BLT Desa Dudepo

Kadus Dudepo-Gorontalo Utara Geram Dituduh Mencuri Dana BLT

Kadus Dudepo, Yeni Bulalonawa merasa dituduh mencuri dana BLT, karena dari sejumlah aparat desa, hanya dia yang diinterogasi kepala desa (kades). 

Penulis: redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
ILUSTRASI - Uang 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kepala Dusun (Kadus) Desa Dudepo, Gorontalo Utara mengaku geram dituduh mencuri dana BLT (bantuan langsung tunai). 

Kadus Dudepo, Yeni Bulalonawa merasa dituduh mencuri dana BLT, karena dari sejumlah aparat desa, hanya dia yang diinterogasi kepala desa (kades). 

“Lalu tanggal 20 Juni saya diundang kepala desa di Kantor Camat Anggrek, dan menginterogasi saya sementara aparat lain tidak diinterogasi. Jadi saya merasa dituduh," jelasnya kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (16/7/2022). 

Sebelumnya diketahui, bahwa dana BLT berjumlah Rp 38,7 juta itu disimpan di rumahnya bendahara desa Hendra Koniyo.

Belakangan Hendra mengaku, jika dana itu hilang, dicuri orang. 

Sementara kata dia, sebelum dana itu hilang, kadus pernah masuk ke kamar tidurnya. 

Kamar itu tempat dia menyimpan uang puluhan juta tersebut. 

"Memang tanggal 6 Juni saya masuk dalam kamar pribadi si Bendahara, untuk mengambil SPJ. Itupun saya masuk bersama keponakannya,” bantah Yeni. 

Itupun kata dia, yang mengambil berkas itu adalah keponakannya bendahara. 

Akibat hilangnya dana BLT Desa Dudepo, ada 43 warga yang menjadi korban. 

Sebab, dana yang seharusnya bisa mereka nikmati, kini tidak jelas di mana. 

Warga pun mengaku kesal, terlebih ketika tidak ada informasi terkait pencairan dana tersebut. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved