Tinju Dunia

Usai Kalahkan Canelo, Petinju Berdarah Korea Dmitry Bivol Incar Raja KO Beterbiev

Petarung Rusia berdarah Korea Dmitry Bivol mengincar raja knockout (KO) Artur Beterbiev usai mengalahkan Saul Canelo Alvarez.

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com/wikipedia.org
Petarung Rusia berdarah Korea Dmitry Bivol. Kini Bivol mengincar raja knockout (KO) Artur Beterbiev. 

Menyusul pengumuman keputusan tersebut, petinju Rusia itu mengungkapkan kegembiraannya karena berhasil mengalahkan laga terbesar tinju.

Tidak selamanya underdog itu tidak berguna. Juara dunia WBA kelas berat ringan Dmitry Bivol (Rusia, 31 tahun) sudah membuktikannya. Bivol yang tidak diunggulkan di pasar taruhan resmi, berhasil menggulingkan favorit Saul Canelo Alvarez (Meksiko), di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu, 7 Mei 2022.

Cukup telak kemenangan Bivol; 115-113, 115-113, 115-113. Tetapi, Canelo yang terlalu dibesar-besarkan untuk memenangkan pertandingan, merasa tidak puas dan menyerukan tanding ulang.

Memang, ada klausul pertandingan ulang langsung, yang hanya bisa dilakukan oleh Canelo. Bila ini terjadi, maka rencana Canelo-Golovkin III harus tunda.

Bivol dan kubunya merasa sedikit khawatir akan terjadi perampokan. “Saya sedikit terkejut ketika mendengar 115-113. Saya berpikir, mungkin saya kalah hari ini. Tetapi semua memberikan kemenangan untuk saya. Eddie Hearn (promotor Matchroom Boxing) memberi selamat kepada saya,” kata Bivol.

Ayah Dmitry Bivol lahir di Moldova dan tumbuh dengan bahasa Moldovan (Rumania), sementara ibunya adalah etnis Korea.

Orangtua Bivol pindah ke Kirgistan setelah lulus dan menikah. Bivol lahir dan dibesarkan di Kirgistan. Pada umur 11 tahun pindah ke Rusia.

Bivol sudah belajar tinju ketika umur 6 tahun dan masih di Tokmok, Kirgistan. Bivol adalah anak yang secara alami lebih besar dan beratnya jauh dibandingkan dengan ukuran anak rata-rata.

Bivol cukup lama dan meraih prestasi besar di amatir. Memenangkan dua kejuaraan dunia di tingkat yunior dan medali perunggu kelas menengah di Kejuaraan Tinju Dunia youth AIBA 2008.

Bivol memenangkan kejuaraan tinju amatir kelas berat ringan Rusia pada 2012 dan 2014.

Telah memenangkan medali emas kelas berat ringan 81 kilogram di World Combat Games 2013. Bivol mencatat rekor amatir menang-kalah 268–15.

Bivol memulai tinju pro di Moskow, 28 November 2014, menang TKO ronde keenam atas Jorge Rodriguwz Olivera.

Pria kelahiran kelahiran 18 Desember 1990 itu, menjadi juara WBA Interim kelas berat ringan 79.379 kilogram pada 21 Mei 2016, mengalahkan Felix Valera yang sebelumnya tak terkalahkan. Bivol menjatuhkan Valera sampai dua kali dan menang mutlak 119-107, 119-107, 116-111.

Pada 10 Oktober 2019, Bivol diangkat menjadi juara WBA Super, dua hari sebelum pertarungannya melawan Gilbert Lenin Castillo.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved