Pilpres 2024 Gorontalo

Bone Bolango Potensi Jadi Basis Elektoral Anies-AHY di Gorontalo

Kabupaten Bone Bolango berpotensi menjadi basis suasa pendukung Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres 2024 di Provinsi Gorontalo.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Bendera Partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat. Kabupaten Bone Bolango berpotensi menjadi basis suasa pendukung Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres 2024 di Provinsi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kabupaten Bone Bolango berpotensi menjadi basis suasa pendukung Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres 2024 di Provinsi Gorontalo.

Elektoral partai politik pendukung (Anies-AHY), Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat di Bone Bolango mencapai 44 persen (11 dari 25 kursi DPRD) pada Pemilu 2019.

Urutan potensi elektoral Anies-AHY berikutnya masing-masing Kabupaten Gorontalo 31,42 persen, Gorontalo Utara dan Boalemo 24 persen, Kota Gorontalo 16 persen dan Pohuwato 12 persen.

Empat poros koalisi Pilpres 2024 terbuka lebar. Poros terakhir Nasdem, PKS dan Demokrat.

Koalisi (poros) keempat ini bakal mengusung Anies-AHY.

Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menemukan elektabilitas Anies-AHY paling tinggi, yakni 34,72 persen dari jawara capres-cawapres yang menguat dari empat poros.

Sebelumnya telah dibentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menjadikan Airlangga sebagai capres.

Kemudian Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa yang bakal mengusung Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar.

Dan PDIP yang dapat mengusung sendiri capres-cawapres. PDIP menjagokan Puan Maharani-Ganjar Pranowo.

Kerja sama politik yang sering disebut Koalisi Semut Merah ini juga punya modal elektoral 28,43 persen, sesuai perohan kursi DPR RI pada Pemilu 2019.

Secara Nasional Kursi Koalisi Nasdem-PKS-Demokrat di DPR RI

1) Nasdem 59 kursi

2) Demokrat 54 kursi

3) PKS 50 kursi

Subtotal: 163 kursi

Potensi elektoral 28,43 persen

Berikut Potensi Elektoral Anies-AHY di Provinsi Gorontalo:

1) Gorontalo Utara 6 kursi atau 24 persen

6 kursi PDI Perjuangan,

5 kursi Nasdem,

4 kursi Golkar,

4 kursi PAN,

2 kursi Gerindra,

2 kursi PPP,

1 kursi Hanura dan PKS

Total 25 kursi

2) Kabupaten Gorontalo 11 kursi atau 31,42 persen

PPP 7 kursi,

Golkar 6 kursi,

NasDem, PDIP, Demokrat, PAN 4 kursi,

PKS 3 kursi,

Hanura 2 kursi,

Gerindra 1 kursi

Total 35 kursi

3) Kota Gorontalo 4 kursi atau 16 persen

Golkar 5 kursi

PAN, Demokrat, PPP 4 kursi

PDIP, Gerindra 3 kursi

Hanura 2 kursi

Total 25 kursi

4) Bone Bolango 11 kursi atau 44 persen

Nasdem 6 kursi

PPP 4 kursi

Gerindra, Golkar, Demokrat 3 kursi

PDIP, PAN, PKS 2 kursi

Total 25 kursi

5) Boalemo 6 kursi atau 24 persen

PDI-P 7 kursi

Golkar 4 kursi

Gerindra, Demokrat 3 kursi

Nasdem, PPP 2 kursi

PKS, Perindo, PAN, Hanura 1 kursi

Total 25 kursi

6) Pohuwato 3 kursi atau 12 persen

Golkar 10 kursi

PKB 4 kursi

Gerindra 3 kursi

PDI-P, Demokrat, PPP 2 kursi

PKS, PAN 1 kursi

Menambah Daya Ungkit Nasdem

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah berpandangan, wacana duet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan menguntungkan Partai Nasdem.

Apalagi, Nasdem belakangan juga mewacanakan untuk mendukung Anies sebagai salah satu bakal calon presiden (capres).

"Nasdem akan lebih diuntungkan dengan usung Anies. Bagaimanapun, Anies membawa gerbong elektabilitas personal yang bisa menambah daya ungkit elektabilitas Nasdem," kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/7/2022).

Dedi menyampaikan, elektabilitas Nasdem akan meningkat jika mendukung Anies. Ia menilai, Nasdem tak lantas kehilangan suara jika mendukung Anies.

"Propaganda yang menyebut Nasdem akan kehilangan suara jika usung Anies ini murni perang opini, karena kelompok yang anti Anies dalam catatan survei IPO tidak berada di Nasdem, sehingga Nasdem semestinya tidak risau," ujar dia.

Pengamat politik dari Universitas Telkom ini menilai, Nasdem akan untung jika mengusung Anies karena Gubernur DKI itu memiliki pemikiran yang sejalan dengan prinsip restorasi Nasdem.

"Anies selama ini dikenal sebagai tokoh politik muslim terbuka, bahkan pemikiran Anies sejalan dengan semangat restorasi Nasdem," kata dia.

Selain itu, kata dia, elektabilitas AHY tak bisa disepelekan. Setidaknya, elektabilitas AHY mampu bersaing jika disandingkan dengan ketua umum partai lain.

"AHY tidak dapat disebut berelektabilitas rendah, dalam survei IPO dan beberapa lembaga bereputasi, AHY miliki elektabilitas ketua umum tertinggi setelah Prabowo Subianto. Meninggalkan 7 ketua umum lainnya," ujar dia.

Wacana duet Anies-AHY muncul pada simulasi lembaga survei Indopol yang dirilis pada Jumat (15/7/2022).

Indopol melakukan simulasi dengan asumsi empat poros yang akan bertarung dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Poros pertama diisi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sendirian.

Kemudian, poros kedua diisi oleh Partai Gerindra dan PKB.

Selanjutnya poros ketiga yaitu Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS.

Terakhir, poros keempat adalah KIB (Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari Partai Golkar-PPP dan PAN.

Dari simulasi itu, muncul pasangan calon (Paslon) Anies Baswedan dan AHY dari poros Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS, yang menempati posisi teratas dibandingkan lainnya.

"Pasangan Anies dan AHY menempati posisi yang teratas dengan 34,72 persen. Meskipun kemudian yang belum menjawab masih banyak yaitu 36,50 persen," kata Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto dalam tayangan YouTube, Jumat. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved