Brigadir J
Info Terbaru Kasus Brigadir J: Cerita Kekasihnya hingga Pendalaman Komnas HAM
Cerita Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir J hingga pendalaman Komnas HAM terhadap luka tembak Brigadir J adalah perkembangan terbaru dari kasus ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/260722-kekasih.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Cerita Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir J hingga pendalaman Komnas HAM terhadap luka tembak Brigadir J adalah perkembangan terbaru dari kasus ini pada Selasa 26 Juli 2022 hari ini.
Vera Mareta Simanjuntak belum bisa menutupi rasa sedihnya usai kekasihnya, Brigadir J tewas di rumah Kadiv Propam non-aktif Irjen Pol Ferdy Sambo.
Sementara Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, Bharada E menjelaskan soal tembakan dalam insiden meninggalnya Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Vera yang berprofesi sebagai bidan di salah satu Puskesmas di Merangin, Jambi itu bahkan sempat masuk kerja usai pemakaman kekasihnya, Brigadir J.
Namun, usai pemakanan itu, Vera terlihat berbeda dari hari biasanya.
Staf bagian Gudang Obat di Puskesmas tersebut, Alex Jhon mengatakan Vera terlihat sedih dan kini lebih banyak diam.
Baca juga: Update Kasus Brigadir J: Jejak Ancaman Pembunuhan hingga Prarekonstruksi Pelecehan
Padahal, sebelumnya perempuan yang telah menjalin kasih dengan Brigadir J sejak 8 tahun lalu itu sosok yang ceria dan kerap bergurau dengan rekan seprofesinya.
"Kalau nampak sedih ya keliatan lah, setelah penguburan (Brigadir J) itu. Sedih nampak dari raut mukanya, banyak diamnya sekarang, agak diam," kata Alex saat kepada Tribun Network, Selasa (26/7/2022).
Alex juga bercerita bahwa awalnya dirinya tak mengetahui jika Vera, rekan kerjanya itu merupakan kekasih Brigadir J. Pasalnya, meski bekerja di lingkungan yang sama, Vera dan dirinya memiliki tugas yang berbeda.
Alex mengaku mengetahui Vera adalah kekasih Brigadir J setelah melihat tayangan video di ponselnya.
"Saya kaget juga, loh kok ada Vera di rumah (orang tua Brigadir J) yang di Jambi itu. Ya kawan-kawannya bilang iya itu Vera pak, lagi pusing sekarang. Saya tanya kenapa? Ya pacarnya meninggal," ungkap Alex.
Alex yang bertugas di bagian obat, sempat bertemu dengan Vera usai peristiwa tewasnya Brigadir J.
Pertemuan keduanya itu, karena Vera diketahui bidan yang bertanggung jawab bagian obat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Saat bertemu ketika mengambil obat, Alex mengaku tak berani menanyakan terkait peristiwa Brigadir J. Namun, saat itu justru Vera yang 'curhat' sedikit kepada Alex.
"Kan lagi ngurusin obat, dia (Vera) bilang 'pusing Pak'. Sudah ah sudah. Biasa lah saya bilang, sabar bae," ucap Alex dengan logat bahasa Jambi.
Sebelumnya, dikutip dari Tribun Jambi, tim penyidik Bareskrim Polri, periksa kekasih almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua ternyata telah diperiksa di Polda Jambi, sejak Jumat 22 Juli 2022 hingga Sabtu 23 Juli 2022.
Hal ini, dibenarkan oleh Bibi almarhum Yosua, Roslin Simanjuntak.
"Ya dia diperiksa bersama kami sekeluarga, dari hari Jumat, nah kan tidak selesai hari Jumat dilanjutkan lagi hari Sabtunya," kata Roslin, saat dikonfirmasi, Minggu (24/7/2022).
Kemudian, informasinya, VR kembali menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri hari ini, Minggu 24 Juli 2022, hal tersebut dikatakan oleh kuasa hukum VR, Ramos Hutabarat.
Komunikasi terakhir dengan Brigadir J
Vera mengaku berkomunikasi dengan kekasihnya dengan sang kekasih Jumat 8 Juli 2022 pukul 16:43 WIB.
Namun, setelah melakukan komunikasi itu, Vera kemudian mendapatkan kabar kekasihnya meninggal dunia dalam insiden yang disebut baku tembak tersebut.
"Terakhir komunikasi itu hari Jumat pukul 16:43 WIB, dan tidak ada tanda-tanda hanya sebatas tanya-tanya kabar," kata Ferdi, kuasa hukum Vera Simanjuntak, Minggu (24/7/2022).
Ferdi menjelaskan, informasi kejadian yang disebut berlangsung pukul 17:00 WIB, belum sepenuhnya dipastikan.
"Kami menunggu hasil autopsi sehingga yang dapat memastikan kejadian tersebut, serta waktu tewasnya almarhum hanya bisa disampaikan oleh tim ahli.
Jadi semua data yang kita terima ini sifatnya belum pasti, sehingga kita lakukan autopsi untuk mengetahui kapan dan sudah berapa lana dia meninggal dunia," kata Ferdi.
"Jadi saya minta teman-teman menyerap apa yang terjadi atau fakta hari ini, bukan ceritanya dari sana ke sana, tidak," tambahnya.
Sebelumnya, Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Yosua Hutabarat, menyebut Brigadir J mendapatkan ancaman pembunuhan saat sedang di berada Magelang.
Kala itu Yosua lagi mengawal atasannya.
Dia menyebut ancaman terakhir itu adalah pada 7 Juli 2022, atau satu hari sebelum Brigadir J dinyatakan meninggal dunia.
"Bila naik ke atas akan dihabisi," ucap Kamaruddin menjelaskan soal nada ancaman untuk polisi berusia 27 tahun itu, di Jambi, pada Sabtu (23/7/2022).
Dia mengharapkan Tim Cyber dan para ahli mendalami ancaman yang diterima Brigadir Yosua itu.
Siapa yang mengancam Brigadir J, mengapa diancam, dan apa makna bila naik ke atas?
Kuasa hukum menyebut penyidik yang bisa menjelaskannya hal itu.
Bukti atau petunjuk soal ancaman tersebut, terang dia, telah disampaikan kepada penyidik utama.
Diberitakan sebelumnya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J meninggal dunia pada Jumat (8/7/2022).
Pria yang dulunya anggota Brimob itu disebut polisi meninggal dalam baku tembak di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo.
Diungkapkan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebut luka di tubuh Yosua akibat proyektil.
Sementara keterangan keluarga yang diperoleh Tribunjambi.com sebelum Yosua dimakamkan, selain luka tembak, ada juga lebam dan luka mirip goresan senjata tajam.
Brigadir Yosua dimakamkan di Sungai Bahar, Provinsi Jambi, pada Senin (11/7/2022).
Awalnya direncanakan pemakaman akan dilakukan secara kedinasan tapi akhirnya dibatalkan kepolisian secara sepihak.
Jenazah Yosua pun dimakamkan dengan acara keagamaan Kristen dan tradisi Batak, sekitar 2 kilometer dari kediaman orangtuanya.
Komnas HAM: Bharada E Jelaskan soal Tembakan
Komisioner bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional HAM Choirul Anam mengatakan, Bharada E menjelaskan soal tembakan dalam insiden meninggalnya Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dalam pemeriksaan Selasa (26/7/2022).
Brigadir J adalah polisi yang meninggal dengan luka tembak di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan nonaktif Polri Irfen Ferdy Sambo. Brigadir J juga merupakan ajudan Sambo.
"Sepanjang yang tadi kami periksa, Bharada E menjelaskan banyak hal. Salah satunya adalah soal menembak," ujar komisioner bidang pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, kepada wartawan selepas pemeriksaan.
Akan tetapi, Anam enggan menjelaskan lebih lanjut secara gamblang mengenai detail penembakan itu. Ia juga tak membeberkan kesimpulan apa pun kepada awak media soal penembakan tersebut.
Sebagai informasi, seluruh ajudan Sambo diperiksa secara terpisah di ruangan berbeda, termasuk Bharada E.
"Pertanyaan kami bersifat terbuka, penjelasan yang kami harapkan bersifat deskriptif. Tadi, makanya tadi panjang sekali proses permintaan keterangannya, karena jawabannya deskriptif," ungkapnya.
"Jadi kalau minta kesimpulan dan sebagainya kami belum bisa menyimpulkan karena jawabannya kami meminta deskriptif," lanjut Anam. Lima ajudan Sambo diperiksa selama 7,5 jam hingga pukul 16.25 WIB.
Bharada E datang belakangan dan diperiksa selama 5 jam sebelum meninggalkan kantor Komnas HAM pukul 18.24. Seorang ajudan mangkir dari panggilan Komnas HAM.
Seperti diketahui, menurut keterangan polisi, Bharada E terlibat baku tembak dengan Brigadir J di rumah dinas Sambo.
Saling tembak itu berujung pada meninggalnya Brigadir J. Masih menurut polisi, baku tembak dipicu dugaan pelecehan Brigadir J terhadap istri Sambo.
Namun pihak keluarga mencurigai Brigadir J disiksa sebelum ditembak. Sebelum memeriksa para ajudan, Komnas HAM telah memeriksa tim forensik Polri yang mengotopsi jasad Brigadir J.
Anam menegaskan, berdasarkan bukti yang telah dikumpulkan saat ini, Komnas HAM telah sampai pada dugaan yang kian mengerucut soal waktu dan penyebab kematian serta jenis luka yang menewaskan Brigadir J.
Namun, mereka masih menghormati proses ekshumasi dan rencana otopsi ulang jasad Brigadir J, dan tak menutup diri dari peluang munculnya temuan baru. Sementara itu, Polri disebut telah berkomitmen untuk membuka akses pemeriksaan seluas-luasnya kepada Komnas HAM untuk mengusut kasus ini. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Vera Simanjuntak, Kekasih Brigadir J Kini Lebih Banyak Diam