bijak 'cinta segitiga membawa malapetaka'. Begitulah akhir cerita sang prajurit Kopda Muslimin.

Dikutip dari Kompas.com, Kopda Muslimin menjalin asmara dengan wanita bernisial R. Hubungan dengan selingkuhannya ternyata baru seumur 'jagung'.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan mengatakan, Kopda Muslimin berhubungan dengan perempuan berinisial R itu baru 7 bulan.

"Kopda Muslimin dengan R sejak 7 bulan yang lalu sebelum bulan puasa," jelasnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (26/7/2022).

Dia menjelaskan, Kopda Muslimin mulai menjalin hubungan asmara dengan R sekitar Januari.

"Antara bulan Desember/Januari mereka mulai berhubungan," kata dia.

Di lokasi yang terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Iqbal Alqudsy menambahkan, perempuan berinisial R yang menjadi selingkuhan Kopda Muslimin belum mengetahui rencana Kopda Muslimin.

"Perempuan berinisial R belum tau," katanya kepada Kompas.com.

Iqbal mengungkapkan, perempuan berinisial R baru mengetahui rencana Kopda Muslimin setelah terjadi penembakan yang sempat viral di media sosial.

"Setelah penembakan baru Kopda Muslimin memberi tahu R kalau habis menembak," ungkapnya.

Perselingkuhan Kopda Muslimin baru diketahui setelah perempuan berinisial R menjadi saksi pada kasus penembakan Kopda Muslimin.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengungkapkan, R sempat diajak kabur oleh Kopda Muslimin namun R menolak ajakan tersebut.

"Sudah diajak lari namun R tidak mau," kata dia. Dia menerangkan, R sudah bersaksi kepada polisi soal hubungan cinta segitiga dengan Kopda Muslimin.

"Saksi berinisial R yang merupakan pacar Kopda Muslimin sudah bersaksi," imbuhnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sempat Buron, Kopda Muslimin Diduga Meninggal Dunia karena Minum Racun

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved